Pak Ahmad, Anda (dan mbak Aris; Umur berapa sih mbak?) berbanyak kata tapi tidak menjawab keingintahuan saya. Pertanyaan saya masih utuh di bawah sana.
Sebelum bicara lebih lanjut mengenai Syariat Islam mungkin perlu disampaikan dahulu,apakah sdr Komboi Muslim atau Non Muslim? Selain itu perlu juga disampaikan bahwa segala sesuatu akan lebih menjernihkan jika niatan masing-masing adalah murni dan tidak ada niatan-niatan yang tidak baik. Saya kurang paham dengan 'niatan-niatan kurang baik' yg Anda sebutkan. Apakah kurang baik bila saya tidak menyetujui syariat islam di praxis bernegara? Kenapa? Saya minta Anda membayangkan agama lain juga berpolitik dan meminta Anda membayangkan... ya sekedar membayangkan penganut agama tsb mewacanakan syariat, katakanlah syariat kristen. Perasaan apa yg Anda punya? Syariat Islam bersandar pada Al Quran dan Sunnah Rasululah SAW. Kedua sumber ini merupakan sumber utama dan ditambah hukum-hukum lain yang disepakati seperti Ijtihad dan fatwa-fatwa. Iya... iya mas Ahmad, lantas? Kalau sdr adalah non Muslim,tentunya perlu tahu dahulu bagaimana sih ajaran-ajaran ataupun hukum-hukum dalam Islam. Nah hal ini bisa saudara dapatkan melalui kajian-kajian dan buku-buku Islam. Dan pertama mungkin perlu tahu juga sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu,jika saudara non Muslim mungkin pertama kali bisa coba baca buku Sirah Nabawiyah karangan Dr Said Al Buthy di toko buku Gunung Agung atau Toko Buku Wali Sanga. OK, terimakasih untuk referencenya. Suatu waktu nanti saya sempatkan. Melihat kondisi di Indonesia saat ini menurut saya sangat mungkin potensi penegakan syariah islam karena beberpa aturan lewat perda/UU dll yang sudah mulai di adopsi perundangan kita ternyata cukup diterima masyarakat luas,baik Muslim maupun non Muslim. Contohnya di Aceh,sampai saat ini kita tidak mendengar non Muslim teraniaya disana,atau dengan perda di Tangerang, semua lapiasan masyarakat juga mendapatkan manfaatnya. Maksudnya untuk menumpang euforia demokrasi? Pula, saya tidak menyukai penggeneralisiran ala mas Ahmad di atas. Kenapa? Karena satu saja ada kasus menunjukkan sebaliknya maka akan gugurlah generalisiran Anda. Belum lagi perda larangan merokok di tepat umum di Jakarta yg saat ini begitu dirasa manfaatnya. Kondisi dan manfaat seperti ini yang sedikit demi sedikit akan meresap ke seluruh lapisan masyarakat tentang pemahaman sayraiah Islam,sehingga ketakutan mengenai atuaran Islam yg ketat dan tidak manusiawi akan terkikis dengan sendirinya. Oh, saya sungguh baru tahu kalau perda larangan merokok di Jakarta itu diderivasi dari syariat. Betapapun, silahkan check pertanyaan saya di bawah. Terimakasih komboi Demikian sedikit info dari saya, Terima kasih, Ahmad Yohanis Komboi <[EMAIL PROTECTED] <ykomboi%40gmail.com>> wrote: Mbak Aris, Apakah benar pemahaman saya bahwa mbak sudah menyederhanakan penyelesaian atas semua masalah dunia itu dengan pemberlakuan syariat islam? Kalau syariat islam itu gagal di berbagai belahan dunia lain, apakah dia akan sukses di Indonesia? Kalau masalahnya adalah prakondisi, maka prakondisi seperti apa yang diperlukan agar dia bisa sukses di Indonesia dan apakah prakondisi itu sudah / akan terpenuhi? Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin bisa membantu menjernihkan ekspektasi akan syariah dan membantu Anda - saya lebih realistis. Komboi [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

