NU dan Muhammadiyha gak kompak?
  Itu khan gembar gembor Sdr yang ingin slalu memecah belah umat 
islam.....kenapa ya orang2 seoperti Sdr gak punya bahasan lain selain ikut2 
campur masalah dalam islam....
   
  

niel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          seperti biasa, NU dan Muhamadiyah itu gak pernah kompak.
NU tolak SI sebagai konstitusi...tapi dedengkot Muhamadiyah Din
Syamsudin kan yg selama ini mengobor2in perda2 SI...
hehehe....

ayo donk, nyatu...nyatuu...

-
-- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mbak Aris sering mengeluh "mengapa orang menolak SI, bukankah ini 
> mengikuti Al Qu'an?". 
> 
> Kini terlihat, bahwa "ingin SI, adalah mengikuti Al Qur'an" adalah 
> sekededar pemahaman (meminjam istilah mbak Lina). Anggauta NU yang 
> mewakili bagian yang cukup besar daripada saudara saudara kita kaum 
> Muslim, menyatakan sikap mereka, untuk mengawal keselamatan negeri 
> ini.
> 
> ""Memang 88 persen warga Indonesia beragama Islam. Tetapi kami tidak 
> ingin mendirikan negara Islam karena NU tetap menghendaki persatuan 
> dan kesatuan," kata Rozy Munir, Ketua PBNU..." 
> 
> 
> Salam
> 
> Danardono
> 
> 
> Minggu, 30 Juli 2006 
> 
> 
> 
> 
> NKRI Sudah Final 
> 
> 
> Surabaya, Kompas - Organisasi kemasyarakatan dan keagamaan Nahdlatul 
> Ulama kembali menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia 
> dengan dasar Pancasila sudah merupakan bentuk final bagi bangsa 
> Indonesia. Ini mengingat kondisi obyektif bangsa dengan penduduk dan 
> masyarakat yang majemuk. 
> 
> Rois Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Sahal Mahfudz 
> menyatakan hal ini dalam Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar 
> (Konbes) NU di Asrama Haji Sur

abaya, Sabtu (29/7). 
> 
> "NU siap mengawal NKRI dan Pancasila dalam rangka mempertahankan 
> persatuan dan kesatuan bangsa, tidak ingin mendirikan negara Islam. 
> Sikap tersebut akan menjadi salah satu tausiyah dan rekomendasi alim 
> ulama," katanya. 
> 
> Pernyataan itu disampaikan dengan melihat adanya gejala pengeroposan 
> dan penggerogotan yang melemahkan NKRI, seperti berkembangnya 
> sentimen dan perilaku keagamaan yang ekstrem (al-ghuluw). 
> 
> KH Sahal mengatakan, syariah Islam dapat diimplementasikan tanpa 
> harus menunggu atau melalui institusi formal. Menurut NU, yang 
> paling utama adalah mengimplementasikan nilai-nilai syariat di dalam 
> masyarakat ketimbang mengidealisasikan institusi. 
> 
> "Kehadiran institusi formal bukan suatu jaminan terwujudnya nilai-
> nilai syariat di masyarakat. NU dapat membuktikan bahwa 
> universalitas Islam dapat diterapkan tanpa harus menyingkirkan 
> budaya lokal," katanya. 
> 
> KH Said Agil Siradj, Ketua PBNU menambahkan, RI merupakan bentuk 
> final dari jerih payah perjuangan umat Islam sebagaimana diputuskan 
> dalam Munas Alim Ulama NU di Situbondo tahun 1983 dan di kukuhkan 
> dalam Muktamar NU ke-28 di Situbondo tahun 1984. 
> 
> NU sudah pernah berjuang pada masa perang kemerdekaan untuk 
> mempertahankan NKRI. Warga NU bahkan mewajibkan bela negara dan 
> menganggapnya sama dengan berjihad untuk membela agama. 
> 
> "Memang 88 persen warga Indonesia beragama Islam. Tetapi kami tidak 
> ingin mendirikan negara Islam karena NU tetap menghendaki persatuan 
> dan kesatuan," kata Rozy Munir, Ketua PBNU. 
> 
> Perda 
> 
> Sebelumnya KH Hasyim Muzadi usai acara Silaturahmi Alim Ulama yang 
> diikuti 300 kiai dari seluruh Indonesia mengatakan, perda-perda yang 
> ada saat ini sangat meresahkan dan dapat mengganggu masyarakat. Oleh 
> karena itu, masalah tersebut akan dibicarakan dalam Munas ini. (NIK)
>



         

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke