Kalau anda faham ilmu kriminologi dan impelentasinya dalam ilmu 
sosial politik, anda akan tahu, bahwa dimanapun, hukuman pidana 
mempunya effek mengancam, untuk menghindari pengulangan delikt 
pidana itu.

Tulisan para sosiolog membuktikan, dalam negara yang sangat menekan 
kemiskinannya, seperti di kota kota Mexico city, Rio de Janeiro, 
Mumbai, Jakarta, dsb, hukuman tak lagi menakutkan. Walau ditembak 
ditempatpun!

Karena itu mereka merekomendasi proses sosialisasi yang baik, 
pemberian lapangan kerja bagi ex penjahat. Juga diingatkan, 
kemiskinan yang menekan dan ketidak adilan sosial adalah tanah subur 
bagi kriminalitas. Ancaman, hukuman mati ataupun potong tangan, tak 
selalu menolong mengurangi kejahatan.

Lihatlah walau ada kursi listrik dan suntik racun di AS, tetap ada 
penjahat besar.

Melakukan ibadat karena mengabdi Tuhan (dalam agama apapun) adalah 
lebih mulia, daripada ibadat karena takut dipukuli polisi agama.
Bukti kita lihat, di negara negara yang menterapkan syariat, tetap 
banyak terjadi kejahatan dan kemaksiatan.

Apakah Aceh lebih berperilaku baik, daripada propinsi lain? Bahh I 
don't believe it






--- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Tulisan yang menarik, bolehkah saya menganalogikan kisah ini 
dengan syariat Islam. 
>    
>   Begitu pula dalam syariat ISlam yang  saya pahami jika pencuri 
mencuri karena alasan kelaparan maka dia tidak dihukum. Ini pernah 
terjadi pada masa khilafah Umar bin Khattab. Hukuman potong tangan 
tidak berlaku pada masa paceklik dan kelaparan. Batas atau nishab 
pencuri yang dipotong tangan adalah 1/4 dinar atau sama dengan 1,25 
gram emas atau sekarang mungkin 200 ribu. Begitu jelas bukan hukum 
dalam Islam mengenai pencuri. 
>    
>   Lebih dari 1/4 dinar dan  dengan alasan bukan lapar maka dia di 
potong tangan. Tapi yang terjadi saat ini orang kecil mencuri ayam 
seharga 40 ribu digebukin hingga mati sedangkan korupsi yang 
menyengsarakan seluruh masyarakat... hidup mewah di prodeo. :(((. 
Hendaklah keadilan juga tidak memilah si kaya dan miskin, karena 
manusia dinilai dari ketakwaannya. Cuma untuk menuduh mencuri harus 
menghadirkan saksi yang benar2 melihat ia mencuri dan barang 
curiannya. 
>    
>   "Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah 
tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan 
dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha 
Bijaksana" (Al Maa-dah:38) 
> 
>   Kalau kita tidak mencuri, kenapa musti takut menerapkan ini 
kecuali.....
>    
>   Kira-kira kalau potong tangan ini diberlakukan apa yang 
terjadi... Insya Allah sulit sekali ditemukan orang yang mencuri, 
kecuali mencuri hati he he he he
>    
>   Sorry mas Ambon , intermezo juga.
> 
> Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=6758&jenis=Ananda
> 
> Selasa, 25-07-2006 
> 
> Raja dan Pencuri 
> Oleh : Kak Satri 
> 
> Dahulu kala ada seorang raja yang kaya raya. Sang Raja begitu 
yakin akan keadilan aturan dan keputusan yang dibuatnya.
> 
> Suatu hari seorang pengawal kerajaan memergoki seorang pengemis 
yang sedang mengendap-endap bermaksud mencuri nasi dari dapur 
kerajaan. 
> Sang raja murka dan memerintahkan supaya pencuri itu dihukum 
gantung karena begitulah hukuman bagi seorang pencuri. 
> "Ah.., sayang sekali,"keluh pencuri itu ketika dalam perjalanan di 
hadapan pengawal kerajaan. 
> "Mulai sekarang sebuah rahasia besar dari ayahku akan mati 
bersamaku. Tapi saya senang bahwa saya tidak membocorkannya di 
hadapan Sang Baginda Raja." 
> "Jika Sang Baginda Raja menanam biji buah salak, maka biji salak 
itu akan tumbuh dan berbuah hanya dalam semalam. Kalau tidak ada 
saya, dapatkah itu terjadi ? Itulah rahasia yang telah diajarkan 
ayahku kepadaku dan aku harus terus merahasiakannya," katanya dengan 
pandangan sayu. 
> Sang Raja pun ternyata ingin tahu. "Tentang rahasia itu kamu harus 
menunjukkan kepadaku," kata Sang Raja tidak percaya lalu 
memerintahkan pengawalnya memetik buah salak dari kebun kerajaan. 
> Bersama dengan Pegawai Kerajaan, Pengawal Kerajaan dan Sang Raja 
pergilah Si Pencuri malang itu ke kebun kerajaan. 
> Si Pencuri mulai menggali tanah dan membuat kubangan kecil untuk 
biji buah salak di tangannya. 
> Namun ia tidak segera meletakkan biji salak tersebut ke kubangan 
kecil yang telah di buatnya. Selanjutnya ia berdiri dan 
berkata, "Saya bisa membuat sebuah mukjizat, jika orang lain yang 
meletakkan biji salak ini ke kubangan kecil itu. Saya sendiri tidak 
boleh meletakkan biji salak ini ke kubangan kecil itu. Hanya seorang 
yang belum pernah mencuri atau mengambil sesuatu dari orang lain, 
apa yang bukan menjadi haknya boleh meletakkan biji salak ini. 
> Karena saya seorang pencuri maka harus salah satu dari kalian yang 
melakukannya. 
> Pegawai Kerajaan, Pengawal Kerajaan dan Sang Raja terdiam. Situasi 
menjadi hening. Yang terdengar hanyalah suara burung berkicau dan 
lebah yang mendengung. 
> Si Pencuri menoleh ke Pengawal Kerajaan dan memohon, "Sudikah Tuan 
meletakkan biji salak ini ?"Pengawal Kerajaan itu mulai gemetar dan 
berkata lirih, "Biji salak itu tidak akan tumbuh, jika aku yang 
meletakkannya. Dulu ketika saya masih muda, saya pernah mencuri." 
> Lalu Si pencuri itu berpaling ke Pegawai Kerajaan dan 
berkata, "Sudikah Tuanku melakukannya?" 
> Pegawai Kerajaan itu tampak pucat lalu menundukkan 
kepalanya, "Saya juga tidak bisa melakukannya," katanya lirih, 
> " Saya juga pernah mencuri." 
> Kini Tinggal Sang Baginda Raja. Kata si Pencuri itu, "Tuanku 
Baginda Raja, Tuankulah satu-satunya orang yang belum pernah 
mengambil barang milik orang lain yang bukan menjadi hak, Baginda. 
> Jadi, sudikah Tuanku Raja meletakkan biji buah delima ini ?" 
> Tiba-tiba saja wajah Sang Raja menjadi pucat pasi. Ia terdiam 
membisu lalu menggoyangkan pundaknya. 
> "Saya juga pernah mengambil barang milik kerajaan tanpa 
sepengetahuan siapapun. 
> Lalu Si pencuri memecah keheningan dengan berkata,"Sang Baginda 
Raja, Tuanku adalah seorang yang berkuasa dan kaya raya. Tak satu 
pun berkekurangan. Dan sekarang tak satu pun di antara kalian mampu 
menumbuhkan biji buah salak ini. Oh... malang sekali nasibku. Aku 
yang baru akan mengambil nasi, supaya rasa laparku hilang akan 
digantung," keluhnya. 
> "Kamu sungguh bijaksana!" sahut Sang Raja tiba-tiba sambil menatap 
Si Pencuri yang kelihatan sangat sedih. 
> "Kamu telah menunjukkan kepada kami bahwa tak seorang pun 
sempurna.Saya membatalkan keputusan hukum gantungmu. Kamu bebas. Dan 
sebagai tanda terima kasihku, saya menghadiahi kamu kalung permata 
kerajaan milik ayahandaku. Pergilah sekarang ! Kamu telah membuka 
mataku. 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> The great job makes a great man
>   pustaka tani 
>   nuraulia
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
>  Everyone is raving about the  all-new Yahoo! Mail Beta.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/WktRrD/lOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke