Kalau saya memilih pengen jadi orang jujur yang kaya . Harta banyak bisa
beramal lebih banyak. Jadi harusnya orang mukmin itu berusaha jadi ornag kaya.
Rezeki adalah pemberian Allah, orang yang jujur dan pembohong tidak berkorelasi
positif terhadap banyaknya harta dia di dunia.
Seperti orang yang pintar dan bodoh tak berkorelasi positif terhadap jumlah
rezeki yang ia miliki. Ada orang bodoh yang lebih kaya dan orang pintar yang
melarat atau sebaliknya.
Kecuali amalan kebaikan akan berkorelasi terhadap balasan yang ia akan
peroleh. he he he
salam,
aris
http://www.kompas.co.id
Arief Rachman: 17 Kali Masuk Penjara
BANDAR LAMPUNG, SELASA - "Saya pernah tujuh belas kali masuk penjara selama
pemerintahan Bung Karno dan Pak Harto, tapi sampai sekarang saya terus eksis
dan bekerja keras, tidak ada masalah serius dengan hal itu, jalan terus saja,"
kata Dr Arief Rachman MPd, sosok pendidik yang cukup dikenal di Tanah Air.
Secara blak-blakan saat diskusi pendidikan yang diselenggarakan salah satu
koran harian di Lampung itu, pengajar S3 (strata tiga) yang masih bertahan
tetap menjadi guru SMA di Jakarta itu, menyebutkan, akibat pemikiran dan
komentar kritisnya dia memang pernah sembilan kali dihukum pada masa
pemerintahan Presiden Soekarno, dan delapan kali saat Soeharto berkuasa.
"Tetapi hampir semua anak-anak keluarga Soeharto selalu dititipkan belajar di
sekolah saya, tidak ada masalah pula," ujar Arief.
Pendidik yang berpengalaman menjadi kepala sekolah (SMA Lab School IKIP
Jakarta) dan pernah "dicekal" pemerintah selama sekitar 12 tahun tidak bisa
naik pangkat bahkan pernah "dikeluarkan" dari tempatnya mengajar itu pun
mengingatkan agar masyarakat kita memiliki rasa percaya pada kemampuan diri
dan bangsa sendiri yang besar.
"Orang Indonesia sekarang secara sistematis seperti sedang dibuat menjadi
bangsa yang minder, padahal kemampuan kita sebenarnya tidak kalah dari bangsa
maju lainnya," ujar dia.
Kalau bangsa Indonesia minder dengan negara-negara lain karena menganggap
mereka lebih maju, termasuk dengan Malaysia dan Singapura, itu menjadi aneh,
ujar Arief Rachman.
"Kita semua bisa menjadi warga dan bangsa yang unggul, antara lain dengan
gemblengan dari dunia pendidikan yang mampu mengembangkan sekaligus lima
potensi bagi anak didik, yaitu potensi spiritual, emosional, sosial,
intelektual, dan jasmani," katanya.
Sayangnya, kata dia lebih lanjut, pendidikan formal anak-anak kita di
sekolah sekarang lebih cenderung mengedepankan pengembangan potensi intelektual
semata, sehingga potensi keunggulan lain yang dimiliki anak didik tidak dapat
berkembang dengan baik.
Dia memberi contoh, kemajuan pendidikan di negara Barat yang katanya lebih
unggul, namun tidak dapat mengembangkan potensi spiritual anak didiknya dengan
baik, sehingga berkembang perilaku seks bebas dan kawin tanpa nikah.
Arief pun mengingatkan, sebagai manusia sejak awal mesti berani memilih untuk
menjadi jujur atau kaya, salah satu saja, tidak dua-duanya.
Menurut dia, kalau memilih menjadi kaya, berarti akan cenderung mengedepankan
urusan dunia dan mengabaikan akhirat, sedangkan untuk menjadi jujur berarti
akan menjaga diri serta berpikir menyiapkan bekal di akhirat kelak.
"Bukankah, kapan saja kita bisa meninggal dan tidak ada seorang pun yang
mengetahuinya, sehingga perlu persiapan dan latihan agar setiap saat kita
meninggal semuanya telah dipersiapkan dengan baik," ujar Arief Rachman lagi.
Sumber: Antara
Penulis: jodhi
The great job makes a great man
pustaka tani
nuraulia
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates
starting at 1¢/min.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/7EuRwD/fOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/