.Sabtu malam (21 Juli 2006) sekitar pukul 10-11 malam saya secara tidak
sengaja menyalakan teve. Dari satu chanel ke chanel lainnya saya
pindah-pindahkan. Pemindhan itu behenti di chanel Indosiar. Saya terkejut
dengan dialog dan adegan yang ditunjukan pada sebuah film di INDOSIAR saat
itu. Dada saya langsung sesak dan meluap, saya marah kenapa film yang kayak
gini bisa muncul. Saya jadi ingin tahu yang mana wajah programer indosiar yang
sudah melolos-tayangkan film ini.
Terpaksa saya menunggu film ini sampai iklan, saya ingin tahu apa
judulnya sehingga saya bisa protes. Ternyata film itu berjudul AKU CEMBURU 2.
Siapun orang yang masih punya nurani pasti menyebut nama Tuhan menyaksikan
film ini. Saya hanya melihat satu babak, sebab selanjutnya teve langsung saya
matikan. Saya merasa jijik ke Indosiar yang sudah menayangkan film ini.
begini ceritanya yang sya lihat:
satu cewek dan satu cowok ribut di depan rumah. Si cowok marah
karena si cewek tidak mau melakukan hubungan seks dengannya. Keributan itu
diakhiri dengan perginya si cewek ke rumah orangtuanya. Si cowok juga pulang
ke rumah orngtuanya.
orangtua si cowok marah kepada cowok itu kenapa meninggalkan si
cewek--yang ternyata katanya mereka (cewek cowok yang ribut tadi) kawin
kontrak. si cowok bilang dia tidak mau kawin kontrak dilanjutkan karena si
cewek tidak mau diajak hubungan seks.
"saya kembalikan dia dengan utuh," kata si cowok.
"maksud kamu apa?" orangtuanya tidak mengerti.
"Ya gitu deh. sebab si Shelomitanya (nama karakter cewek) tidak mau
diajak "gituan"?
"gituan gimana?"
"Ya... gituan" si cowok tidak berani mengatakan bahwa si cewek tidak mau
ngelakuin hubungn seks dengannya. "Tapi kalau diraba-raba sih iya," si cowok
tersenyum.
di lain scene film ini menggambarkan begini:
cowok itu dengan temannya telanjang di pinggir kolam renang. kemaluannya
hanya ditutp dengan daun pisang. cuman daun pisang! di kolam itu ada sekitar
7 cewek yang cuma pakai pakaian renang. cewek-cwek itu mengejar dua cowok ini.
mereka pengen mengambil daun pisang yang digunakan untuk menutup kemaluan dua
cowok itu. maksudnya pengen ngelihat penis.
visualnya seperti itu. dialognya bagaimana? Parah, sangat parah!
di secene berikutnya digambarkan begini:
kedua orangtua si cewek dan si cowok menyidang cewek-cowok ini.
keduanya diminta damai dan menyelesaikan damainya di kamar tidur dengan
melakukan hubungan seks. Si cowok yang sejak awal pengen ngelakuin hubungan
seks langsung nafsu. dia langsung menarik si cewek ke kamar tidur. di kamar
tidur si cowok mengajak hubungan seks, dan MEMINTA SI CEWEK UNTUK SEGERA
BUGIL, MEMINTA AGAR HUBUNGAN SEKS SEGERA DIMULAI. SI COWOK JUGA MEMINTA SI
CEWEK AGAR MENGERANG keras AGAR ORANGTUA MEREKA TAHU BAHWA MEREKA SUDAH
MENGADAKAN PERDAMAIAN DENGAN CARA MELAKUKAN HUBUNGAN SEKS.
"ayo cepat, kamu mengerang. akh... akh..akh. oh....oh, aghhh"
omongan si cowok persis kayak gitu.
tiba-tiba bapak si cowok masuk ke kamar tidur yang di dalamnya ada
si cowok yang sedang merayu ci cewek agar segera bugil, membawa kamera. si
cowok kecewa karena rencana dia mengakan hubungan seks terganggu. bapaknya
minta maaf sambil menyerahkan kamera. si cowok yang tadi kecewa jadi bahagia.
dia langsung memasang kamera itu untuk merekam adegan hubungan seks mereka.
si cowok memaksa si cewek lagi agar segera bugil. apa yang terjadi
kemudian? kamera sudah dipasang. si cewek langsung ditarik ke atas kasur dan
ditindih!
------
Apabila anda orangtua sedang menonton film ini bareng dengan anak
anda (atau sebaliknya), apa yang anda rasakan? sangat maluuuu.
film ini bukan pendidikan seks, bung! bukan. film ini adlaah film
yang dibuat oleh orang yang kekurangan ide, idenya udah habis, udah mentok,
udah gak bisa bikin film yang bagus. progamer indosiar yang meloloskan film
ini adalah orang yang tidak punya tanggungjawab. saat saya menonton film ini
saya jadi ingin tahu seperti apa wajah orang indosiar yang meloloskan film ini.
saat saya ikut workshop film untuk anak yang diselenggarakan oleh
UNICEF dan YKAI di bogor beberapa lalu, seorang pembicara yang berasal dari
RCTI mengatakan bahwa dia melarang anak-anaknya untuk nonton teve. kata dia
teve udah tidak sehat untuk dikonsumsi,
orang itu dikomentari: lha, bapak melarang anak bapak untuk nonton,
pada saat yang sama bapak membuat progran teve yang tdk sehat untuk anak orang
lain.
dia kemudian tersenyum. senyum yang mengisyaratkan ketidak berdayaan
-----
kembali ke soal indosiar, saya rasa indosiar harus diprotes. jika
protes tidak didengar, rasanya pantas juga untuk didatangi kantornya. biasanya
kalao udah didatangi baru mudeng.
----
sorry saya sangat emosional. sebab hati saya tidak terima orang dikasih
racun oleh INDOSIAR yang keterlaluan itu. sekali lagi saya minta maaf
kepada semua.
salam
Ibnu AA
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/