Bapak Imuchtarom, terimakasih..:) saya kok diajak maen wayang.. yak opo iki.. heheheeee tapi, saya seneng banget, jadi nambah pinter cerita2 wayang kulit, dan gambaran di masa kini kalo gak salah di cerita2 wayang juga ada panah berapi apakah ini gambaran dari bom di masa kini ya?? dan jadi inget, dulu, masa kecil, sering diajak bapakku nonton wayang orang sriwedari, di solo.. karena ibukku orang medan, gak suka wayang, anak2nya gantian tugas nemenin bapak nonton wayang..:)) ibukku pinter ya?.. daripada ngajak yg tidak diketahui ID-nya.. kalo pas giliran sy, sy seringnya tidur di kursi.. hihihiiiii tidurnya pules lagi.. ampe bubaran wayangnya.. heheheee [gak niat banget yak?? tapi kan separo darahku dari ibukku] Bapak Imuchtarom, sekali lagi, saya ucapkan trimsek.. trimakasih sekali.. tulisan Bapak agak menenangkan hati sy paling tidak, sy sudah diingatkan, ini loh sifat2 manusia.. bila tak pandai2 me-menej hati, bisa melahirkan kehancuran Ya sudaaaaaaahh, sy sih cuma bisa berharap.. tidaklah perang ini berlama-lama lagi.. segera selesai, segera ada kata sepakat, segera tammat.. ataukah, memang yg seperti ini akan terulang lagi.. dan terulang lagi di masa2 yg akan datang?? who knows?? wassalam
-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of imuchtarom Sent: Wednesday, August 09, 2006 6:35 PM To: [email protected] Subject: [ppiindia] timur-tengah = padang kurusetra (Re: Israel**Palestina**Libanon ) seandainya mba Listy juga menyukai cerita wayang kulit ... Lakon Timur Tengah itu ada mirip-2 nya juga dengan lakon Mahabharata, menurut kisah di kitab-2 suci (Taurat, Quran), bangsa Israel dan bangsa Arab itu dua-2 nya adalah keturunan nabi Ibrahim (abraham), dari isteri yang berbeda. dari Sarah, lahirlah nabi Ishaq yang (konon) menurunkan Bani Israel. dari Siti Hajar, lahirlah nabi Ismail yang (konon) menurunkan bangsa Arab. *** setidak-2 nya s/d 1 bulan yang lalu saya menganalogikan bangsa Israel dengan "Pandawa". It has nothing to do with moral comparison; Tetapi hanya karena melihat Israel ini jumlahnya sedikit/elit, tetapi sakti, kalo perang 'selalu' menang ... Analogi ini masih ditambah dengan nasib 'paralel' antara Israel dan Pandawa: keduanya di 'zaman dauhulu kala' pernah terusir dari negerinya gara-2 'kalah maen dadu', lalu Isreal/Pandawa terpaksa mengembara (diaspora) ke mana-mana, terlunta-2, tetapi - konon - Israel/Pandawa kesannya selama ini di 'kasihin' oleh dewata, apalagi mereka mendapat seorang penasehat/pendamping yang sakti mandraguna dan 'licik': Betara Kresna ( amerika ). sebaliknya bangsa-2 Arab saya analogikan sebagai 'Korawa', karena jumlahnya banyak, badannya besar-2, berewokan, suka berteriak-2 keras, tapi kalo perang melawan Israel selama ini 'kalahan'. Oleh karena itu 4 minggu ini saya terkaget-kaget campur gembira melihat adanya 'fenomena baru' melihat bahwa kaum 'Korawa (arab)' ternyata juga punya pasukan Elit bernama: Hezbollah! fenomena tsb. saya pandang mulai "mematahkan" mitos "Mahabharata" yang selama ini saya gunakan untuk menjustifikasi "nasib" bangsa Arab. *** Soal "metode perang" agar diwakili oleh "pentolan-2 nya" itu juga mengingatkan pada episode Mahabharata: perang tanding antara Arjuna & Dipati Karna pada saat perang Bharatayuda di padang kurusetra < http://id.wikipedia <http://id.wikipedia.org/wiki/Karna> .org/wiki/Karna > *** Metode perang yang di"usul"kan mba Listy itu sebetulnya mirip-2 perang pada cerita wayang, yaitu tentara yang perang dari kedua belah pihak 'janjian' bertemu di sebuah tanah lapang ( = padang ) pada hari & jam yang ditentukan. Lalu setelah diberikan aba-2, keduanya bertempur. Nanti sore hari berhenti, pulang ke kamp/ kemah buat istirahat - lalu dilanjutkan hari berikutnya. < kalo menurut sumber komik Asterix, waktu pasukan Romawi menyerbu pulau Inggris, mereka ini sering pusing, setiap jam 17:00 pasukan Inggris minta "time-out" sebentar, "excuse me sir, but it's tea time now" kata mereka sambil menunjuk arlojinya ... :) > Dengan metode seperti ini, memang pertempurannya sendiri hanya melibatkan tentara, tidak melibatkan penduduk sipil. Tapi tidak berarti nasib penduduk sipil pada perang-2 kuno jaman dulu selalu "terjamin". Sesudah perang, pasukan yang menang praktis bisa melakukan "apa saja" kepada penduduk sipil pihak yang dikalahkan. Cerita pasukan pemenang membantai, menjarah, memperkosa, menawan dan memperbudak penduduk sipil yang dikalahkan sudah menjadi cerita yang biasa dari kisah-2 perang di jaman kuno ( bahkan sampai hari ini kadang-2 masih terjadi ). *** Setelah senjata api (senapan & meriam) ditemukan, hingga abad 19 (1800 sekian), "prosedur" perang masih meniru perang versi "wayang" di atas, ini bisa dilihat pada perang nya Napoleon di Eropa dan perang saudara di Amerika. Tidak berarti perang Napoleon dan perang saudara di Amerika mrpk perang yang "bersih" ( = tidak melibatkan penduduk sipil ). Napoleon pernah juga bertindak "brutal" sewaktu melawan Spanyol, karena di sini dia menghadapi lawan yang menggunakan taktik insurgensi - menggunakan taktik perang gerilya - ambush: hit & run. Akibatnya Napoleon memerintahkan membakar seluruh desa yang dia curigai menjadi sarang Insurgen spanyol. -----( IM )------------------------------ --- "Listy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Bisa gak sih? > Jika yang maju para pentolannya aja.. > dari Israel, dari Palestina, dari Libanon.. > hadap-hadapan, secara jantan.. > kalo secara omong2 gak bisa menyelesaikan masalah.. > gontok2an deh, mereka para pentolan ini....:) > tak perlu ada senjata dan bom-bom penghancur.. > tak perlu melibatkan orang2 sipil yg menjadi korban.. > tak perlu saling menghancurkan.. > > wallahu'alam.. > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

