Tak terasa sudah sepuluh tahun kejadian 27 Juli ini, sudah masanya kalau 
peristiwa ini dimasukkan sebagai tonggak sejarah Indonesia karena sudah 
mencapai usia 1 dasa warsa.
   
  Tapi seperti budaya yang mempengaruhi kehidupan di Indonesia, kejadian ini 
sirna tanpa suara, hilang begitu saja, walaupun ini adalah tonggak sejarah 
dimulainya tiupan udara baru yang membawakan napas demokrasi dan oposisi keras 
terhadap kekuasaan tirani Suharto.
   
  Nyatanya gedung di Jl. Diponegoro 58 yang dulu adalah markas/kantor PDI 
sekarang nyaris rubuh dan deldel duwel fisual gedung nya apalagi arti 
psikologisnya. Tahun2 pertama peringatan tgl 27 Juli di hayati dengan orasi dan 
berjubel massa yang mengikuti peringatan ini, sambil menuntut agar peristiwa 
berdarah 27 Juli sedasawarsa yang lalu di tuntaskan.
  Kemarin menurut berita hanya belasan yang datang dan massa yang lesu dan 
frustrasi itu juga tinggal menelan ludah kekecewaan.
   
  Si Limbuk yang menggantikan GusDur juga setelah duduk dan merasakan nyamannya 
kursi ke-presidenan tidak mau atau tidak berani atau ogah membuka perkara 
ini,perkara habisnya nyawa patriot Indonesia. Diperkirakan selain ratusan yang 
pernah dipenjara, tapi disamping itu ada yang hilang dan ada korban jiwa dalam 
peristiwa 27 Juli ,10 tahun yang lalu.
  Disini terbukti sekali lagi, pemimpin Indonesia itu, sebelum jadi pemimpin 
dan sesudah jadi/nangkring jadi pemimpin ,suaranya jadi berubah, bak bunglon! 
Limbuk yang di bela oleh pendukungnya dan berkorban untuk si Limbuk dan nilai2 
demokrasi yang kepingin ditegakkan waktu itu, nyatanya dilupakan begitu saja.
   
  Yang lebih tragis komisi yang dinamakan Tim Pembela Demokrasi Indonesia(TPDI) 
lupa menyerahkan memori kasasi sampai batas waktunya, sehingga perkara ini 
kayaknya akan di sapu dibawah karpet.
   
  Bukan saja perkara korupsi negara kita jadi juara tapi juga perkara 
menghilangkan proses penelitian/penyidikan dan penuntutan perkara HAM bisa 
sirna, tanpa bekas. Komisi ini itu didirikan di sponsori oleh orang2 gede tapi 
ya sampai disitu saja prosesnya setelah selang beberapa waktu.... sirna. Jadi 
Indonesia aku calonkan sebagai juara: menghilangkan jejak perkara kriminal HAM 
jadi :...juara dunia! Simple as that!
   
  Aku punya endless list yang menyangkut perkara kriminil HAM yang tidak 
tuntas. Bagaimana Indonesia bisa maju, apabila fondasi negaranya deldel duwel 
penuh dengan kejahatan HAM yang tidak ada penuntasannya.
   
  Harry Adinegara

 Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke