SISI PALING RAHASIA PENGGEMPURAN LIBANON
Menyingkap Konspirasi Besar Zionis-Salibis dan Neo Syiah-Shafawis terhadap
Ahlussunnah di Semenanjung Arabia
Editor dan Penerjemah:
Muhammad Ihsan Zainuddin
Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam
Universitas Indonesia Jakarta Angkatan IX 2005/2006
Catatan Editor:
Dalam hitungan hari saja, dunia terperangah. Dan seolah tak pernah jemu,
seluruh wajah dunia kembali berpaling ke wilayah paling panas di seantero
jagat: Palestina dan Lebanon. Ada puluhan rudal mungkin yang ditumpahkan ke
kepingan wilayah itu, dan kemudian ada puluhan bahkan mungkin ratusan- nyawa
tak berdosa yang melayang, ratusan rumah tempat bernaung nyaris rata dengan
tanah, dan gelombang pengungsian lalu menjadi fenomena yang tak terbendungkan.
Hampir bisa dipastikan, bahwa mayoritas jika tidak semua- korban kekejian itu
baik yang meninggal maupun yang harus berlari dengan wajah ketakutan
meninggalkan negrinya- adalah sekumpulan manusia yang tidak tahu menahu mengapa
orang-orang tercinta mereka harus menjadi korban
mengapa tempat bernaung yang
selama ini mereka bangun bata demi bata harus diremukkan begitu saja
Yah,
mereka tidak pernah tahu, setidaknya hingga kini.
Mereka tidak tahu
dan kita, kaum muslimin di Indonesia pun mungkin tak tahu
mengapa Hizbullah Lebanon menculik 2 tentara Israel. Tapi ketika Presiden Iran,
Ahmadi Nejad datang ke Indonesia beberapa waktu yang lalu, kita dihinggapi
sebuah euphoria yang gempita. Sebagian kita bahkan seperti menyambut seorang
pahlawan agung. Kita kagum hanya karena kesederhanaannya
(Memang susah kita
ini, karena jarang menemukan pemimpin yang sederhana, maka musang yang berlagak
sederhana pun dengan mudah kita percayai
) Apakah kita kagum akan keberanian
Iran yang merupakan representasi kekuatan Syiah abad ini- 'melawan' Amerika
dalam hal nuklir? Apakah sebagai umat yang selama ini roda peradabannya sedang
berada di bawah, kita menganggap 'keberanian' Iran itu sebagai awal kemenangan
Islam? Bila jawabannya adalah 'iya', maka ketahuilah ada banyak hal yang tidak
kita ketahui dari semua peristiwa itu
Dalam terminology Sunnah, kita saat ini sedang berhadapan dengan sebuah fitnah.
Fitnah itu adalah saat berbagai peristiwa berkalut-kelindan satu sama lain,
hingga kita terjebak dalam situasi dimana kita kehilangan nalar sehat untuk
memilah mana hal dan pernyataan yang harus diapresiasi secara positif dan
tidak. Atau dalam bahasa yang lebih tegas: nalar syar'i kita menjadi tumpul
dalam menentukan yang haq dan yang batil. Akibatnya, karena kita merasa sebagai
umat yang kalah, segala bentuk perlawanan yang memakai label keummatan kita
dengan segera kita anggap sebagai pahlawan Islam. Meski sesungguhnya ia tak
lebih dari musang berbulu domba!
'Tulisan' ini sebenarnya adalah pengantar saja terhadap sebuah tulisan yang
ditulis untuk menyikapi berbagai 'kekacaubalauan' yang hingga kini terus
terjadi di Semenanjung Arabia; secara spesifik di Irak, dan Palestina serta
Lebanon belakangan ini. Tulisan ini sengaja saya terjemahkan dengan harapan
agar kita semua dapat melihat krisis Timur-Tengah itu dengan pandangan yang
jernih. Agar simpati yang terkirim tak menjelma menjadi simpati yang sia-sia
karena salah alamat (Hmm, bukankah salah alamat jika Anda bersimpati pada
musang dan serigala??). Tulisan yang saya maksud adalah: Mengapa Hizbullah
Menyulik-nyulik Tentara Israel?; Membaca Tujuan Hakiki di Balik Itu. Ditulis
oleh DR. Muhammad Bassam, anggota Dewan Pendiri Rabithah Udaba' al-Syam (Ikatan
Sastrawan Syam). Artikel ini dimuat dalam situs www.almoslim.net , edisi
21/6/1427.
Semoga bermanfaat!
MENGAPA HIZBULLAH MENYULIK-NYULIK TENTARA ISRAEL?
Membaca Tujuan Hakiki di Balik Itu
DR. Muhammad Bassam
Pada awal tulisan ini, menjadi penting untuk dijelaskan bahwa Israel tidak
lebih dari sebuah lembaga zionis yang 'disisipkan' dalam tubuh wilayah
Arab-Islam kita. Dan sang penyusup ini harus dilawan dengan segala cara yang
memungkinkan, hingga Palestina dapat dibebaskan. Seluruh Palestina
dari ujung
laut hingga sungainya. Lembaga zionis ini tidak lebih dari sebuah kangker yang
ditanamkan Barat di pusat kawasan Islam demi melanggengkan tujuannya: memecah
belah dan menghalangi terwujudnya sebuah kekuatan negara berperadaban yang
menjadi Islam sebagai referensi tertingginya. Meskipun kita sangat yakin, bahwa
'proyek' zionis itu akan berjalan menuju kepunahannya sebagai sebuah akibat
yang pasti dari Sunnatullah di muka bumi ini.
Musibah apapun yang menimpa lembaga zionis itu, dan apapun yang menimpa
tentara-tentara negara pencuri itu; semuanya akan membuat kita gembira, ridha
dan semakin yakin bahwa lembaga itu hanyalah sekumpulan omong kosong yang
kemudian dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu dengan label Islam, dan
merasa cukup dengan gembar-gembor untuk membebaskan dataran tinggi Golan dan
Palestina
Isu Palestina menjadi isu dagangan pokok kelompok-kelompok yang
dimotori oleh mereka yang membangun 'Proyek Shafawisasi' atau 'Persianisasi' di
semenanjung Arabia; sebuah proyek yang mengalami kemajuan cukup pesat sejak
dimulainya penjajahan terhadap Irak secara Amerikanis-Shafawis-Zionistik,
setidaknya sejak 3 tahun belakangan ini
Di Damaskus, tiga bulan yang lalu, telah diumumkan terbentuknya sebuah aliansi
strategis Iran-Suriah yang didalamnya turut pula bergabung kelompok Hizbullah
dan beberapa kelompok Palestina, setelah sebelumnya kaum Shafawis Iran telah
terlibat dalam suatu 'permainan' dengan Pemerintah Suriah
'Permainan' itu
terutama sangat jelas aromanya di bumi Irak yang terjajah, tentu dengan irama
yang sejalan dengan sang penjajah Amerika. Meskipun masing-masing pihak tetap
menjaga 'mimpi-mimpi' mereka untuk menanamkan pengaruhnya di kawasan Arab dan
Islam.
Di sini, mungkin menjadi sangat penting bagi kami untuk menunjukkan bahaya
'mimpi-mimpi' kaum Persianis-Shafawis, yang didukung penuh oleh Pemerintah
Suriah, Hizbullah dan kelompok-kelompok Syiah di Irak. Persekutuan gelap ini
telah berubah menjadi gejala 'kangker' yang sangat parah (dan keji!), yang
bahayanya bagi umat Islam (terutama di kawasan Arab) melebihi bahaya lembaga
zionis bernama Israel itu sendiri!
Berikut adalah beberapa fenomena 'Proyek' Rasialis Shafawistik ini:
1. Adanya gerakan dan upaya pembersihan etnis dan madzhab terhadap Ahlussunnah
Arab di Irak, yang gejalanya semakin meningkat beberapa bulan belakangan ini,
seiring dengan upaya pengisoliran terhadap mereka di wilayah selatan Irak.
Ditambah lagi dengan seruan untuk membagi kawasan Irak berdasarkan kelompok
aliran, serta mendorong pasukan penjajah Amerika untuk terus melakukan
penangkapan, penawanan, pembunuhan, penghancuran dan pembersihan terhadap kaum
Ahlussunnah di Irak, terhadap mesjid-mesjid, lembaga-lembaga, dan juga
gerakan-gerakan mereka!
2. Keterlibatan kaum Persia Shafawis di Irak dengan kerjasama yang sangat
sempurna dengan Pimpinan tertinggi kaum Syiah di Irak, khususnya yang memiliki
ras Persia. Dan itu diwujudkan dalam bentuk kerjasama intelejen, militer,
ekonomi, politik dan agama, dengan dukungan penuh dari Amerika baik secara
militer dan logistik, hingga Irak menjelma menjadi negara yang tunduk di bawah
penjajahan kaum Persia Shafawis dengan menggunakan tank-tank Amerika!
3. Keterlibatan kaum Persia Shafawis di Suriah untuk mengerahkan gerakan
Syiahisasi di tengah rakyat Suriah yang muslim sunni, dan pemberian
kewarganegaraan Suriah kepada para keturunan Persia dan warga Syiah Irak, dari
pihak pemerintahan Hafzih al-Asad. Dan jumlah mereka hingga saat ini telah
melebihi 1.000.000 jiwa. Mayoritasnya bermukim di Propinsi al-Sayyidah Zainab
dan sekitarnya di Damaskus.
4. Menonjolnya upaya-upaya pemalsuan yang sangat vulgar dalam perhitungan
demografis terhadap rakyat Suriah. Dan mungkin bukti yang paling jelas atas itu
adalah studi-studi fiktif yang dipulikasikan oleh Intelejen Suriah bahwa
masyarakat Suriah adalah masyarakat minoritas, dan prosentase Ahlussunnah dari
keseluruhan jumlah masyarakat Suriah itu hanya 48%. Dan jumlah itupun mengalami
perpecahan di dalam tubuhnya sendiri! Padahal, rakyat Suriah secara mayoritas
mutlak terdiri dari Ahlussunnah, dan ini adalah sebuah fakta yang terlalu jelas
di Suriah. Tetapi para pelaksana proyek Persianis-Shafawis ini mengira bahwa
dengan melakukan pemalsuan terhadap angka-angka demografis di Irak tentu saja
dengan mengorbankan Ahlussunnah yang mayoritas-, mereka juga dapat melakukan
hal yang sama di Suriah!!
5. Kesepakatan dan konspirasi bersama dengan kekuatan Amerika Sang Penjajah.
Dan mungkin bukti paling jelas atas itu adalah apa yang dipublikasikan oleh
pimpinan spiritual tertinggi Syiah di Irak, berupa fatwa-fatwa yang
mengharamkan perlawanan terhadap 'Sang Penjajah' dan membukakan pintu
seluas-luasnya terhadap 'proyek' penyembelihan kaum Ahlussunnah di Irak, bahkan
melabeli mereka dengan label teroris. Dan semua itu dilakukan seiring dengan
upaya-upaya dusta mereka yang seolah mendorong perlawanan terhadap Amerika
hingga negara itu merdeka! Sejarah memang selalu berulang. Peran-peran yang
mereka lakukan hari ini sesungguhnya diilhami oleh peran-peran keji
nenek-moyang mereka: al-Thusy dan Ibn al-Alqamy, bersama tentara Mongolia dan
Tartar untuk menjatuhkan umat Islam di akhir masa kekhilafahan Abbasiyah!!
6. Semakin meningkatnya upaya-upaya penangkapan yang dilakukan oleh Pemerintah
Hafizh al-Asad terhadap warga Arab Iran (al-Ahwaz) yang mencari perlindungan
ke Suriah sejak puluhan tahun yang lalu. Tidak hanya itu, sebagian tokoh
perlawanan al-Ahwaz itu (seperti Khalil ibn 'Abd al-Rahman al-Tamimy dan Sa'id
'Audah al-Saky) kemudian diserahkan kepada pihak Intelejen Iran!
* * *
Sudah tentu proyek Shafawistik ini memerlukan 'sampul' dan 'bingkai' yang bisa
diterima oleh seluruh bangsa Muslim. Harus ada upaya percepatan yang
memungkinkan para pelaku proyek ini 'mempermainkan' keterlibatan emosional
seluruh bangsa Muslim di dunia. Dan untuk saat ini, tidak ada cara yang terbaik
kecuali mengangkat masalah Palestina, lalu kemudian 'memainkannya' dengan
cantik
Dari balik 'sampul' itulah tersembunyi niat-niat keji para pelaku proyek
busuk ini. Banyak yang tertipu. Sebagian gerakan Islam bahkan terbuai dalam
permainan yang mereka mainkan
Semboyan-semboyan kosong yang memancing emosi dan
solidaritas benar-benar menyilaukan mereka yang selalu menyederhanakan bahaya
kaum Syiah Shafawis ini
Untuk upaya mempermainkan 'kisah pilu' Palestina ini maka dilakukanlah
langkah-langkah berikut:
1. Lebih dari sekali, Presiden Iran meneriakkan slogan-slogan kosongnya untuk
seruan menghapuskan Israel (dari peta dunia)!
2. Mengumumkan aliansi Iran-Suriah dengan beberapa organisasi Palestina yang
memiliki citra yang baik di mata dunia Arab dan Islam. Mereka juga berlagak
akan memberikan bantuan finansial kepada pemerintahan HAMAS
tapi seperti biasa
bantuan itu tak pernah ada! Bantuan-bantuan itu tak pernah sampai ke tangan
yang berhak hingga sekarang. Dan yakinlah, bantuan itu tak akan pernah sampai
hingga kapanpun
Menteri Luar Negri Iran pada tanggal 10 Juli 2006 menegaskan
dalam sebuah jumpa pers bahwa proses pemberian bantuan 50 juta dolar itu masih
dalam taraf pengambilan keputusan (4 bulan setelah janji itu disampaikan), dan
hingga sekarang jumlah itu belum pernah dibayarkan.
Maka bantuan Iran itu tidak lebih dari sekedar gembar-gembor dan janji kosong,
sebab kaum Shafawis-Persianis itu tak akan dapat digerakkan kecuali dengan
motif ras dan kelompok, yang salah satu konsekwensinya adalah tidak memberikan
bantuan apapun terhadap gerakan Palestina manapun yang Ahlussunnah,
bagaimanapun kondisinya!!
3. Penyelenggaraan berbagai pertemuan mencurigakan antara pemerintah Suriah
dengan pemerintah Zionis, yang diawali dengan jabatan tangan antara Presiden
Suriah, Basyar al-Asad dan Moshe Katzav, Presiden Israel, saat mengunjungi
jenazah Paulus di Vatikan. Hal itu kemudian diikuti dengan
pernyataan-pernyataan pihak Zionis bahwa pemerintah Suriah adalah pilihan
mereka yang harus didukung. Sementara pihak Suriah juga menyatakan keinginannya
untuk berdialog dengan kaum Zionis, meski di saat yang sama, pihak Suriah
gencar melakukan pembersihan etnis terbesar dalam sejarahnya terhadap warga
negaranya, melakukan konspirasi terhadap upaya pengajaran Islam Ahlussunnah,
sembari memberikan dorongan bahkan bantuan moral dan materil terhadap
pengajaran Syiah-Shafawis. Peristiwa paling mutakhir yang membuktikan hal ini
adalah pertemuan dubes Suriah dengan pimpinan persatuan Zionis di London (Surat
kabar al-Syarq al-Ausath, 12/7/2006) dan penyambutan terhadap pemuka Zionis
Amerika untuk
menyampaikan ceramah di salah satu mesjid jami' terbesar di Halab (Surat kabar
al-Khalij, 11/7/2006).
4. Keterlibatan Mossad yang cukup dalam di Irak dengan dukungan pemerintah Irak
buatan Amerika, dengan koordinasi yang kuat dengan apa yang disebut al-Haras
al-Tsaury al-Irany (Pengawal Revolusi Iran) dan berbagai milisi Syiah
Shafawiyah di Irak; untuk menangkap dan membunuh para ulama dan tokoh
Ahlussunnah yang berpengaruh di Irak. Mereka bahkan melakukan berbagai tindakan
terror terhadap Ahlussunnah di Irak berupa penculikan, penyiksaan hingga
pembunuhan. Dan aliansi strategis ini bahkan telah siap melakukan langkah yang
sama di tiga wilayah: Irak, Suriah dan Lebanon. Karena itu, tindakan apapun
yang dilakukan oleh salah satu dari aliansi ini, sesungguhnya merupakan bagian
dari global proyek Shafawis ini di sepanjang kawasan yang memanjang dari Iran
hingga Lebanon, termasuk didalamnya Irak dan Suriah! Karena itu, dan
berdasarkan kesatuan strategi dan tujuan, serta komperhensifitas peran antara
pemerintahan Persianis Iran, pemerintahan al-Asad di Suriah dan gerakan-gerakan
Syiah di Lebanon
berdasarkan itu saja, kita dapat menyimpulkan berbagai upaya
dan tindakan yang selama ini dilakukan, serta menentukan arahnya: apakah ia
sepenuhnya untuk kemashlahatan bangsa Arab dan kaum muslimin
atau untuk
kepentingan pelaksanaan rencana kaum Shafawis Persianis untuk menguasai wilayah
dan kekayaan kita, untuk kemudian melakukan gerakan pembersihan etnis dan
aliran terhadap Ahlussunnah di wilayah ini, untuk selanjutnya memperluas
aksinya ke semanjung Arabia hingga Afrika Selatan
demi mengembalikan kejayaan
Dinasti Shafawiyah dan Fathimiyah, dengan menguasai wilayah Arab dan kaum
muslimin!!
Coba Anda renungkan:
Apa arti dari peristiwa kemarahan Basyar al-Asad di Damaskus terhadap
Pemerintah Lebanon, yang lalu diikuti dengan mundurnya 5 menteri Syiah dari
Hizbullah dan Gerakan Amal
mereka mengundurkan diri lalu membekukan kegiatan
mereka di sana??!
Apa arti dari apa yang dilakukan oleh sebagian peserta Konferensi Advokat Arab
-yang diselenggarakan di Damaskus beberapa bulan yang lalu-, yang mengangkat
bendera Hizbullah di konferensi itu
padahal tidak ada satupun tanda atau symbol
Lebanon sebagai negara yang diangkat di sana, bahkan untuk bendera
kebangsaannya sekalipun??!
Mengapa Hasan Nashrullah meletakkan foto si orang Persia bernama "Imam" Khomeni
itu di atas kepalanya dalam ruang kerjanya di Lebanon??
Dan sebelum itu, apa makna dari jawaban salah seorang pemimpin Hizbullah atas
pertanyaan wartawan di tahun 1987 "Apakah kalian merupakan bagian dari Iran?"
(yang kemudian menjawab): "Bahkan kami adalah Iran di Lebanon dan Lebanon di
Iran"??
Nah, atas dasar fakta-fakta inilah seharusnya kita menghukumi berbagai hal dan
kejadian yang belakangan ini terjadi, yang notabene diprovokasi dan diledakkan
oleh Hizbullah dari balik aliansi Shafawis strategisnya yang katanya- melawan
keberadaan Zionisme!!
* * *
Sesungguhnya tujuan utama dari proyek Kaum Shafawi Persia ini adalah menguasai
dunia Arab dan Islam, yang dimulai dengan menundukkan wilayah bulan sabit
(Negri-negri Syam dan Irak). Proyek ini setidaknya dibangun di atas 5 pijakan:
1. Bekerja sama dengan kekuatan Barat di bawah komando Amerika semaksimal
mungkin untuk menguasai negri-negri kaum muslimin, serta melakukan peran-peran
keji yang tidak kalah kejinya dengan apa yang dilakukan oleh Ibn al-Alqamy saat
bekerja sama dengan Holako Khan untuk menjatuhkan Khilafah Islamiyah. Dan
seluruh dunia mengetahui dengan baik, bahwa Iran memiliki peran yang sangat
besar dalam bekerja sama bersama Amerika untuk menjatuhkan Afghanistan
kemudian
Irak. Para petinggi Iran sendiri mengakui hal itu. Bahkan mereka bangga akan
itu. Muhammad Ali Abthahi, wakil presiden Iran yang lalu mengatakan:
"Seandainya bukan karena Iran , Amerika tidak mungkin mampu menguasai
Irak
Seandainya bukan karena Iran , Amerika tidak mungkin mampu menundukkan
Afghanistan ." Tentu ini semua demi untuk melemahkan Ahlussunnah, lalu kemudian
menghancurkan mereka di bawah payang pendudukan Amerika!!
2. Menyalakan api peperangan antar kelompok, melakukan upaya pembersihan etnis
dan kelompok, bekerja keras untuk membagi-bagi wilayah kita kaum muslimin,
mengusir warga Irak yang Ahlussunnah dari propinsi-propinsi dimana mereka hidup
bersama dengan kaum Syiah, ditambah dengan peran-peran merusak para pemimpin
spriritual Syiah di Irak untuk menghancurkan Ahlussunnah dan semua lembaga yang
mereka miliki. Ingat! Al-Syirazy menyerukan dalam khutbahnya untuk
menghancurkan mesjid-mesjid Ahlussunnah di Irak. Dan mereka benar-benar
menghancurkan ratusan mesjid Ahlussunnah, atau mengubahnya menjadi Husainiyat
dan pusat-pusat Syiah Shafawis.
3. Membunuh tokoh-tokoh potensial Ahlussunnah baik dari kalangan ilmuwan,
militer dan agama-, dan melakukan semua upaya keji untuk meneror, mengusir atau
membalas dendam pada mereka!
4. Melakukan kamuflase demografis sebagaimana yang terjadi di Suriah secara
khusus. Dan juga seperti yang terjadi di Lebanon dan Yordania, apalagi di irak.
Ditambah lagi bertebarannya para missionaris Syiah di tengah shaf Ahlussunnah.
5. Menciptakan benturan-benturan fiktif dengan kaum Zionis Israel . Padahal itu
hanyalah sebuah pancingan agar Israel mengamuk lalu menghancurkan negri-negri
kita kaum muslimin. Dan bila kekacauan itu terjadi, mereka dengan mudah
memainkan strategi Shafawistik mereka demi mewujudkan tujuan-tujuan kejinya,
persis seperti kondisi yang mereka ciptakan sebelumnya di Afghanistan dan Irak!!
Sesungguhnya proyek Shafawis Syiah itu menyerupai proyek Zionis dalam berbagai
sisinya. Namun sebenarnya lebih berbahaya dari proyek Zionis
Para pendukung
proyek ini tidak akan berhenti hingga berhasil melenyapkan seluruh Ahlussunnah.
Sebuah proyek yang mengemban kedengkian sejarah yang membuncah, yang dibangun
di atas sampah-sampah agama mereka, seperti: Mushaf Fathimah, nikah mut'ah,
menuhankan para imam, menghina para sahabat, menyimpangkan al-Qur'an dan
Sunnah, dan mengafirkan Ahlussunnah
Karena itu, proyek ini jauh lebih berbahaya
dari proyek Zionis dan Westernisasi Kolonialis Barat-Amerika
meskipun kaum
muslimin tetap berkewajiban untuk melakukan perlawanan terhadap kedua proyek
tersebut, namun tetap saja perlawanan terhadap proyek Shafawis Persia itu harus
lebih kuat dan keras!!
Sesungguhnya 4 wilayah yang dipilih oleh kaum Syiah Shafawi sebagai jejak awal
merealisasikan tujuan dan rencana mereka adalah sebagai berikut:
1. Wilayah Iran: di kawasan ini operasi pembersihan terhadap Ahlussunnah sangat
luas terjadi. Ini diikuti dengan penghalalan harta, kehormatan dan bahkan
mesjid-mesjid mereka (perlu diingat, bahwa di seluruh Taheran tidak ada satupun
mesjid Ahlussunnah!)
2. Wilayah Irak: di kawasan ini, mereka bekerja sama dengan penjajah Amerika
untuk melakukan upaya-upaya seperti: penghancuran dan membagi-bagi wilayah
Irak, mempersenjatai milisi-milisi Syiah untuk menyerang Ahlussunnah,
pembersihan dan pengusiran Ahlussunnah, dan memalsukan prosentase jumlah
penduduk Irak dengan menyebarkan studi-studi palsu yang menyatakan
kemayoritasan Syiah, padahal sebelumnya Ahlussunnah menempati posisi 52%
penduduk Irak!! Di sini harus pula disebutkan adanya misi-misi bersenjata yang
ditujukan pada saudara-saudara kita dari Palestina yang hidup di Irak; berupa
tekanan, pembunuhan, penangkapan, pelecehan kehormatan, dan penghancuran tempat
tinggal
dan fakta menunjukkan bahwa teror-teror itu jauh lebih berat daripada
teror yang selama ini mereka terima dari bangsa Zionis. Mereka bahkan berharap
dapat kembali ke bumi Palestina dan berada di bawah kaki penjajah Zionis,
daripada harus merasakan teror kaum Syiah!!
3. Di wilayah Suriah: pemerintah Suriah yang merupakan sekutu strategis Iran -
telah melakukan berbagai upaya penangkapan dan pembersihan yang sangat luas
terhadap rakyat Suriah sendiri. Mereka melakukan pembatasan terhadap
lembaga-lembaga pendidikan Islam, dan memberikan keleluasaan bagi
lembaga-lembaga Syiah
padahal Syiah di Suriah sama sekali tidak mempunyai wujud
riil. Pemerintah Suriah juga melindungi upaya misionarisme Syiah di tengah kaum
muslimin Suriah, memberikan kewarganegaraan pada kaum Syiah yang datang dari
Iran dan Irak, serta mempersempit ruang gerak orang-orang al-Ahwaz yang
mengungsi ke Damaskus
Suriah juga menyiapkan dirinya sebagai pangkalan
penggempuran terhadap Lebanon dan Yordania, tentu dengan menggunakan masalah
Palestina sebagai 'senjata' untuk kepentingan aliansi keji ini!!
4. Di wilayah Lebanon: Hizbullah dan Gerakan Amal keduanya jelas gerakan
Syiah- memainkan peranan sebagai gerakan perlawanan palsu. Mereka berlagak
melakukan perlawanan terhadap Israel demi menjaga senjata tetap di tangan
mereka, dan untuk memainkan lobi politik mereka di Lebanon demi kepentingan
aliansi Shafawis-Persianis. Kedua gerakan ini jelas-jelas melancarkan
misionarisme Syiah dan yang tak kalah penting- sengaja memancing Israel untuk
menghantam Lebanon kapan saja aliansi Shafawistik itu membutuhkannya, tentu
disertai dengan upaya yang terus-menerus menghancurkan keutuhan Lebanon, dan
membentuk sebuah negara Syiah dalam Negara Lebanon!!
Maka menjadi sangat penting -saat kita melihat kawasan yang terbentang dari
Iran hingga Lebanon dan Palestina- untuk memahami utuh apa yang telah kita
gambarkan sebelumnya. Ini untuk menggambarkan secara utuh dan jelas apa yang
sebenarnya menjadi tujuan dari setiap tindakan para pendukung Proyek Shafawis
di kawasan manapun. Dasar inilah yang harus jadi pijakan kita dalam melihat
tindakan militer yang dilakukan oleh Hizbullah belakangan ini; penyulikan 2
tentara Israel dan pembunuhan terhadap 7 orang dari mereka
Gambaran keadaan sebelum terjadinya tindakan militer ini dapat digambarkan
sebagai berikut:
1. Terjadinya peningkatan usaha pembersihan etnis dan aliran yang dilakukan
oleh milisi Shafawi-Syiah di Irak, yang juga diikuti dengan pemusnahan yang
keji terhadap penduduk yang berasal dari Palestina, dan pengusiran Ahlussunnah
dari wilayah selatan Irak (saat ini di Bashrah hanya tersisi 7% Ahlussunnah,
padahal sebelumnya selama puluhan tahun mereka mayoritas di sana, dan menjelang
pendudukan Amerika jumlah mereka adalah 40%)!! Peristiwa ini diselingi juga
dengan pernyataan Presiden Iran untuk melenyapkan Israel!!
2. Gerakan perlawanan Palestina yang tentunya memiliki latar belakang
Ahlussunnah- menyita perhatian publik bahwa dialah satu-satunya yang terlibat
dalam perlawanan terhadap Israel, dimana Israel telah sampai pada jalan buntu
untuk mewujudkan tujuannya melawan rakyat Palestina dan gerakan-gerakan
perlawanannya.
3. Tersingkapnya keterlibatan Hizbullah dalam kesepakatan sekutunya, Iran ,
yang bersama dengan penjajah Amerika bersepakat untuk menghancurkan gerakan
perlawanan Irak. Hizbullah juga terlibat dalam pelatihan milisi Syiah
Shafawiyah di Irak, dan milisi yang sama-lah yang melakukan pemusnahan terhadap
warga Palestian dan Ahlussunnah di Irak!
4. Mulainya kejatuhan misi-misi Syiah di Suriah dan Lebanon sebagai sebuah
dampak terbalik dari tersingkapnya sikap-sikap politik para 'peserta' aliansi
Shafawis yang ternyata mendukung Zionis dan pendudukan Amerika di Irak yang
notabena telah mendapatkan penolakan luar biasa dari rakyat Irak-
lalu disusul
oleh munculnya bibit-bibit perbenturan dalam pelaksanaan kedua proyek besar
Irak: proyek Amerika dan proyek Persia-Shafawis!!
5. Semakin kuatnya tekanan nasional pihak Lebanon, yang merupakan reaksi
negatif atas pemerintah Suriah setelah pengusirannya dari Lebanon
dan juga
semakin rapuhnya posisinya pemerintah Suriah akibat semakin dekatnya tudingan
dunia internasional atas pembunuhan Presiden Rafiq al-Hariri beberapa waktu
lalu.
Karena semua faktor itu, maka:
Harus ada upaya memalingkan pandangan mata dunia dari apa yang terjadi di Irak,
baik yang dialami oleh Ahlussunnah maupun warga Palestina berupa tekanan kaum
Syiah Shafawis
Harus ada upaya untuk 'mencuri' pandangan dunia dari gerakan perlawanan
Ahlusunnah Palestina yang berhasil membuktikan kelemahan Israel
Harus ada upaya untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap upaya-upaya
'zending' Syiah di kawasan itu
Harus ada usaha untuk mengembalikan 'kebenaran' sesumbar dusta Ahmadi Nejad
untuk melenyapkan Israel dan melawan negara Zionis itu
Harus ada upaya untuk menutupi kesepakatan Hizbullah yang ingin melawan
gerakan-gerakan perlawanan Irak
Harus ada upaya untuk mengacaukan politik di Lebanon demi menciptakan kekacauan
yang telah diancamkan oleh Presiden Suriah, Basyar al-Asad
Semua itu harus dilakukan, meski harus mengorbankan Lebanon
seluruh Lebanon
bahkan
Yah, meskipun itu harus menyebabkan kehancuran negri bernama Lebanon!!
Untuk itu semualah, Hizbullah sebagai salah satu pendukung proyek
Shafawi-Persianis- menjalankan usaha atau petualangannya belakangan ini
'melawan' Sang Zionis!!
Apakah kita kontra terhadap sebuah gerakan yang melawan Zionis?? Tentu saja
tidak! Kita mendukung setiap gerakan yang dapat melemahkan dan menjatuhkan
negara pencuri Zionis itu! Tapi kita tidak bisa menerima jika gerakan itu
menjadikan upaya perlawanannya sebagai bagian dari sebuah pewujudan tujuan yang
jauh lebih berbahaya dari proyek Zionisme di negri-negri kita. Kita tidak
setuju jika para pelaksana proyek itu menjadikan masalah Palestina sebagai
barang dagangan mereka, sementara di saat yang sama, di Baghdad, mereka
menyembelih orang-orang Palestina, merampas harta dan kehormatan mereka.
Kita tidak pernah bisa menerima jika kaum Shafawi-Syiah itu ingin mengacaukan
keamanan Suriah dan Lebanon demi mewujudkan tujuan-tujuan agama mereka
Selamanya, kita tidak akan menerima jika Lebanon dihancurkan dan rakyatnya
dibunuh hanya karena ulah provokatif yang dilakukan oleh pendukung proyek
Shafawis-Persianis, yang eksekusinya dijalankan oleh kaum Zionis!!
Kita tidak bisa menerima jika kaum Neo-Shafawis itu berlagak ingin mengorbankan
diri mereka, bahwa merekalah gerakan perlawanan itu
sementara dengan sangat
jelas mereka juga melirik dan mendukung proyek Amerika dan Zionis
Kita tidak bisa menerima jika dunia memalingkan pandangannya dari segala
kekejian dan kejahatan kaum Syiah-Shafawis terhadap saudara-saudara, keluarga
dan rakyat muslim kita di Irak
Kita tidak bisa menerima jika operasi-operasi militer gelap itu dijadikan
sebagai ajang penguluran waktu untuk membangun proyek Senjata Nuklir
Iran-Shafawis, yang kelak akan digunakan untuk menghancurkan bangsa Arab dan
kaum muslimin
untuk merampas negri, kekayaan dan juga harga diri mereka!!
Periksalah semua lembaran sejarah, Anda tidak akan pernah menemukan bahwa Iran
pernah terlibat dalam peperangan melawan kaum Zionis sekalipun
atau bahkan
melawan 'Si Setan Besar' Amerika!! Anda tidak akan pernah menemukan satu huruf
pun di dalam sejarah yang menunjukkan itu. Bahkan Iran justru pernah
mempermalukan dirinya dengan mengimpor senjata dari Israel dan Amerika saat
berperang melawan Irak (ingat kasus Iran-gate!)
Iran sendiri-lah yang membujuk
dan mendukung keberlangsungan pendudukan Amerika di Irak
Iran sendiri-lah yang
ikut campur dan memudahkan pemerintah Suriah untuk melenyapkan putra-putra
terbaiknya
Iran sendiri-lah yang menggunakan Hizbullah untuk memancing tindakan
penghancuran Lebanon oleh Israel
Iran sendiri-lah yang merebut tiga pulau milik
Emirat Arab
dan Iran-lah yang berusaha mengubah gerakan perlawanan Palestina
menjadi selembar kertas yang kelak dengan mudah ia mainkan, meski harus
mengorbankan stabilitas keamanan seluruh kawasan Arab dan Islam!!
Bila aliansi Neo Syiah-Shafawi itu sungguh-sungguh melakukan perlawanan
terhadap pendudukan Israel, mengapa dataran tinggi Golan masih tenang-tenang
saja hingga kini??!
Bila Hasan Nasrullah dan Hizbullah-nya memang ingin membebaskan tawanan-tawanan
Lebanon, mengapa ia tidak menuntut sekutunya, Suriah, untuk melepaskan ratusan
orang-orang Lebanon di penjara Suriah??!
Bila aliansi Neo Syiah-Shafawi ini jujur dengan semua gembar-gembornya, lalu
siapakah yang menyambut pasukan Zionis dengan karangan bunga ketika mereka
berhasil menguasai wilayah Lebanon Selatan bulan Juni 1982??!
Lalu siapa yang mengundang pasukan Amerika ke Irak, dan hingga kini saat
kalimat-kalimat ini dituliskan, aliansi itu masih terus berlanjut??!
Jika Hizbullah memang ingin melindungi Lebanon dan rakyatnya, mengapa mereka
melakukan upaya provokatif baru-baru ini tanpa sepengetahuan pemerintah Lebanon
yang pada Rabu sore, 12-7-2006 mengeluarkan pernyataan: "Pemerintah Lebanon
samasekali tidak mengetahui operasi yang dilakukan oleh Kelompok Hizbullah ini"
??!
Jika mereka kaum Neo Syiah-Shafawis- itu memang ingin meringankan penderitaan
saudara-saudara kita di Palestina yang terus terancam oleh tekanan Zionis, lalu
mengapa mereka menghabisi mereka di Baghdad dengan cara yang jauh lebih keji
dan kejam??!
Maka setelah semua ini, menjadi kewajiban kita semua bangsa Arab dan seluruh
kaum muslimin- untuk memahami sebaik-baiknya kenyataan politik, keamanan dan
pandangan keagamaan kaum Neo Syiah-Shafawis yang ada saat ini
Mereka harus menyadari kedahsyatan bahaya mereka terhadap tidak saja bangsa
Arab-, namun juga kaum muslimin
Lalu kemudian merumuskan langkah yang tepat untuk melawan kedua proyek keji
ini: proyek Zionis-Salibis dan proyek Neo Syiah-Shafawis-Persianik dimana yang
terakhir disebutkan jauh lebih keji dan berbahaya dari yang sebelumnya-.
Selamatkan agama, peradaban, masa depan negri dan generasi kita dari mereka!!
DR.
Muhammad Bassam Yusuf
Pembaca yang budiman
Ketika saya menerjemahkan tulisan ini, bayangan-bayangan kengerian sungguh
berkelebat dalam benak saya. Mengapa? Karena saya tahu betul dan mungkin Anda
juga demikian- betapa gerakan Neo-Syiah ini secara perlahan tapi pasti mulai
menjelma menjadi gerakan yang akrab, bahkan diminati oleh sebagian penduduk
negri ini. Wajah gerakan ini tampil begitu manis dan lembut di mata banyak
orang. Tapi kita tidak pernah tahu, atau sebagian cendekiawan bahkan selalu
berapologi tentang kebaikan mereka- seberapa dalam kelicikan yang terhunjam
dalam wajah manis itu.
Terakhir, saya hanya menitipkan harapan sederhana agar kita selalu mewaspadai
bahaya Neo-Syiah ini. Jangan terpesona hanya karena wajah yang manis dan tutur
kata yang penuh rayu, sebab berislam yang benar tidak pernah didasarkan pada
kehalusan tutur dan perilaku semata, tapi pada kekuatan hujjah yang
berlandaskan al-Qur'an dan Sunnah yang shahihah. Mudah-mudah Anda dapat
memahami itu. Wallahu a'lam.
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/