PEMAHAMAN PENTING SEPUTAR IBADAH
Selasa, 18 Juli 06, lenkapnya klik di sini: 
http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&id=389


Definisi Ibadah 

Sebagian kaum Muslimin masih ada yang beranggapan bahwa ibadah hanya 
merupakan salah satu bagian dari sisi kehidupan. Mereka mengira bahwa 
ibadah tidak ada kaitannya dengan masalah ekonomi, sosial, politik dan 
sebagainya, tetapi hanya suatu jenis aktivitas tertentu yang bersifat 
ritual belaka. 

Kesalahan dalam pemahaman ini akan mengakibatkan hilangnya nilai-nilai 
Islam dalam banyak sisi kehi-dupan. Acuan dalam urusan bisnis dan 
perdagangan bukan lagi kepada hukum syar'i, tidak mau mencari tuntunan
dari 
berbagai masalah kemasyarakatan me-lalui petunjuk nabawi, berpolitik 
secara membabi buta dan lain sebagainya. 

Padahal yang benar adalah bahwa kehidupan ini sendiri merupakan ibadah,

sebab Allah subhanahu wata'ala tidak menciptakan jin dan manusia 
kecuali hanya untuk beribadah. Orang yang ingin memisahkan Islam dari
seluruh 
bidang kehidupan serta membatasi Islam hanya di masjid dan dalam 
peribadatan keagamaan saja, maka dia telah tersesat dan terjerumus ke
dalam 
pemikiran ilmaniyun (sekuler). 

Ibadah, secara bahasa artinya adalah at-tadzallul wal khudlu' 
(menghinakan diri serta tunduk). 

Sedangkan pengertian secara istilah, di antaranya yaitu: 

1. Taat dan merendahkan diri kepada Allah subhanahu wata'ala dengan 
melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para rasul-Nya. 

2. Merendahkan diri hanya kepada Allah subhanahu wata'ala dengan 
tingkatan ketun-dukan yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah 
(kecintaan) yang paling tinggi. 

3. Sebutan untuk segala sesuatu yang mencakup seluruh apa yang dicintai

dan diridhai Allah subhanahu wata'ala baik berupa ucapan atau perbuatan

yang lahir maupun yang batin (pengertian yang lengkap). 

Dengan memahami pengertian ini maka jelaslah bagi kita bahwa kehidupan 
ini adalah ibadah, sehingga segala kegiatan dan perbuatan positif yang 
kita kerjakan adalah merupakan ibadah, jika kita meniatkannya untuk 
itu. Apa yang ada dalam al-Qur'an dan as-Sunnah maka kita jadikan
sebagai 
dasar acuan, baik dalam hal keyakinan, hukum halal-haram, dalam 
berakhlak, bermuamalah, dan lain sebagainya. 

Maka tidak boleh seorang Muslim mempersempit makna ibadah, yakni dengan

beranggapan bahwa ibadah itu hanya jenis amal-amal tertentu saja, 
seperti: shalat, haji, puasa, zakat dan semisalnya. Ibadah itu hanya
sesuatu 
yang terkait dengan masjid saja. Tidak ada ibadah di rumah, di kantor, 
di pasar, di jalan, dalam politik, hukum dan lain-lain. 

Namun sebaliknya, juga tidak boleh ekstrim dalam beribadah, yaitu 
dengan mengangkat sesuatu yang hukumnya sunnah menjadi wajib,
mengharamkan 
sesuatu yang boleh (mubah), atau menganggap sesat siapa saja yang 
berbeda pendapat dengannya tanpa melihat jenis perbedaan pendapat yang 
terjadi. 

Pembagian Ibadah 

Ibadah terbagi menjadi tiga: 

1. Ibadah Hati (qalbiyah), contohnya adalah takut (khauf), berharap 
(raja') , cinta (mahabbah), tawakkal, shabar dan lain-lain. 

2. Ibadah Lisan (lisaniyah), contohnya seperti tahlil, takbir, tasbih, 
tahmid, dzikir dan lain-lain. 

3. Ibadah Anggota Badan (badaniyah), di antara contohnya adalah shalat,

haji, jihad, zakat dan lain-lain. 

Yang dimaksud ibadah badaniyah (dalam shalat misalnya) adalah 
gerak-an-gerakan yang dilakukan dalam shalat seperti mengangkat tangan
ketika 
takbir, rukuk, sujud berdiri dan lain-lain. Adapun shalat itu sendiri 
maka ia mencakup ibadah hati, lisan dan anggota badan, demikian juga
haji. 

Cakupan Ibadah 

Ibadah mencakup semua ketaatan yang tampak pada lisan dan anggota badan

dan mencakup semua tingkah laku seorang mukmin jika diniatkan untuk 
qurbah (mendekatkan diri kepada Allah), atau segala sesuatu yang
membantu 
pendekatan diri kepada Allah subhanahu wata'ala. Bahkan suatu kebiasaan

pun jika diniatkan untuk ketakwaan dan ketaatan maka dia dinilai ibadah

yang mendapatkan pahala. 

Ibadah dalam makna sempit adalah merupakan perkara tauqifiyah yakni 
sebatas mengikuti petunjuk yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu

'alihi wassallam. Dalam arti bahwa sesuatu tidak boleh diang-gap
sebagai 
syari'at kecuali dengan adanya dalil dari al-Kitab atau as-Sunnah. 

Melakukan bentuk peribadatan dengan sesuatu yang tidak disyariatkan 
maka ia disebut bid'ah yang tertolak, amalannya tidak diterima bahkan 
berdosa karena itu adalah kemaksiatan bukan ketaatan. 

Tiga Pilar Utama Ibadah 

Ibadah kepada Allah subhanahu wata'ala memiliki tiga pilar utama yang 
tidak dapat ditinggalkan, yaitu; Cinta (hubb), Takut (khauf) , dan 
Harapan (raja'). Beribadah atau menghamba kepada Allah subhanahu
wata'ala 
harus dilandasi dengan tiga pilar utama ini. 

Berkata sebagian salaf, 


  a.. Siapa yang beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala hanya dengan

cinta (hubb) saja maka dia zindiq. 

  b.. Siapa yang beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala hanya dengan

pengharapan (raja') maka dia murji'. 

  c.. Siapa yang beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala hanya dengan

rasa takut (khauf) saja maka dia haruri. 

  d.. Siapa yang beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala dengan hubb,

raja' dan khauf maka dia mukmin muwahhid. 



Seseorang dikatakan beribadah apabila dia menghinakan dan merendahkan 
diri dengan disertai rasa cinta yang paling tinggi terhadap yang dia 
ibadahi itu. Maka hendaknya yang paling dicintai, paling ditunduki, dan

paling diagungkan hanyalah Allah subhanahu wata'ala semata. 

Sedangkan merendahkan diri atau menghinakan diri di hadapan manusia 
namun disertai rasa benci, atau tanpa diikuti rasa cinta maka tidak 
termasuk ibadah. Hal ini sebagaimana orang yang dipaksa untuk merendah
(rukuk 
atau sujud) kepada raja atau penguasa pada-hal hatinya membenci hal 
tersebut. 

Demikian pula mencintai manusia atau takut kepada selain Allah 
subhanahu wata'ala namun tidak dibarengi dengan menghinakan dan
merendahkan 
diri maka tidak termasuk ibadah. Sebagaimana kita cinta kepada orang
tua, 
anak, hormat kepada guru dan sebagainya. Atau seseorang yang takut 
terhadap singa, ular dan hal-hal lain yang membahayakan, maka ini tidak

termasuk ibadah, karena tidak disertai dengan penghinaan dan
penghambaan 
diri. 

Syarat Diterimanya Ibadah 

Beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala hendaknya memenuhi dua syarat

utama, yaitu: 

1. Ikhlas karena Allah subhanahu wata'ala semata, bebas dari syirik 
besar dan kecil, (konsekuensi la ilaha illallah). 

2. Mutaba'ah, yaitu sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 
'alihi wassallam, (konsekuensi syahadat Muhammad Rasulullah) 

Di antara dalil yang mendasari hal ini adalah Firman Allah subhanahu 
wata'ala, artinya, 
"(Tidak demikian) dan bahkan barang-siapa yang menyerahkan diri kepada 
Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi 
Rabb-nya dan tidak ada kekhawatiran ter-hadap mereka dan tidak (pula)
mereka 
bersedih hati." (QS. Al-Baqarah: 112) 

Menyerahkan diri kepada Allah subhanahu wata'ala merupakan bentuk 
keikhlasan, dan berbuat kebajikan merupakan cermin-an dari berteladan
atau 
ittiba' kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alihi wassallam. Di dalam
ayat 
yang lain juga disebutkan, artinya, 
"Katakanlah, "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, 
yang diwahyukan kepadaku, "Bahwa sesungguhnya Ilah kamu itu adalah Ilah

Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka 
hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia
mempersekutukan 
seorang pun dalam beribadat kepada Rabb-nya". (QS. Al-Kahfi:110). 

Amal yang shaleh adalah segala amal yang mengikuti petunjuk Nabi 
Muhammad shallallahu 'alihi wassallam, baik yang tercantum dalam
Al-Qur'an 
maupun As-Sunnah. Kemudian larangan menyekutukan seorang pun dalam 
beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala adalah merupakan bentuk
keikhlasan. 
Dengan terkumpulnya dua syarat inilah maka ibadah menjadi sempurna dan 
akan diterima di sisi Allah subhanahu wata'ala. 

Sumber: Kitab Tauhid I, Syaikh. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, dan 
berbagai sumber lain. 


Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran 
adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan ini kami menyampaikan
"Artikel Pemahaman Penting Seputar Ibadah" kepada saudara-saudara kita
yang belum mengetahuinya. 
Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita semuanya. Amiin

Waassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh

"Fa maadza ba'da-lhaqq, illa-dl_dlalaal"Leo ImanovAbdu-lLahAllahsSlave


        
        
                
___________________________________________________________ 
All new Yahoo! Mail "The new Interface is stunning in its simplicity and ease 
of use." - PC Magazine 
http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke