Tren Mode Ukuran XL
   
  Oleh: Vidi Legowo dari Düsseldorf
   
  Prancis punya kota Paris, Italia dengan Milannya, di Jepang ada Tokyo. Untuk 
urusan mode, Jerman juga tidak mau kalah.
   
  Modestadt Düsseldorf – Kota Mode Düsseldorf. Disinilah tempat diadakannya 
ajang-ajang yang berkaitan dengan dunia fashion. Salah satu yang paling 
terkenal adalah CPD -Collections Premiere Düsseldorf. Disini, koleksi untuk 
musim mode tahun depan dipamerkan oleh para rumah mode. Pameran ini kemudian 
sebagian besar dihadiri oleh para distributor yang kemudian memilih produk mana 
yang layak untuk mereka pesan. 
   
  Akhir bulan Juli lalu, CPD kembali digelar di Düsseldorf selama tiga hari, 
kali ini untuk koleksi musim panas tahun 2007. Gaya feminin sepertinya yang 
akan menjadi tren. Rok dan baju terusan mendominasi koleksi yang ada. Lengkap 
dengan renda-renda yang genit menggoda. Kaki-kaki indah juga kembali dapat 
dipamerkan dengan banyaknya gaun-gaun berpotongan pendek. Fashion show juga 
digelar setidaknya dua kali dalam sehari. Model-model cantik berbadan sangat 
langsing bahkan kadang terlalu kurus melenggak lenggok di atas catwalk.
   
  
  Namun, di antara ratusan rumah mode yang mengusung koleksi bagi 
perempuan-perempuan langsing, ada beberapa yang malah mengkhususkan diri 
sebagai rumah mode bagi perempuan-perempuan berukuran besar alias gemuk. 
   
  Big is beautiful -besar itu indah, demikian motto utama para rumah mode ini. 
Salah satu diantaranya adalah rumah mode Elena Grunert. Mereka merancang dan 
memproduksi pakaian jadi untuk wanita berukuran 40 hingga 56. Itu kalau di 
Indonesia kurang lebih ukuran L hingga XXL. Ursula Dörner, kepala bagian 
pemasaran rumah mode Elena Grunert, menjelaskan bedanya rancangan mode ukuran 
besar dengan ukuran standar.
   
  Ursula Dörner : "Harus selalu dimodifikasi. Secara ekstrim, kalau Anda lihat 
sekarang gadis-gadis muda di jalan dengan pakaian yang bagian perutnya terbuka, 
itu tentu tidak dapat diterapkan dalam mode untuk ukuran besar. Tetntu saja 
setiap tren mode harus dimodifikasi. Dan beberapa hal juga tidak dapat 
digantikan. Semua yang terlalu banyak renda, terlalu banyak gumpalan, dalam 
ukuran besar tentu akan terkesan lebih besar lagi.“
   
  Memiliki badan berukuran besar memang tidak berarti, tidak dapat mengikuti 
perkembangan mode. Para pelanggan yang memiliki masalah dengan berat badan pun 
mulai menyadarinya. Mereka kini tidak mau lagi, hanya memakai kaos dan celana 
yang simpel. Karena itu para distributor juga tidak segan untuk berburu 
koleksi-koleksi terbaru para rumah mode khusus untuk mereka berbadan besar. 
Seperti, distributor dari Polandia, Alexis.
   
  Alexis : “Ini adalah segmen yang menarik. Dan wajar saja jika ada yang 
mengira bahwa perempuan berukuran besar harus memakai pakaian yang tidak 
macam-macam. Tetapi kami khusus mencari mode-mode terbaik buat mereka di Paris, 
Milan dan Jerman. Kami mencoba menemukan sesuatu yang sangat menarik bagi 
perempuan yang mengenakan pakaian berukuran besar.”
   
  Untuk memuaskan pelanggan, para pemilik toko juga bekerja sama dengan rumah 
mode dengan menyelenggarakan fashion show. Edith Dörken, pemiliki toko Mode 
Maximal di Wuppertal membenarkan hal tersebut. 
   
  Edith Dörken : "Sambutannya luar biasa. Para pelanggan sangat puas jika di 
catwalk ada seorang perempuan yang sedikit besar dan tidak hanya mereka yang 
sangat langsing saja.“
   
  Para model yang memperagakan pakaian untuk wanita berukuran besar tentu saja 
juga harus memiliki ukuran yang kurang lebih sama. Tidak mungkin model-model 
ceking berlenggak-lenggok di atas catwalk memakai pakaian ukuran XXL. Angela 
memiliki ukuran pakaian 42 atau L. Tetapi ia adalah salah seorang model dari 
rumah mode Elena Grunert.
   
  Angela : “Tentu saja kami memiliki kehidupan yang luar biasa. Karena kami 
bisa makan apa saja yang kami mau. Model-model yang lain tidak bisa. Saya punya 
banyak teman perempuan yang hanya makan strawberi di pagi hari dan apel di 
malam hari. Saya bisa makan lebih banyak dari itu.”
   
  Pelanggan toko Mode Maximal sebagian besar berusia di atas 35 tahun. 
Rumah-rumah mode yang ada pun memang cenderung menitikkan beratkan mode pakaian 
besar bagi wanita berusia 40 tahunan. Menurut Ursula Dörner ada alasan 
tersendiri mengapa rumah mode pimpinan Elena Grunert memilih kelompok target 
dengan usia tersebut.
   
  Ursula Dörner : "Orang bilang, biasanya perempuan mulai usia 40 menggunakan 
pakaian berukuran besar. Ini karena melahirkan, anak-anak, kadang juga karena 
makan. Dan pasaran inilah yang dilihat beliau dan ia masuk disaat yang tepat.“ 
   
  Padahal sebenarnya banyak juga remaja putri yang sudah bermasalah dengan 
urusan berat badan di usia muda. Namun, pemilik toko Mode Maximal Edith Dörken 
tidak mau terlalu ambil pusing dengan lowongnya peluang pasaran bagi remaja 
putri.
   
  Edith Dörken : "Perempuan yang sangat muda memakai mode yang tidak sesuai 
dengan konsep kami. Mereka inginnya yang pendek dan ketat. Celana sangat ketat. 
Dan kami sebenarnya juga ingin menonjolkan bentuk badan tetapi dengan tidak 
begitu ketat."
   
  
  Anggapan bahwa kaum perempuan tidak akan bahagia jika berbadan besar dibantah 
oleh Ursula Dörner. Ia sendiri memiliki ukuran baju 52 atau XL, namun sukses di 
karir dan keluarga. Lagi pula, menurut Ursula masih banyak lagi kelebihan 
perempuan-perempuan berukuran besar.
   
  Ursula Dörner : "Kami yang agak gemuk memiliki kulit yang lebih indah, lebih 
tidak berkerut, dan kita punya belahan dada yang indah. Kita selalu senang. 
Kita senang pergi makan dan menikmatinya. Karena itu kami memancarkan aura yang 
lebih positif daripada mereka yang hanya boleh makan 120 kalori dan merusak 
acara makan malam. Kami menikmati hidup kami.“  
     
  Bukan itu saja. Asumsi bahwa kaum laki-laki hanya menyukai perempuan langsing 
juga tidak diterima begitu saja oleh Werner Weller. Ia bekerja sebagai ahli 
keuangan di rumah mode Elena Grunert. Selain itu, ia juga acap kali membantu 
proses penjualan pakaian kepada para distributor. Sehingga berada diantara 
perempuan berukuran besar bukan hal yang aneh lagi baginya.
   
  Werner Weller : "Ada banyak perempuan cantik yang berukuran besar tetapi 
proporsional. Ada juga perempuan yang bentuk badannya tidak begitu 
proporsional, tetapi mereka merasa nyaman dengan badan mereka.“
   
  Big is Beautiful. Mode tidak hanya bagi mereka yang memiliki tubuh seperti 
para supermodel. Perempuan berukuran besar juga berhak dan layak untuk tampil 
modis. 

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Next-gen email? Have it all with the  all-new Yahoo! Mail Beta.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke