SENJATA DAN KEBEBASAN ( III )
(Catatan Untuk Perang Ambisius Israel)
Di satu sisi lainnya, ini bukan hanya suatu bangunan sejarah yang
mengharuskan terbangunnya suatu pemahaman riil tentang keharusan memperlakukan
manusia sesuai dengan kepentingannya. Tetapi ada hal yang lebih substansif dari
sekedar memperlakukan manusia dari landasan kepentingannya, yaitu tentang
sejarah manusia dan realitasnya yang telah terbagi oleh hegemonitas
eksploitasi. Dan realitas ini telah mengalami gugatannya secara konstruktif
oleh Siniora yang menggugat-tanya sebuah kejelasan tentang definisi dari
teroris negara itu. Walaupun negara itu sendiri secara spesifiknya merupakan
alat dari komunitas kepentingan manusia yang dipersatukan oleh batasan-batasan
yang dibentuk melalui perjalanan historisnya masing-masing.
Tentunya disini kita dapat memberikan suatu perbandingan ekstrem antara ide
tentang benturan mengenai peradaban dengan praksis dari teroris negara.
Suatu perbandingan tentang kepentingan sebagian komunitas masyarakat global
untuk memfungsionalisasikan suatu peradaban dengan eksistensi negara. Sehingga
apa yang telah difungsionalisasikan secara maksimal sejak usainya perang dunia
II, telah mencapai titik realitasnya untuk memapankan suatu hegemonitas global,
yang kini dipraksiskan oleh kedua blok raksasa neo-imperialisme semenjak
keruntuhan taktis blok komunis: Uni Eropa dan Amerika Serikat.
Dalam situasi yang paling memungkinkan setelah penjajahan berlatar modernitas
di Irak, maka penyempurnaan praksis teroris negara dan benturan mengenai
peradabankini telah mendapatkan peran aktifnyasetelah perang saudara selama
15 tahun di Lebanon. Lalu, bentuk perwacanaan moralitas apa lagi yang hendak
ditawarkan untuk suatu kebebasan? Tentunya, ketika kebebasan itu sendiri telah
kehilangan ruh-nya oleh ide-ide untuk membangun suatu kebebasan yang berusaha
menyerupainya, distorsif, dan kapitalistik. Dan setiap bentuk teror yang
dilakukan oleh negara dan blok imperium global, merupakan suatu kebenaran yang
mendekati kemutlakannya: sejarah manusia adalah sejarah tentang penghisapan!
Perang yang dilakukan oleh negara-negara inter neo-kolonialisme kepada
negara-negara berkembang di kawasan; bukan hanya perang untuk melakukan
(kreasi) benturan bagi peradaban, penaklukkan transendental, dan kepentingan
perubahannya. Namun urgensi tentang perang kali ini diperankan oleh sebagian
komunitas produsen ideologi (modal) dan kepentingan industri bersenjata global.
Sebagian kaum militan lainnya secara reaksioner mengapresiasikan secara terbuka
dan menganalisisnya sebagai perang di abad pertengahan, sebagai perang yang
melandasi nilai-nilai kepercayaan transendens, membuyarkan rasionalitas
kemanusiaan (ideologi) di bawah sebuah nalar primordialisme. Tentu hal ini
memerlukan suatu penjelasan riil tentang realita sejarah perkembangan
masyarakat di dunia. (bersambung)
Agustus 2006, Leonowens SP
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
countries) for 2¢/min or less.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/