Tak ada koruptor dibakar masa, sebab jumlah nilai yang dikorup jauh lebih besar dari seekor ayam kampung atau kambing, jadi anjurannya atau pelajaran yang harus diingat oleh maling supaya selamat dalam menjalankan tugas, ialah ganti profesi jadilah petinggi negara;. duit pasti banyak, rumah bagus, mau melancong keluar negeri bisa dibayar negara, kalau sakit berobat pada rumah sakit kelas satu, kalu juga tak mampu diobati bisa dikirim ke luarnegeri atas biaya negara.
----- Original Message ----- From: "Rud Dillon" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, August 04, 2006 12:42 PM Subject: Re: [ppiindia] Kambuh, Maling Dibakar! sudah pernah ada ceritanya ada koruptor yang dibakar massa? Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006080400580315 Jum'at, 4 Agustus 2006 BURAS Kambuh, Maling Dibakar! H.Bambang Eka Wijaya: BERHENTI di lampu merah, Edo dihampiri polisi dan memintanya menepi. "Maaf Pak Polisi! Aku patuh peraturan!" sambut Edo mengikuti polisi ke tepi. "Lihat, aku berhenti di lampu merah, kan?" "Temanku memberi tahu lewat radio, Anda membawa motor kencang sekali, dianggap mencurigakan!" jelas polisi. "SIM dan STNK!" "Ini!" Edo serahkan surat-surat yang diminta. "Aku kencang bukan karena mencuri motor!" "Lantas, karena disuruh ibumu menggali sumur?" timpal polisi. "Bukan!" tegas Edo. "Ingin melihat maling dibakar massa hidup-hidup! Kalau terlambat, tak melihat kejadiannya!" "Di mana?" entak polisi terkejut. "Ayo pakai motormu saja, kita harus cepat!" "Kubilang juga apa!" sambut Edo meloncat ke belakang polisi yang memacu motornya. "Lurus! Simpang depan belok kiri!" Sesampai di tempat kejadian, yang tersisa bekasnya. Kerumunan juga orang baru datang, ceritanya berdasar cerita orang sebelumnya, "Kejadiannya pagi, malingnya sempat mati baru datang polisi!" "Ayo kembali ke pos jagaku!" polisi mengajak Edo. "Begitu spontan pun respons polisi atas setiap kejadian seperti yang kulakukan tadi, tetap saja terlambat, korban tak tertolong!" "Bukan respons polisi yang terlambat, tapi amuk massa yang prosesnya amat cepat!" sambut Edo. "Maka itu, yang penting disimak ulang kenapa gejala amuk massa membakar hidup-hidup maling itu bisa kambuh lagi!" "Kurasa ini berbeda!" timpal polisi. "Dulu hal itu ramai terjadi karena peniruan! Banyak yang melakukan itu karena meniru apa yang dilakukan massa di tempat lain! Sedang peristiwa ini baru terjadi setelah kasus serupa sekian tahun reda, bisa jadi kasus ini spesifik! Apalagi kalau orang-orang yang membakar mengenal malingnya!" "Apa pun yang sebenarnya terjadi, apa pun modusnya, harus diusahakan agar gejala ini tak sampai merebak kembali!" tegas Edo. "Pasti teman yang menangani kasusnya serius dan berpikir serupa denganmu!" timpal polisi. "Sebenarnya polisi diringankan, tak memburu dan memproses kasus maling dengan massa membakar mereka! Tapi kami prihatin dengan kejadian itu karena main hakim sendiri oleh massa bisa mencerminkan rasa kurang percaya rakyat pada polisi!" "Masih ada dua hal lagi yang bisa merugikan polisi!" tukas Edo. "Pertama, citra polisi sebagai pelindung setiap warga negara terlangkahi dengan kematian maling oleh amuk massa! Kedua, kalau maling dibawa massa ke polisi yang diproses cuma kasus pencurian, kini jadi kasus pembunuhan yang dilakukan banyak orang!" "Memang, apa pun alasannya, membunuh orang--apalagi dengan cara mengerikan seperti itu--tetap harus dipertanggungjawabkan secara hukum!" timpal polisi. "Maka itu, memproses kasusnya menjadi kewajiban polisi, bukan kewajiban melindungi maling, tapi kewajiban menegakkan hukum! Dengan begitu pula diharapkan kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mengulang perbuatan serupa, apalagi kalau sekadar meniru--seperti masa lalu!" *** [Non-text portions of this message have been removed] --------------------------------- Try the all-new Yahoo! Mail . "The New Version is radically easier to use" - The Wall Street Journal [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links -- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.10.5/407 - Release Date: 8/3/2006 *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

