http://www.sinarharapan.co.id/berita/0608/11/sh02.html

Malam Sejuta Lilin Iringi Eksekusi Tibo dkk   



Palu-Gelombang aksi protes menentang eksekusi Fabianus Tibo, Dominggus da Silva 
dan Marinus Riwu terus berlanjut baik di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), 
maupun di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumat (11/8) malam ini, 
pukul 20.00 Wita, Koalisi Masyarakat Anti Hukuman Mati (KOMA) berencana 
menggelar malam sejuta lilin di Taman Gedung Juang di Jalan Sultan Hasanuddin, 
Palu. 


Di Jakarta, sekitar 30 orang yang tergabung dalam Aliansi Nasional untuk 
Pembebasan Tibo dkk, Jumat (11/) siang, berunjuk rasa di Bundaran Hotel 
Indonesia (HI), Jakarta. Mereka melihat kerusuhan Poso tidak dilakukan oleh 
Tibo dkk serta meminta agar kasus kerusuhan Poso diusut tuntas. Malam harinya 
sekitar pukul 19.00 WIB akan diadakan Misa Konselebrasi di Gereja Katolik Santo 
Josef, Jalan Matraman Raya 129, Jakarta Timur. 
Dari Maumere, Flores, ribuan pelajar pagi ini juga berunjuk rasa di depan 
Kantor Pengadilan Negeri dan DPRD setempat. Aksi serupa juga berlangsung di 
Larantuka dan Hokeng, Kabupaten Flores Timur serta Ende, Bajawa serta Ruteng. 


Koordinator aksi menentang eksekusi Tibo dkk di Larantuka, John Ricardo, yang 
dihubungi SH melalui telepon selularnya pagi ini mengatakan aksi menentang 
eksekusi berlangsung di seluruh Flores pagi ini. "Kami akan membakar seluruh 
kantor kejaksaan di Flores jika Tibo dkk jadi dieksekusi," kata John Ricardo 
yang akrab dipanggil Iwan itu. 
Jumat pagi ini, Pastor Jimi Tumbelaka bersama Steyvanus Roy Rening, Penasihat 
Hukum dari Padma Indonesia, berusaha menemui Tibo dkk untuk melaksanakan 
sakramen minyak suci di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A, Palu, Sulteng. 


Namun, hingga berita ini diturunkan, mereka belum mendapat izin dari Kalapas. 
Rumor yang beredar di Palu, Jumat pagi, menyebutkan kemungkinan eksekusi Tibo 
dkk akan ditunda karena munculnya reaksi dari sejumlah kalangan. 


Namun, Kejaksaan Agung melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) 
tetap bersikukuh untuk melaksanakan eksekusi itu. Kapespenkum I Wayan Pasek 
Suartha mengatakan tidak ada hal yang bisa menunda eksekusi tiga terpidana mati 
kasus kerusuhan Poso, yakni Fabianus Tibo, Marinus Riwu, dan Dominggus da 
Silva, yang dijadwalkan dilaksanakan pada Sabtu (12/8) pukul 00.15 Wita.

"Yang bisa menjadi penundaan hanya hal-hal bersifat teknis, misalnya tim regu 
tembak tidak siap, atau tidak ada rohaniawan yang mendampingi terpidana 
menjelang eksekusi," kata I Wayan Pasek Suartha di Jakarta, Kamis (10/8) siang.

Sesuai Penpers No.2/1964 tentang Pelaksanaan Hukuman Mati disebutkan bahwa 
eksekusi terpidana mati merupakan wewenang Kejaksaan Tinggi yang bersangkutan 
dengan berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Kapolda) setempat. Untuk 
eksekusi Tibo dkk sudah disiapkan regu tembak yang terdiri dari seorang perwira 
sebagai pemimpin serta lima bintara dan lima tamtama. Pelaksanaan eksekusi ini 
nanti di bawah komando jaksa tinggi atau jaksa yang diserahi tanggung jawab 
untuk melakukan eksekusi. 

Bertemu Anak
Sementara itu, Robertus Tibo, putra sulung Fabianus Tibo, salah seorang 
terpidana mati Kasus Poso, Kamis (10/8), menemui ayahnya di Lembaga 
Pemasyarakatan Kelas II A, Palu, Sulawesi Tengah.


Robertus ditemani ibunya, Nurmin Kasiala, dan sejumlah anggota keluarganya yang 
lain. Mereka tiba di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Palu sekitar pukul 10.30 Wita. 
Sesampainya di LP, sekitar 15 menit, mereka mengurus izin menjenguk pada 
petugas di loket yang telah disediakan. Para keluarga dekat Fabianus Tibo 
kemudian langsung masuk ke LP yang kini makin ketat pengamanannya.


Selain itu, penasihat hukum dari Padma Indonesia, Steyvanus Roy Rening, juga 
terlihat menemani keluarga terdekat Tibo ini.
Sesaat sebelum masuk ke LP, Robertus kembali menegaskan sikap keluarga mereka. 
"Sejak proses awal, kami melihat banyak ketidakadilan dalam peradilan atas 
bapak kami, Om Domi dan Rinus. Karenanya, kami sekeluarga menyatakan menolak 
eksekusi ini," kata Robertus.
Nurmin Kasiala, istri Tibo, pun menyatakan hal serupa. Menurutnya, suami 
tercinta itu hanyalah dijadikan korban. "Kami berharap agar Presiden bisa 
mendengar permintaan kami agar eksekusi bapak ditunda," ujar Nurmin memelas.


Tujuh jam lamanya pertemuan keluarga ini berlangsung di dalam ruangan Kepala LP 
Palu. Para wartawan sama sekali tidak diperbolehkan mengambil gambar, apalagi 
untuk mewancarai Tibo. Beruntung melalui hubungan telepon seluler milik kuasa 
hukumnya, Fabianus Tibo sempat menyapa wartawan. Ia berharap bisa menggelar 
konferensi pers bersama wartawan sebelum ia dieksekusi.


Seperti yang disampaikannya berkali-kali, Tibo menyatakan bahwa mereka tidak 
bersalah dan ada banyak orang yang mesti bertanggung jawab atas kerusuhan Poso. 
"Bukan hanya kami bertiga yang harus dikorbankan," demikian Tibo.

Pesan Terakhir
Steyvanus Roy Rening setelah pertemuan itu menyampaikan beberapa pesan terakhir 
ketiga terpidana mati Poso, Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus 
Riwu. "Fabianus Tibo meminta agar diberi kesempatan bertemu wartawan. Tibo 
ingin menyampaikan beberapa hal kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
melalui wartawan," ujar Roy.
Roy mengatakan bahwa Dominggus dan Marinus juga meminta beberapa hal. 
"Dominggus dan Marinus meminta agar jenazahnya dimakamkan di Flores, di kampung 
halamannya. Sementara itu, Tibo, sesuai permintaan keluarga, akan dimakamkan di 
Beteleme, Morowali, " sebut Roy. 


Khusus kepada Robertus, Tibo berpesan agar ia menjaga keluarga. Meski dengan 
perasaan sedih, Robertus mengaku menyahuti permintaan ayahnya itu. (erna dwi 
lidiawati/dina sasti damayanti/norman meoko)



[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke