http://www.antara.co.id/seenws/?id=40000

RI Dikritik Dunia Internasional Soal Eksekusi Tibo Cs

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia mengakui menerima keberatan maupun 
seruan anti-hukuman mati dari dunia internasional, termasuk dari Tahta Suci 
Vatikan serta sejumlah negara Eropa, terkait dengan rencana pelaksanaan hukuman 
mati pada Sabtu (12/8) dinihari bagi Tibo cs, terdakwa kasus kerusuhan Poso. 

"Kita menerima keberatan-keberatan, seruan-seruan itu, tidak hanya dari 
pemerintah atau Tahta Suci atau organisasi internasional, tapi juga 
pribadi-pribadi," kata Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, di Kantor 
Kepresidenan, Jakarta, Jumat malam, sebelum mengikuti sidang kabinet yang 
dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Pihak-pihak yang disebut Menlu Hassan tersebut menyampaikan pandangan mereka 
tentang bagaimana hukuman mati dalam falsafah serta praktek hukum positif 
negara mereka. 

Hassan mengisyaratkan Pemerintah Indonesia tidak terganggu dengan berbagai 
keberatan ataupun seruan anti-hukuman mati yang diterima dan menyatakan 
Indonesia sendiri akan selalu siap menjelaskan kapan saja tentang pelaksanaan 
hukum mati di Indonesia.

"Kita juga dengan rajin menjawab bagaimana hukuman mati dalam konteks hukum 
positif kita. Jadi interaksi yang biasa saja," katanya. 

Hassan mengaku dirinya bahkan baru saja menulis surat jawaban bagi seorang 
warga negara Jerman yang menyampaikan keberatan serta pandangannya tentang 
perlunya hukukuman mati dihapuskan secara keseluruhan di Indonesia seperti 
layaknya di Eropa. 

"Kita menjelaskan bahkan sebelumnya dan pertanyaan-pertanyaan seperti itu kita 
jawab. Kalau ada lagi, kita jawab lagi," ujar Menlu. 

Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu--ketiganya terpidana mati 
kasus kerusuhan Poso di Sulawesi Tengah (Sulteng), sedianya menghadapi regu 
tembak Jumat tengah malam (WIB)atau Sabtu dinihari (12/8) pukul 00:15 waktu 
setempat di wilayah hukum Pengadilan Negeri (PN) Palu.

Akan tetapi, Kapolri Jenderal Polisi Sutanto mengatakan seusai sidang kabinet 
Jumat malam bahwa eksekusi itu ditunda setelah 17 Agustus 2006. 

Tibo dan kedua rekannya menurut Pengadilan Negeri Palu merupakan pelaku utama 
kasus penyerangan yang terjadi pada 23 Mei 2000, yang menelan korban tewas 
sebanyak 191 orang.(*)


COPYRIGHT © 2006 ANTARA

++++

http://www.antara.co.id/seenws/?id=39997

Jemaat Katedral Makassar Gelar Doa Bersama Untuk Tibo Dkk

Makassar (ANTARA News) - Ratusan jemaat gereja Katedral di Makassar pada Jumat 
malam menggelar misa dan doa bersama khusus untuk keselamatan tiga terpidana 
hukuman mati dalam kasus kerusuhan Poso, yakni Fabianus Tibo, Dominggus da 
Silva dan Marinus Riwu, yang dieksekusi pada Sabtu (12/8) dini hari.

Do`a bersama itu digelar di halaman Gereja Katedral Makassar dengan membaca 
do`a keselamatan sebanyak 80 kali. 

Acara itu diikuti pula beberapa warga dari luar Kota Makassar, seperti 
Kabupaten Gowa. Mereka tampak khusyuk berdoa di tengah nyala lilin, dan 
beberapa di antara mereka terlihat meneteskan air mata.

Dalam doa bersama itu, Pendeta Saprianus Seba, yang juga dikenal sebagai tokoh 
masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) di Makassar, meminta para jemaat yang 
umumnya memeluk agama Katolik untuk mendoakan Tibo dan kawan-kawan (dkk), agar 
tetap tabah dan diberikan kekuatan iman oleh Tuhan, selain memanjatkan doa 
untuk keselamatan mereka di dunia dan akhirat. (*)




[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke