Mas Badruni yth, 

Ada tidak kira-kira bedanya sama uang zakat yang dipotong untuk 'biaya
administrasi', 'honor' bahkan 'biaya dakwah' untuk kelompok/ partai
terntu etc. Silahkan dikonfirmasi, tapi saya kira hampir semua badan
zakat/ sumbangan amal punya potongan seperti ini, karena ada
justifikasi "syariah"nya.

Terus apa salahnya kalau Metro TV bikin yang serupa. Memberi honor
kepada 'relawannya'. Yang tidak benar mungkin, dan saya setuju, dengan
amsalah kebohongan publiknya. Kalau bilang akan diaudit yanh harus
diaudit, jangan sebaliknya. 

Intinya, jangan cepat menjustifikasi moral lah. 

Salam, 


--- In [email protected], Al-Badruuni Enterprise
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sdr. Satrio,
>    
>   Bagi orang-orang beriman,hal ini merupakan suatu dosa besar yang
sungguh akan dimintai pertanggungjawabannya nanti di akhirat. Selain
itu hal ini merupakan cermin betapa rusaknya moral individu-individu
dari pengelola Media tsb. Apakah mereka tidak menyadari bahwa 'uang
haram' tsb akan dimakan juga oleh keluarga dan anak-anak mereka dan
akan daging yg terbentuk dari uang haram itu akan menjadi bahan api
neraka???
>    
>   Saya setuju dengan Anda untuk mengajak masyarakat luas untuk
mengevaluasi kembali niatan menyalurkan bantuan melalui Media yang
tidak jujur dalam menyalurkan dana masyarakat kepada korban bencana.
Namun jika memang terpaksa menyalurkan,maka tidak ada salahnya meminta
transparansi yang benar-benar otentik melalui lembaga audit yang
capable dan jujur.
>    
>   Semoga Allah membuka hati mereka yang telah menjerumuskan diri dan
keluarganya dengan memakan harta haram.
>    
>   Wassalam,
>   Ahmad
>   
> 
> Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           MEDIA SELEWENGKAN SUMBANGAN KORBAN BENCANA?
> 
> Bencana Tsunami di Aceh dan Nias tahun 2004, hingga
> bencana gempa di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan terakhir
> di Pangandaran, Jawa Barat, Juli 2006 ini, memberi
> peluang pada sejumlah media untuk menggalang dana
> masyarakat untuk korban bencana. Namun, betulkah
> sumbangan itu sudah disampaikan secara utuh kepada
> korban yang berhak menerimanya?
> 
> Celakanya, kontrol masyarakat terhadap media-media ini
> tidak terlalu ketat. Sehingga sejumlah penyelewengan
> dana masyarakat tampaknya telah terjadi, tanpa
> terdeteksi.
> 
> Beberapa hari lalu, saya menjadi narasumber dalam
> suatu acara pelatihan LSM di Cibogo, Jawa Barat. Dari
> diskusi yang berkembang, saya mendapat kabar bahwa
> grup Media Indonesia – Metro TV, yang menggalang dana
> masyarakat besar-besaran untuk korban Tsunami Aceh,
> ternyata hingga saat ini TIDAK atau BELUM diaudit oleh
> Ernst & Young. Padahal, sebelumnya digembar-gemborkan
> tentang adanya audit ini. Kalau kabar ini benar,
> berarti Ernst & Young, dan juga grup media pimpinan
> Surya Paloh ini telah melakukan kebohongan publik.
> 
> Grup Media ini juga telah membentuk Yayasan Sukma
> untuk mengelola penyaluran dana itu di Aceh.
> Persoalannya, menurut kabar yang saya dengar, sejumlah
> wartawan grup Media mendapat honor/upah dari Yayasan
> ini, dengan menggunakan uang sumbangan masyarakat
> untuk korban Tsunami tersebut! 
> 
> Ini saya pikir adalah suatu penyelewengan uang rakyat.
> Saya ingat, ketika dulu masih bekerja di Harian
> Kompas, harian ini juga pernah menggalang dana
> masyarakat untuk korban bencana. Namun, dana ini
> disimpan dalam suatu account tersendiri dan tidak
> diutak-atik. 
> 
> Jika dana yang disimpan di bank itu ada bunganya,
> bunganya itupun tetap menjadi hak korban bencana,
> bukan lantas dimanfaatkan untuk institusi media dan
> sejumlah oknum di dalamnya! Bahkan, jika dana itu
> disalurkan ke korban bencana, semua biaya penyaluran
> pun ditanggung oleh institusi media bersangkutan. 
> 
> Media tidak boleh memotong satu sen pun dari dana
> masyarakat yang terkumpul tersebut. Tentu ada
> cost-nya, tetapi cost ini merupakan sumbangan sosial
> dari media itu untuk masyarakat.
> 
> Saya membayangkan, bagaimana nasib milyaran rupiah
> sumbangan masyarakat yang kini masih terkumpul di
> sejumlah media, baik media cetak maupun elektronik
> (TV)? Betulkah dana itu tidak diselewengkan? Kalau pun
> sudah disalurkan, apakah sudah disalurkan secara
> benar?
> 
> Misalnya: Ada dana yang digunakan untuk membuat
> "sekolah unggulan" di Aceh. Tapi siapakah yang akan
> mampu bersekolah di sana nantinya, kecuali anak
> pejabat, bupati, dan pengusaha? Jadi, penyaluran dana
> ini lebih bersifat elitis, tidak melihat kebutuhan
> riil mayoritas masyarakat yang jadi korban bencana.
> 
> Mungkin berbagai komisi pengawas korupsi, media watch,
> dan insan media yang masih jujur di media
> bersangkutan, harus mulai mengawasi lebih serius,
> tentang pengelolaan dan penyaluran dana masyarakat
> ini.
> 
> Jakarta, 21 Juli 2006
> 
> Satrio Arismunandar
> Buruh industri media TV 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> 
>          
> 
>               
> ---------------------------------
> Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and
30+ countries) for 2¢/min or less.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke