Refleksi: Jauh-jauh dari Jakarta untuk melihat panen ubi jalar ataukah panen pemakaran propinsi-propinisi baru untuk menempatkan birokrat-birokrat kleptokratik atas nama kehendak rakyat Papua?
http://www.gatra.com/artikel.php?id=96570 Yudhoyono Tinjau Panen Ubi Jalar di Wamena Wamena, 27 Juli 2006 11:12 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis pagi (27/7), tiba di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, untuk meninjau hasil panen ubi jalar di Kabupaten Yahukimo, wilayah yang beberapa bulan lalu mengalami kelaparan hingga menewaskan 83 warga setempat. Yudhoyono, didampingi istri Ani Yudhoyono, Gubernur Papua Barnabas Suebu serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu, tiba di Bandara Wamena menggunakan pesawat Hercules C-130 pada pukul 08.40 WIT, disambut Bupati Jayawijaya Nicholas Jigibalom. Dari Bandara Wamena, Yudhoyono langsung meninjau Posko Interdep Penanganan Kerawanan Pangan di Bandara Wamena dan sempat mendengarkan pemaparan Tim Interdep serta melakukan kontak melalui radio SSB (single-side band) dari Posko Wamena ke Posko Pasema, Yahukimo. Setelah itu, dengan berkendaraan mobil, Yudhoyono dan rombongan berangkat menuju Kurima di Yahukimo guna meninjau hasil panen ubi jalar di wilayah tersebut. Menurut rencana, Yudhoyono akan terbang menggunakan helikopter ke Pasema, Yahukimo, tidak hanya untuk meninjau hasil panen, tapi juga memulai panen ubi jalar. Namun karena cuaca yang tidak mendukung, kunjungan ke Pasema tersebut batal dilakukan pada Kamis pagi. Menurut Bupati Yahukimo, Ones Pahabol, ubi jalar yang akan dipanen dalam hari-hari ini di Pasema berada di lahan seluas 200 sampai 300 meter persegi, yaitu di kebun-kebun yang dimiliki warga. Panen, lanjut Pahabol, tidak serentak dilakukan di semua wilayah Yahukimo karena setiap daerah memiliki masa tanam dan masa panen yang berbeda. Data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian menyebutkan mencuatnya kasus kelaparan di Kabupaten Yahukimo beberapa bulan lalu telah menewaskan 83 warga setempat, yaitu 45 orang di wilayah Kosarek, 23 di Dagi, dan 15 di Korupun. Penyebab lain kematian tersebut adalah ISPA, muntaber, malaria, diare dan demam serta dipicu dengan curah hujan yang tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut, Yudhoyono telah memerintahkan dibentuknya Tim Interdep Penanganan Kerawanan Pangan di bawah Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dengan anggota yang terdiri atas antara lain wakil Departemen Pertanian, Departemen Sosial, Departemen Kesehatan, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen ESDM, Dep Pendidikan Nasional, Departemen Perhubungan, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, serta Kementerian Daerah Tertinggal. [EL, Ant] [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

