Ekkard Brinkmeier, Peneliti Baja dan Intan
   
  Sejak muda Ekkard Brinkmeier tertarik pada baja dan intan, material keras 
yang sering digunakan untuk peralatan teknik presisi tinggi.
   
  Di Jerman tenaga insinyur sangat dibutuhkan. Di negeri teknologi tinggi ini 
lowongan kerja untuk insinyur lebih tinggi dari jumlah insinyur yang ada. Walau 
pun menarik, anehnya minat orang Jerman untuk menekuni studi teknik makin hari 
makin menurun, karena mereka menganggap kehidupan sebagai ahli teknik 
membosankan dan kuno. Saat ini yang sangat dicari adalah insinyur bidang teknik 
material, mesin, konstruksi, teknologi, matematik, kimia dan fisika. Salah satu 
bidang studi yang langka peminat adalah teknik manufaktur. Ekkard Brinksmeier, 
insinyur teknik manufaktur bekerja di sebuah laboratorium teknik presisi 
tinggi. Alat kerjanya adalah intan. Intan tidak hanya digunakan sebagai 
perhiasan, melainkan juga untuk peralatan industri
  Asah, potong dan putar, giling, bor dan gosok, begitulah kegiatan sehari-hari 
Brinksmeier. Perkakas kerjanya memiliki tingkat presisi tinggi, sangat keras, 
dan tahan pecah. 
   
  Hanya saja alat itu tidak berkilau, dan perkakas kerja intan tak menarik 
mata, tembus pandang, dan lebih tajam dari segala pisau cukur. "Intan adalah 
abadi“, tetapi bila disandingkan dengan baja menjadi tak berarti. 
   
  Ekkard Brinksmeier, profesor teknik manufaktur Universitas Bremen menjelaskan 
bahwa intan merupakan materi terkeras yang kita kenal. Intan sebenarnya dapat 
mengolah segalanya. Namun perlu diingat bahwa unsur dasar intan adalah karbon, 
sedangkan baja memiliki unsur besi yang besar. Besi memiliki afinitas tinggi 
terhadap unsur karbon pada intan. Jika orang memakai intan sebagai perkakas 
kerja, alat pengasah atau penghancur, dan digunakan untuk mengolah besi atau 
baja, maka baja akan menghisap unsur karbon pada intan. Akibatnya mata intan 
tersebut mengecil dan terkikis dengan cepat.
   
  Hal itu tidak dapat diterima Brinksmeier. Dia ingin bekerja dengan baja dan 
intan karena baja merupakan material yang digunakan dalam pembuatan bagian 
dengan presisi tinggi. Baja tahan kikis, banyak kegunaannya dan mempunyai 
permukaan yang sangat halus, bahkan ada yang tingkat kekasarannya hanya 
beberapa nanometer. Artinya, baja lebih halus dari sekedar halus. Apa yang 
disebut kasar sebenarnya gundukan kecil yang tediri dari 20 atom. Mata dan jari 
tak dapat melihat dan menyentuh. Untuk menghasilkan permuklaan ekstra halus, 
perkakas intan digunakan. Alat dengan batu mulia ini sekarang sudah dapat 
digunakan pada baja, setelah penelitian dan industri mengadakan percobaan 
bertahun-tahun. Percobaan tersebut berhasil memodifikasi permukaan baja 
sehingga unsur karbon pada intan tidak menyebar ke dalam baja. 
   
  Apa yang dibuat para ilmuwan dalam modifikasi dan bagaimana menyusun kembali 
struktur baja, tak mau disebutkan Ekkard Brinksmeier. Proses ini sudah 
didaftarkan hak patennya, dan industri optik sangat tertarik dengan proses itu. 
Lensa optik diproduksi dengan cor atau pres gelas, dan untuk itu dibutuhkan 
alat cetakan. Gelas atau plastik cair disuntikkan ke dalam cetakan tersebut, 
dan dengan proses itulah terbentuk lensa. Jika proses itu diterapkan dalam 
produksi massal maka tidak menjadi masalah. Namun jika proses itu diterapkan 
untuk memproduksi lensa presisi maka cara itu tidak cocok. Ukuran alat cetak 
seharusnya benar-benar pas dengan lensa yang akan di produksi. Kesalahan kecil 
seperti ketidak tepatan dalam pengukuran mengakibatkan ketidakpresisian lensa. 
Namun itu bukan berarti lensa rumit dengan pres gelas ultra presisi memerlukan 
biaya tinggi:
   
  Ekkard Brinksmeier: "Lensa proyektor sangat rumit. Lensa itu bukan lensa 
biasa melainkan lensa asperis yang memiliki bentuk rumit. Saat ini lensa 
tersebut merupakan begian termahal di dalan alat proyektor. Itu berarti jika 
orang memiliki teknologi murah dalam produksi lensa dengan perkakas yang tidak 
mudah terkikis, maka akan menjadi keuuntunga besar bagi perusahaan optik 
Jerman.“
   
  Istilah "produksi Jerman“ sangat berkesan bagi Ekkard Brinksmeier. Institut 
Teknik Alat Bantu Kerja Bremer Stiftung di mana Brinksmeier menjadi kepala 
teknik manufaktur, mendapatkan dana 85 persen dari kontrak kerja industri. 
Pembangunan laboratorium teknik presisi tinggi dibiayai Brinksmeier dari hadiah 
penghargaan Leibniz yang didapatkannya tujuh tahun lalu dari Perhimpunan 
Peneliti Jerman. Brinksmeier sangat menyayangkan langkanya insinyur penerus dan 
sulitnya mencari orang untuk mengisi enam posisi di lab tersebut. Brinksmeier 
juga sangat geram dengan birokrasi universitas. Menurutnya ide bagus saja tak 
cukup dalam menghasilkan uang. Seseorang baru akan berpenghasilan jika idenya 
bernilai positif. Sejalan dengan penghargaan Leibniz yangmemiliki prinsip, ide 
bagus akan dibayar mahal. 
   
  Publikasi tentang unversitas dan jurusan yang kekurangan peminat memang belum 
banyak dilakukan. Demikian juga tentang hasil-hasil penelitian di universitas, 
masih kurang publikasi yang menggunakan bahasa yang mudahg dicerna kaum awam. 
Seahrusnya, publikasi itu lebih banyak dilakukan di Jerman. Sebab, sebagian 
besar dana untuk universitas berasal dari uang publik. Masyarakat dan pembayar 
pajak berhak tahu, penelitian apa saja yang mereka biayai dan apa saja yang 
bermanfaat bagi mereka.

                
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low  PC-to-Phone call rates.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke