REFLEKSI: Kalau bisa maju berarti sudah lama maju, karena perusahaan-perusahaan 
Belanda yang dinasionalisasikan pada pertengahan tahun 1950-an yang dikuasi 
oleh TNI tidak membawa keuntungan tetapi beban negara, yang dipakai menjadi 
salah satu sebab utama untuk dijatuhkan Soekarno. 

Tidak bisa maju disebabkan karena  tidak mempunyai  kecakapan dan oleh karena 
itu tidak mampu. Tidak mampu berarti tidak ada harapan, apalagi kalau  
kebanyakan perwira yang ditempatkan pada berbagai posisi penting adalah bandit 
koruptor. 

KOMPAS
Jumat, 28 Juli 2006 

 
Persaingan Usaha
Bisnis TNI Tak Bisa Diharapkan Maju 




Jakarta, Kompas - Di tengah persaingan bisnis yang ketat serta tanpa dukungan 
kekuasaan, monopoli, dan kebijakan seperti di era Orde Baru, usaha bisnis 
Tentara Nasional Indonesia tidak bisa diharapkan maju dan berkembang. 

Dari hasil inventarisasi Markas Besar TNI yang mencatat adanya seribuan unit 
bisnis di lingkungan TNI, diperkirakan hanya di bawah 10 unit bisnis yang cukup 
besar dan baik kinerjanya, seperti hak pengusahaan hutan (HPH), jasa angkutan, 
dan perdagangan umum. Sisanya dinilai sekarat. 

Demikian Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan Letnan Jenderal Sjafrie 
Sjamsoeddin, sebelum rapat koordinasi bersama menteri lain dengan Wakil 
Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Kamis (27/7) di Istana Wapres, Jakarta. 

"Bisnis TNI itu jangan dianggap besar-besar. Yang besar itu paling di bawah 10. 
Sisanya sekarat. Kenapa? Sebab, pada waktu lalu, bisnis TNI didukung power, 
kebijakan, dan monopoli. Sekarang tidak lagi," ujar Sjafrie. 

Dulu, bisnis TNI bisa menambah kesejahteraan prajurit. "Sekarang, sulit 
diharapkan. Paling, setiap tahun, kalau mau Lebaran atau Natal. Kalau ada 
prajurit yang cacat dalam tugas, baru ada santunan. Dari negara tidak ada," 
lanjut Sajfrie. 

Kini banyak bisnis TNI yang merosot dan bahkan ada yang tidak mampu lagi 
membayar karyawan. Areal HPH sekarang ini tinggal 10 persen. "Hingga 1998, 
areal HPH ada 750.000 hektar yang dikelola sejak 1970-an, tapi setelah 
dievaluasi dan sebagian ditarik pemerintah, kini hanya tinggal 500 hektar," 
jelas Sjafrie. 

Dalam rapat kerja di DPR beberapa waktu lalu, hasil inventarisasi Markas Besar 
TNI menyatakan, dari 1.520 unit bisnis di lingkungan TNI, hanya 6 sampai 7 
perusahaan yang sehat dengan nilai aset Rp 1 triliun. (har) 


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke