Persaingan Di Jalan Raya

Jika anda ingin mengetahui tabiat manusia, lihatlah perilaku 
pengendara di jalanan, semuanya berebut untuk mendahului yang lain, 
sangat sedikit yang secara sengaja mengalah untuk memberi kesempatan 
kepada orang lain. Lampu merahpun sering diabaikan pengendara jika 
nampak tidak ada polisi di sana. Apa akibat dari perilaku egois 
itu ?. Akibatnya adalah kemacetan total yang menyengsarakan  orang 
banyak.  Memang di dalam sistem kehidupan, untuk kesejahteraan hidup 
bersama diperlukan adanya pengorbanan dari pihak-pihak tertentu. 
Untuk pesta perkawinanpun ternyata harus ada ayam atau kambing yang 
dikorbankan, ada juru masak yang sejak kemarin tidak tidur, ada 
panitia yang bekerja keras dan seterusnya. Negara kita berdiri juga 
antara lain berkat pengorbanan para pahlawan bangsa.  Jika tidak ada 
satu pihakpun yang bersedia mengorbankan dirinya maka sistem 
kehidupan menjadi macet, kenyamanan akan berubah menjadi 
kesumpekan.  Dalam agama, kesediaan berkorban demi mengutamakan 
orang lain disebut itsar. 

Mengutamakan orang lain meski diri sendiri dalam keadaan sulit 
merupakan  puncak kebajikan. Keutamaan ini, seperti yang disebut al 
Qur'an, dicontohkan oleh penduduk kota Yatsrib (sahabat-sahabat 
Ansor) terhadap pengungsi ( Muhajirin) dari Makkah, yakni meski 
orang Madinah hidup dalam kesulitan (walau kana bihim khashashah), 
tetapi mereka mengutamakan membantu pengungsi yang datang dari 
Makkah (Muhajirin). Dengan semangat itsar itulah akhirnya dua 
kelompok masyarakat, yakni Ansor dan Muhajirin, dibawah bimbingan 
Rasul berhasil berperan sebagai pilar utama membangun masyarakat 
Madani , dan kota Yatsrib diubah namanya menjadi Madinah al 
Munawwarah (kota masyarakat berbudaya tinggi yang tercerahkan). 

Kesediaan berkorban demi kesejahteraan bersama memang merupakan 
karakteristik masyarakat berbudaya tinggi.  Krisis multi dimensi 
yang terjadi di negeri kita antara lain disebabkan karena kuatnya 
egoisme dan lemahnya itsar. Penguasa politik all out mempertahankan 
posisinya sambil menekan habis peluang aspirasi politik lawan, 
pengusaha besar mengekploitasi habis semua peluang ekonomi sambil 
mendesak ke pinggir peluang ekonomi kecil, birokrat memusatkan 
perhatiannya pada interst pribadi sambil menutup mata atas bencana 
yang menimpa bangsa, semuanya persis seperti perilaku pengendara 
lalu lintas di jalanan.  Puncak dari egoisme itulah yang menyebabkan 
kehidupan sekarang bagaikan kemacetan lalu lintas, macet politik, 
macet ekonomi dan macet budaya. Semua mengeluh tentang narkoba, 
tetapi semua tak berdaya untuk melakukan sesuatu, semua mengeluh 
tentang  siaran televisi yang sangat vulgar  pornografi, tetapi 
seperti tak ada jalan untuk menghentikannya, semua mengeluh tentang 
harga diri bangsa yang diinjak-injak asing, tetapi semuanya hanya 
berhenti pada mengeluh, bahkan semua mengeluh tentang kepemimpinan 
nasional, tetapi semua tejebak dalam kemacetan politik.

Untuk menghindari kemacetan, harus banyak dibuka jalan alternatif, 
rambu-rambu lalu lintas harus ditempatkan di tempat yang strategis 
dan harus dijamin efektifitasnya oleh perangkat hukum. Begitu pula 
dalam kehidupan secara umum. Jendela katarsis harus terbuka, sistem 
harus berjalan fair, dan pemihakan kepada si lemah harus melekat 
dalam sistem.Untuk mengarah ke sana pasti ada pihak-pihak tertentu 
yang harus siap berkorban. Jika semuanya tak mau berkorban, jangan 
berharap krisis bangsa ini akan berakhir. Wallohu a`lam.

Wassalam,
agussyafii
http://mubarok-institute.blogspot.com






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke