Mbak Aris,

Silahkan Anda forwardkan juga balasan saya JAPRI yang kedua untuk melengkapi
saling-silang ini.

Saya tunggu forwardan Anda.

KOMBOI

On 7/26/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    Pengantar:
> Tulisan dibawah adalah forward pribadi via japri karena saya menghormati
> permintaan beliau. Saya ingin tahu sejauh mana reaksi mas Komboi bila
> diskusi via japri apakah beliau tipe yang bisa dipercaya?. Ini untuk
> mengentahui Anda itu tipe seperti apa, saya kecewa. Kalau untuk milis saja
> Anda maaf belum bisa dipercaya, apalagi saya mempertimbangkan bertetangga.
> ^_^,
>
> Nyatanya diskusi via japri diangkat di milis umum tanpa izin dari saya
> ^_^. Saya sudah menebaknya. Maaf lho inilah kepekaan dan sensitivitas saya
> ^_^
> dan perlu Anda ketahui mas, saya sangat memperhitungkan apa pun yang saya
> tulis..... nulis di milis adalah bentuk refeshing saya untuk membuat tulisan
> di kantor dll ^_^
>
> Jadi biar sekaliyan balasan japri saya tampilkan juga.
>
> Mas Komboi,
> Mungkin Anda sendiri pun tak memahami saya dan pemahaman agama saya. saya
> menghaturkan apa yang saya yakini tak harus Anda menerimanya. Sesuatu yang
> saat ini bagi Rakyat Indonesia sedang mengalami krisis dimensional. Yang
> saya bahas adalah agama saya, dan silakan Anda membahas dari sudut agama
> Anda. Saya akan menghagainya, sehingga saya akan memahami agama Anda. Itulah
> kenapa diskusi ini ada.
>
> Namun jangan sekali-kali bila Anda maaf kurang memahami agama saya mencoba
> melaburkannya atau mencoba ikut membahasnya. Bukankah itu sudah adil.
>
> Masalahnya adalah kisah yang unik entah cerita anak, hidup dll adalah
> inspirasi dalam hidup saya khususnya dalam menulis.Bagi Anda itu tidak
> berarti apa-apa, tapi tidak demikian dengan saya. tak apa saya dianggap anak
> kecil, karena mungkin saya anak kecil atau bahkan setitik debu tak berarti
> diantara seluruh ciptaan Tuhan.
>
> Seperti ketika mbah Danar mengatakan saya anak kecil saat saya menulis
> pada mas Ahmad tentang perlunya memohon maaf, yang bagi saya itu adalah
> suatu latihan belajar The Art of Communication by Poniman Lee. dan
> Alhamdulillah mas Ahmad berhati lembut mau meminta maaf, jarang orang lelaki
> yang demikian.
>
> Bilakah saya dikatakan militan sesungguhnya banyak orang demikian dan
> seharusnya dalam beragama, namun kadang mereka tidak jujur dan suatu saat
> Anda akan menjumpainya. Yang saya impikan adalah penerapan syariat Islam
> sebagai problem solving seluruh permasalahan hidup manusia yang terjadi,
> tanpa memaksa Anda dan non muslim pindah agama atau menerimanya.
>
> Bila Anda punya konsep alternatif untuk membantu Indonesia dan berbagai
> masalah yang terjadi di seluruh dunia yang aplikatif, jelas dan batasannya
> jelas. maka silakan Anda haturkan...minimal sebagai wacana bukan sekedar
> menolak atau membantah pendapat orang lain.
>
> Sugguh jika Anda dan rekan-rekan seagama dengan Anda membahas tentang
> agama Anda saya tak ingin mencampurinya....karena postingan saya lebih saya
> tujukan pada umat Islam. Mohon Anda tak tersinggung hati. Saya ingin umat
> Islam kembali bertaat pada Islamnya. terima kasih telah mengingatkan saya,
> tapi mohon berilah masukan pada saudara Anda yang lain mengenai hal ini.
>
> salam,
> aris
>
>
>
> Yohanis Komboi <[EMAIL PROTECTED] <ykomboi%40gmail.com>> wrote: On
> 7/26/06, aris solikhah wrote:
>
> > He he he, saya paling tidak suka diremehkan. Apalagi sebuah kebenaran
> > pendapat dikorelasikan usia. Kelihatan banget orang yang memilah
> kebenaran
> > karena usia itu orang yang mempunyai sifat rasa sombong...melihat
> kebenaran
> > dari latar belakangnya.
> >
>
> Aneh tapi nyata. Di mata saya justru Andalah yang meremehkan begitu banyak
> manusia mbak Aris. Advokasi Anda atas SI yang mirip cara jual kecap itu
> menegasi keberagaman manusia. Entah paham atau tidak, Anda terus
> menggemborkannya sampai-sampai saya dalam hati mempertanyakan kepekaan
> radar
> sosial Anda. Semisal joke, bukankah joke itu lucu dn menarik untuk satu
> dua
> kali? Kali yang ketiga sudah perlu dipertanyakan kepekaan rasa Anda. Kali
> ke
> empat mungkin sudah joko sembung-lah.
>
> Kenyataan bahwa Anda bisa nginternet sepanjang waktu menunjukkan kalau
> Anda
> sudah gede, tapi kenapa gede Anda itu tidak menyebabkan Anda cukup kritis
> dan realistis membaca? Cerita forwardan Ambon itu cerita gombal untuk
> menumbuhkan pemahaman moral anak kecil, sekali lagi anak kecil, lha kok
> dibawa ke SI :-( (feel sorry) ? Lagipula, silahkan lihat lagi cerita itu
> aslinya kiriman Ambon, masak ada biji salak ujug-ujug jadi biji delima?
> Ini
> saja menunjukkan crita itu tidak dimaksudkan untuk diseriusi.
>
> Percaya nggak, saya pernah ketemu dengan orang semilitant Anda dalam hal
> lain, yaitu dalam hal olahdiri Satria Nusantara (SN). Si teman itu
> berusaha
> meyakinkan bahwa apapun bisa terjadi berkat SN. Sekali waktu dia nyerocos
> tentang SN ke teman yang Perisai Diri (PD) apa yang terjadi? Well, sesama
> militant dilarang saling mendahului bukan? Hampir terjadi bubat kalau saja
> tidak dicegah... alih-alih peka sosial, yang ada adalah pekok sosial.
>
> Zo, wat is dan de moraal van het verhaal?
>
> Gombal.. kenapa tak sekaliyan saja, surga dan neraka itu gombal, SI telah
> > diterapkan Nabi Muhammad dan 4 khulafaur rasyidin dan dilanjutkan para
> > khalifah. Syariat Islam telah diterapkan selama 14 abad mengusai 2/3
> benua
> > dunia.Dan semua itu berakhir pada 3 Maret 1924 saat Kekhilafahan Turki
> > diruntuhkan...di Anda bisa baca di buku Tarikh Khulafa dan Runtuhnya
> > Khilafah Turki Ustmaniyah penerbit Al Kautsar di Gramedia Insya Allah.
> >
>
> Dan semua berantakan bukan? Bacalah mbak Aris, bacalah. Bukankah Anda juga
> diminta membaca?
> Sekali lagi bacalah. Cari informasi bagaimana kekhalifahan islam Turki
> berkontribusi terhadap terjadinya penjajahan modern oleh orang Eropa.
> Baca.
> Baca dan baca. Tentang surga dan neraka, berbahagialah suatu saat nanti
> kita
> semua akan bisa membuktikan sendiri apa dan bagaimananya.
>
> saya telah menulis ini dan kisah2nya dipostingan2 terdahulu dah lama
> > sekali, kemana saja mas Komboi baru bergabung ya....pertanyaan Anda juga
> > sudah sangat basi.
> >
>
> Pernahkah mbak Aris melihat nama saya sebelum ini?
>
> Basi iya, itu juga yang saya pahami. Kenapa hal yang sudah basi itu masih
> juga luput Anda mengerti?
>
> Pengen banget sih tau pribadi orang.. apa perlunya.. mau cari-cari
> > kelemahan orangkah... sekaliyan nanti nanya pendidikan, latarbelakang
> > keluarga dll.
> >
>
> Saya tidak tahu Anda.
> Merefer ke forwardan Ambon, bila saja Anda cukup jernih dan kritis dalam
> berpikir (nampaknya susah ya), Anda akan mampu memahami text itu dari
> kacamata seorang ibu yang sedang mengabarkan pelajaran moral untuk
> anaknya.
> Itu inti pertanyaan saya tentang apakah Anda sudah berkeluarga belum.
>
> Untuk kita, adult, text itu adalah pelajaran moral yang gombal. Kenapa
> gombal? Bila Anda lihat saja sistim sosial kontekst cerita itu. Hukum ada
> di
> tangan raja, mengubahnya seperti esuk tahu sore tempe. Apa itu SI yg Anda
> gambarkan mbak Aris? Kontekst itu jan blas nggak berbobot. Dan... hal
> nggak
> berbobot itu Anda boboti di luar proporsi. Apa ini salah kebet saja? :-)
>
> Masalah usia juga pernah saya posting ko dulu...saya juga kurang peduli
> > dengan usia Anda, mau sudah kakek, bapak-bapak atau pemuda itu bukan
> urusan
> > saya.
> >
>
> Sekali lagi saya katakan, saya nggak tahu Anda.
>
> Betapapun,ada yang menarik dari Anda mbak Aris, sampai-sampai di salah
> satu
> tulisan pernah saya katakan kalau saya akan dengan senang hati memiliki
> Anda
> sebagai tetangga. Itu masih berlaku lho. Saya baca ada kejujuran innocent
> yang Anda tampilkan. Modal bagus sesungguhnya. Akan bisa lebih bagus bila
> bisa dimatangkan dengan kepekaan sosial.
>
> Begitu saja dulu.
>
> Komboi
>
> > Salam,
> > aris
> >
> >
> > *Yohanis Komboi *wrote:
>
> >
> > Mbak Aris,
> >
> > Anda kan sudah gede, masak masih percaya cerita gombal yang membedakan
> > biji
> > saja tidak bisa? C'monlah.
> >
> > Satu pertanyaan saya yg sudah basi. Dimana sih ada kisah sukses SI
> seperti
> >
> > yang mbak Aris impikan?
> >
> > Pertanyaan private mbak (jawaban boleh dikirim secara JAPRI), apakah
> Anda
> > sudah berkeluarga?
> >
> > Salam,
> >
> > Komboi
> >
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-digest%40yahoogroups.com>
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-nomail%40yahoogroups.com>
> 6. kembali menerima email: [EMAIL 
> PROTECTED]<ppiindia-normal%40yahoogroups.com>
>
> Yahoo! Groups Links
>
> The great job makes a great man
> pustaka tani
> nuraulia
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/3EuRwD/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke