Catatan laluta:
Tahun ini masyarakat Indonesia di ingatkan oleh perayaan maupun peringatan
Kemerdekaan Indonesia yang berusia 61 tahun. Ketika Proklamasi Kemerdekaan,
tanggal 17 agustus 1945 yang dipelopori oleh kaum para pemuda, dicetuskan
rakyat segera menyambutnya dengan dukungan semangat tekad Kesatuan dan
Persatuan Bangsa untuk membela dan mempertahankan Kemerdekaan Negara Republik
Indonesia yang baru lahir itu.
Proklamasi Kemerdekaan Rakyat Indonesia tidak hanya mendapat dukungan dari
warga dunia yang cinta kemerdekaan di seluruh dunia, tapi gemamya berhasil
menerobos organisasi resmi Internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan
Keamanan PBB. Dengan dibicarakannya masalah Indonesia di sidang Dewan Keamanan
semakin banyaklah orang di dunia tahu bahwa di Indonesia sedang terjadi
pergolakan dimana rakyat sedang mempertahankan kemerdekaan yang baru direbut
dan memerangi musuh yang ingin kembali menjajahnya.
Berkaitan dengan suasana ketegangan dan kegentingan di seluruh tanah air
dalam mempertahankan Republik dan mempersiapkan perlawanan terhadap serangan
kembali dari pihak penjajah, maka lahirlah PESINDO (Pemuda Sosialis Indonesia)
sebagai wadah perjuangan pemuda. PESINDO merupakan hasil peleburan 7
organisasi, yang berhaluan sama dan bertujuan menggalang masyarakat
sosialistis.
Sosok organisasi Pemuda yang disebut Pesindo dikenal sebagai salah satu
organisasi yang pernah hadir dalam Revolusi untuk menegakkan sendi-sendi
kehidupan bernegara, sebagaimana yang di inginkan oleh Maklumat Pemerintah.
Dalam mengisi tujuan Revolusi dan Pembangunan masyarakat PESINDO telah
melibatkan diri keberbagai daerah dalam usaha proses demokratisasi Pamong
Praja. Dengan begitu Pesindo sebagai golongan 'kiri' pernah memberi dan
mewarnai aspirasi model perjalanan Republik Indonesia untuk memilih alternatif
perjuangan dalam menciptakan Kedaulatan Rakyat.
Dibawah ini adalah salah satu catatan dokumen, yang diketik ulang dari
majalah - Pesindo bernama Revolusioner. Pengetikan ulang tsb disesuaikan
menurut ejaan yang disempurnakan.
Salam,
MiRa
La luta Continua!
***
Sumber:
Revolusioner
1946
Kedudukan Pesindo dalam perjuangan Indonesia dan dunia Internasional. Oleh:
Pucuk Pimpinan Pesindo bagian Penerangan. Pesindo - Pemuda Sosialis
Indonesia -telah masuk dalam masyarakat. Nama Pesindo telah berada dalam hati
rakyat jelata. Suara Pesindo telah didengarkan oleh umum. Perjuangan isinyapun
telah pula dirasakan oleh rakyat, hanya belum mendalam sampai kedarah dan
tulang sumsumnya. Usaha memperdalam sampai diperdarah dagingkan oleh rakyatlah
sekarang yang menjadi tanggungan tiap-tiap pemuda Sosialis terutama
pengurusnya. Azas Pesindo ialah kedaulatan Rakyat yang penuh (Sosialisme)
dalam lapangan 1.politik, 2. ekonomi, dan 3. sosial. Tujuanya: memperteguh
Negara Republik Indonesia berdasarkan kedaulatan Rakyat yang penuh (Masyarakat
Sosialistis). Rencana perjuanganya: mempersatukan seluruh tenaga perjuangan
guna menpertahankan Republik Indonesia berdasarkan keadilan sosial dll.
Demikian azas, tujuan dan rencana perjuangan Pesindo mencapai
cita-cita Rakyat Indonesia (yang lengkap bacalah majalah "Revolusioner" No. 1
halaman 10-12). Isi dan tujuan Pesindo telah tercantum sendiri dalam
namanya, oleh karena itu hanya kedudukannya dalam perjuanganlah yang
manghendaki penerangan dan penyempurnaan. Rakyat Indonesia adalah Rakyat
yang berjiwa (gotong royong dan yang sampai sekarang bermasyarakat gotong
royong). Jiwa yang demikian di Indonesia bukan bikinan manusia ini adalah
tempat alam sendiri. Iklim dan bumi Indonesia menempa rakyat Indonesia
demikian.Tanah Indonesia kaya raya karena iklimnya, sebab hujan dan kepanasan
mataharinya cukup benar untuk menyuburkan bumi Indonesia. Kedudukanya dibawah
sinar matahari yang langsung karena berada dalam "khatulistiwa" (equator) dan
di tengah-tengah aliran- aliran angin Barat dan Timur "west monsoon dan East
monsson" mengayakan Indonesia sampai melimpah. Kekayaan alam Indonesia
ini menbentuk jiwa pemurah, menberi dasar kepada jiwa Indonesia jaitu jiwa
bergotong-royong. Jiwa yang bergotong royong inilah menyusun dan meletakkan
dasar-dasar masyarakat di Indonesia yaitu masyarakat yang bergotong-rayong.
Jiwa dan masyarakat yang bergotong-royng inilah yang berkusa di Indonesia
sampai sekarang. Hanya pusatnya bukan di kota tetapi di Desa. Di desa
usaha-usaha yang penting masih di usahakan bersama misalnya minghindarkan
bahaya, gugur Gunung, banjir dll. Perkara diselesaikan dengan putusan Rakyat.
Rumah-rumah didirikan bersama. Ongkos-ongkos pesta di pikul bersama. Panenpun
dipungut hasilnya bersama dsb. Roch yang demikian sudah hilang dari kota diusir
oleh Roch yang individualistis yang di tanam oleh kapitalisme dan imperialisme
dan selama 350 tahun. Stelsel perekonomian di kota kapitalistik dan
imperialistik sehingga susunanya merupakan susunan pengangkutan kekayaan
Indonesia dari Indonesia. Oleh karena ini semua rakyat Indonesia yang 70
juta itu melarat di tengah-tengah kekayaan alam yang melimpah dan kaum
intelektuil
Indonesia yang 5% itu kehilangan jiwa gotong royong. 50 tahun yang terakhir
ini perjuangan politik di Indonesia berjuang mati-matian merebut kembali pusaka
asli itu. Dalam perjuangan ini Indonesia memperoleh pengetahuan dari
gerakan-gerakan politik dari Eropa dan Rusia. Di Eropa stelsel
kapitalisme membagi masyarakat menjadi dua:
1. Masyarakat burjuis (kaum modal dan komplotannya) dan
2. Masyarakat Proletar (buruh, tani dan militer.). Masyarakat burjuis
adalah masyarakat kecil yang memonopoli kemakmuran sampai berlebih-lebihan dan
masyarakat proletar adalah masyarakat yang besar yang miskin sampai kelaparan.
Penindasan yang melampaui batas kemanusiaan ini terhadap proletar
menimbulkan gerakan politik yang revolusioner di Eropa terutama mulai tahun
1820. Ini adalah pula kodrat alam. Selama ada penindasan atau perbedaan klas
dan dimana saja ia berada selama itu dan disitu pula akan timbul gerakan hendak
melepaskan dari penindasan dan perbedaan kelas itu dan jika sempurna betul
bukan hanya melepaskan diri tetapi juga mengganti penindasan dan perbedaan itu
dengan keadilan.Tiap- tiap alam penindasan menimbulkan pemimpin. Demikian
diwaktu penindasan kapitalisme dalam abad ke 19 sampai sekarang timbul
pergerakan-pergerakan yang dipimpin pujangga-pujangga besar sebagai
Marx-Egels-Lasalle, Owen dan lain-lainnya di Europa. Pergerakan ini timbul
pula
di Rusia karena disitu rakyat yang kurang lebih 160 juta itu ditindas oleh
stelsel feodalisme. Kemakmuran yang mesti di bagi-bagi oleh 160 juta itu di
kuasai hanya kurang lebih 142 raja tanah feodal. Di Indonesia kapitalisme
- imperialisme menindas rakyat yang 70 juta itu. Alam penindasan ini pula
menimbulkan pergerakan revolusioner di Indonesia. Demikian
pergerakan-pergerakan revolusioner sebagai Serikat Islam, Serikat Rakyat,
Partai Komunis Indonesia, Partai Nasional Indonesia, Pendidikan Nasional
Indonesia, Gerakan Rakyat Indonesia dan lain-lain lahir untuk melepaskan
Indonesia dari penindasan itu. Semua pergerakan-pergerakan tersebut ini menanam
jiwa revolusi dalam sanubari rakyat Indonesia. Isi ajaran yang di tanam oleh
pergerakan-pergerakan itu ialah gotong royongisme atau sama rata sama rasa
dalam terminologi kawan-kawan rakyat jelata. Dalam Bahasa import dinamai
sosialisme. Maka isi yang diperjuangkan oleh gerakan-gerakan politik di
Indonesia selama 50
tahun berakhir ini sama dengan isi dan cita-cita rakyat murba yaitu sama
dengan dasar jiwa dan kemasyarakatan di Indonesia. RAKYAT INDONESIA TULEN
tidak ingin makmur sendiri. Jiwanya sakit kalau ia makmur tetapi orang lain
sengsara. Jiwanya sakit kalau melihat ia di dewa-dewakan, orang lain di rendah-
rendahkan. Maka penindasan materi dan penindasan jiwa tidak di kehendaki oleh
rakyat tulen, yaitu rakyat murba di Indonesia. Keinginan rakyat tulen di
Indonesia inilah yang di perjuangkan oleh gerakanh-gerakan revolusioner di
Indonesia. Jiwa gerakan demikian telah mengisi dan menguasai jiwa muda di
Indonesia. Proses jiwa demikian ini meletus pada tgl 17 Agustus1945. Jiwa yang
demikian ini di waktu pemerintahan Jepang pun berapi-api. Jepang hendak
mengalirkan ini untuk menahan kemajuan sekutu tetapi usaha ini gagal. Karena
jiwa yang demikian bukanlah bikinan sementara: jiwa yang demikian adalah
tempaan alam, tuntutan sejarah yang tidak dapat dirubah atau ditahan oleh
siapa saja. Maka letusan itupun pada tgl 17 Agustus adalah syarat evolusi
sejarah yang mesti terjadi. Begitulah Angkatan Muda dengan rakyat seluruhnya
bangun serentak melahirkan Kemerdekaan Indonesia ini, kelahiran revolusi
menantang kapitalisme, imperialisme dan menggantinya secepat-cepatnya dengan
susunan gotong royong. Maka Kemerdakaan Indonesia adalah pembukaan bagi rakyat
jelata. Kemerdekaan Indonesia belum berarti kemakmuran tetapi langkah pertama
kepada perjuangan mencapai kemakmuran bagi tiap-tiap warga negara Indonesia.
Pemuda-pemuda Indonesia telah membuat kemerdekaan itu. Maka untuk melanjutkan
perjuangan mencapai cita-cita rakyak proletar yaitu menghapuskan penindasan
materi dan jiwa, Angkatan-angkatan Muda mempersatukan dirinya dalam Pesindo,
Pemuda Sosialis Indonesia. Nama itu sendiri telah mengandung isinya yaitu
pemuda yang akan menciptakan gotong royongisme dalam politik, ekonomi dan
sosial. Isi ini telah menjadi dasar negara Republik Indonesia. Isi ini
pulalah yang diperjuangkan oleh Pesindo dalam perjuangan mana Pesindo memakai
jalan yang secepat-cepatnya. Itulah sebabnya maka perjuangan Pesindo
adalah perjuangan revolusioner. Nah, sekarang bagaimanakah kedudukan Pesindo
dalam perjuangan Indonesia dan perjuangan Internasional? Dengan
keterangan diatas menguaraikan cita-cita rakyat Indonesia dan isi perjuangan
pergerakan politik di Indonesia tidak susah lagi bagi siapa saja untuk
mengetahuinya. Ditanah air kita bermacam-macam pergerakan yang sebagainya
sama isi dan tujuannya, hanya ada yang berlainan dalam caranya. Pesindo
realistis dalam perjuangannya, sebab memang dengan memakai cara yang realistis
itulah cita-cita yang demikian yang dapat tercapai. Sekarang adakah di
Indonesia badan atau golongan yang tidak setuju kepada cita-cita rakyat jelata
itu? Menurut kepercayaan Pesindo dalam teori prinsipnya tiada ada. Apakah ada
juga yang tidak setuju dengan caranya yaitu cara revolusioner? Menurut
kepercayaan Pesindo dalam teori prinsipnya tidak ada pula. Kalau demikian
mengapakah Pesindo berdiri? Tidak lain karena praktek lain dari pada teori.
Maka Pesindo dalam perjuangannya berkedudukan mengerahkan tenaga Indonesia
dan rakyatnya seluruhnya kejurusan perjuangan yang nyata menurut keadaan yang
nyata di Indonesia. Keadaan yang nyata di Indonesia:
1. Indonesia adalah bekas jajahan.
2. Karena itu pengaruhnya masih merupakan halangan bagi cita- cita rakyat.
Mencapai cita-cita itu:
a. Pemerintah harus mempunyai pengetahuan dan kesadaran politik dalam
cita-cita. Dalam rangka pertama burokrasi harus dihilangkan.
b. Rakyat jelata yang telah berdarah daging gotong royongisme musti mempunyai
organisasi. Beban untuk meletakan syarat-syarat inilah yang sekarang
dipikul oleh Pesindo. Ini bukan berarti, bahwa badan-badan lain tidak
memperjuangkan atau menuntut cita-cita demikian. Strategis Pesindo memikul
beban ini terang-terangan karena memang Pesindo adalah kepunyaan rakyat
seluruhnya. Karena Pesindo ini adalah terdiri dari Anak-anaknya rakyat itu
sendiri. Melaksanakan cita-cita demikian menghendaki tenaga rakyat
seluruhnya, menghendaki tenaga massa untuk mengadakan perubahan. Maka dalam
daadnya [prakteknya] Pesindo adalah orgaan yang mengumpulkan segala tenaga di
Indonesia yaitu tenaga rakyat dan tenaga economi dan merevolusionerkan segala
tenaga ini untuk menpercepat datangnya cita-cita itu sebagaimana dicantumkan
dalam rencana perjuanganya. Maka jiwa gerakan yang lembek dikeraskan oleh
Pesindo, jiwa gerakan kanan dikirikan oleh Pesindo, politik yang merugikan
Kemerdekaan yang penuh dibenarkan oleh Pesindo. Rakyat yang sekarang telah
bangkit melawan penjajahan dan mulai menyusun dirinya sendiri dalam
berbagai-bagai barisan dan gerakan sebagai barisan Tani dan Buruh dibela oleh
Pesindo. Maka Pesindo adalah Prajurit rakyat, dalam segala lapangan. Pesindo
adalah membuka jalan bagi rakyat jelata. Untuk ini Pesindo menpunyai cita-cita
dan menpunyai progam untuk ditawarkan sebagai pedoman perjuangan. Dengan ini
Pesindo berusaha menarik massa kepada revolusi yang teratur, revolusi yang
mempunyai rencana. Bukankah tiap-tiap badan menghendaki perubahan itu di
Indonesia? Sekarang Negeri kita berada dalam dua macam perjuangan, yaitu:
a. Revolusi nasional.
b. Revolusi sosial.
Yang pertama mengusir musuh dari Indonesia untuk mencapai Kedaulatan
Negara Indonesia dalam dunia Internasional dan yang kemudian mengadakan
perubahan didalam Negeri, yaitu perubahan menuju kedaulatan Rakyat dalam
politik, ekonomi dan sosial. Pekerjaan ini adalah pekerjaan raksasa dan
pekerjaan raksasa menghendaki kesungguhnya hati, menhendaki keuletan,
menghendaki solidariteit dan menghendaki efficiensi dalam segala lapagan
pembagunan. Tidak cukup hanya bergantung kepada organisasi lama. Pekerjaan ini
menghendaki tenaga raksasa. Dimakah tenaga raksasa itu? Tenaga itu berada di
Desa. Di kota berada tenaga intelektuelen dan perindustrian, di Desa ada rakyat
proletar tani dan hasil bumi. Koordinasilah yang dapat membetuk tenaga
raksasa ini dan koordinasi ini dapat dibentuk dengan keinsyafan kepada realitas
perjuangan dapat digerakan oleh badan yang menpunyai isi kepentingan bersama di
antara rakyat seluruhnya. Maka Pesindo sekarang berusaha memgumpulkan tenaga
pemimpin- pemimpin, mengumpulkan tenaga badan-badan, dan menunjukan jalan
kepada rakyat jelata. Apabila ini sudah berhasil, tenaga yang demikian inilah
yang dapat mengusir musuh seluruhnya.
Dengan demikian Pesindo menperkuat kedudukan Pemerintah Republik Indonesia
dalam dunia Internasional. Bagi Pesindo tidak cukup hanya menyatakan menperkuat
dalam mulut, dalam perkataan dll, tetapi menperkuat dengan tenaga yang nyata.
Itulah pula sebabnya maka Pesindo tidak putus-putus berusaha menperkuat Laskar
Rakyat dengan memberi latihan ketentaraan, economi dan ideologi. Jadi jika
Pesindo keras dalam langkahnya, bukan oleh karena Pesindo hendak memusnahkan,
tetapi oleh karna Pesindo hendak mencapai dengan cepat dan hanya dengan langkah
yang cepatlah musuh dapat di hancurkan. Dalam prakteknya memang langkah Pesindo
ini tidak dapat penuh diikuti oleh sebagian masyarakat, terutama kaum
intellectueel, sebab tujuan intellectualisme yang di bawa oleh Belanda, bukan
hendak memenuhi perubahan untuk mencapai perubahan, tetapi memenuhi kebutuhan
administrasi sipenjajah, oleh karena itu bukan berarti bahwa perubahan itu
tidak boleh kita capai dengan cara yang revolusioner, karena
kebetulan administrasi di Indonesia ini terpaksa harus tergantung kepada
burokrasi lama. Ini adalah suatu realiteit. Oleh karena itu tidak patut kalau
di terima salah oleh siapapun juga. Demikian juga dalam hal tenaga pimpinan
tidak patut di terima salah. Pesindo dituduh menganut kepada Pemimpin-pemimpin
bukan kepada ideologi, oleh karena itu dalam usahanya Pesindo mempersatukan
tenaga-tenaga pimpinan-pimpinan sehingga pemimpin-pemimpin bisa takluk putusan
umum, putusan rakyat. Bukanlah ini suatu barang yang suci dan strategi dalam
revolusi? Revolusi apapun juga menghendaki centralisasi pimpinan.
Untuk mengetahui pimpinan yang benar rakyat menghendaki pengetahuan. Ini
perlu, bukan oleh karena rakyat berjuang untuk pengetahuan, tetapi oleh karena
pengetahuan yang demikianlah yang dapat mengekalkan dan menjamin hasilnya bagi
rakyat sehingga tidak sebagai rakyat Jepang kepada Tenno Heikanya. Pengetahuan
demikian hanya dapat diperoleh oleh rakyat dari pengalaman, yaitu usaha-usaha
dan organisasi-organisasi diperoleh dimana ia sendiri turut menentukan arahnya.
Makin besar organisasi rakyat makin dekat ia kepada pemimpin-pemimpin. Inilah
yang akan memberi pengetahuan kepadanya, pemimpin mana yang besar dan dengan
kedekatan ini pula ia dapat mengontrol pemimpin-pemimpinnya. Hasilnya akan
mencapai kebenaran pimpinan, dan pemimpin yang besar. Dengan latihan demikian
rakyat akan mendapat keberanian melemparkan mana yang salah dan memakai mana
yang benar.
Rakyat sekarang berada dalam proses ini, demikian pula Pesindo. Pesindo
berada dalam usaha mencapai kebenaran pimpinan diwaktu ia melaksanakan
persatuan segala tenaga untuk mencapai tujuan cita-cita rakyat jelata
Indonesia. Tenaga yang demikian ini, koordinasi ini yang serupa dengan inilah
yang akan menjamin terusirnya tiap-tiap penjajahan dari Indonesia. Dalam hal
ini bukan Pesindo yang dijadikan alat tetapi Pesindo dengan hati terbuka,
dengan niat yang jujur hendak mencapai kebenaran untuk menjamin kekekalan,
kemakmuran bagi rakyat jelata; untuk menpercepat terusirnya musuh-musuh dan
dengan sendirinya meninggikan Kedaulatan Negara kita. Demikian pula
halnya dalam revolusi sosial. Pesindo terus terus menerus dengan cara
yang revolusioner menunjukkan arah dalam politik dan Pemerintahan yang akan
menjamin kekuasaan di tangan Rakyat, akan menjamin kemakmuran bagi rakyat
proletar di Indonesia. Straregi perjuangan memang menghendaki ini. Hanya dengan
cara dan
program yang nyata, yang tegas dan yang bisa dimengerti oleh rakyat berdasar
perhitungan bukan kepada mistiklah yang dapat menarik massa dan menpersatukan
tenaga massa sehinga bulat. Dengan putusan tenaga ini perubahan apa saja dapat
dicapai, pembangunan apa saja dapat di jalankan karena dengan dipersatuan massa
ini kebetulan dan kesatuan organisasi dapat di capai. Dengan jalan demikian
burokrasi dan konservatisme dapat di hilangkan secepat-cepatnya.
Perjuangan mencapai cita-cita gotong royongisme di Indonesia akan lebih kuat
kedudukannya dan akan lebih terjamin kedatanganya kalau dari dunia luar
mendapat bantuan. Dalam hal ini bantuan yang direct [langsung] dan yang
indirect [tidak langsung ] sama pentingnya. Perjuangan yang dapat
menperkuat kedudukan perjuangan di Indonesia ialah perjuangan sosialis. Maka
dalam langkahnya Pesindo menyambut sosialis di luar Negeri. Dimana di
seluruh dunia kemelaratan proletar merata dan tiap- tiap Negeri kapitalistis
timbul kelas proletar menentang penindasan. Dengan rakyat proletar luar Negeri
ini Pesindo seperjuangan. Maka oleh karena itu Pesindo tidak putus- putusnya
menyerukan kepada kawan-kawan itu meneruskan perjuangannya dengan mengingat
bahwa Pesindo di Indonesia berada dalam perjuangan yang sama dengan perjuangan
mereka. Hanya dengan persatuan perjuangan proletar seluruh dunialah
kekuatan kapitalisme dan imperialisme dapat dibinasakan sama sekali dari muka
bumi. Sekarang perhubungan terputus, tetapi pekerjaan bersama masih tetap
jalan. Hubungan udara dapat mempersatukan segala element sosialis seluruh
dunia. Kabar perjuangan dengan bambu rucing di Indonesia untuk mencapai gotong
royongisme di Indonesia membangunkan optimisme dalam perjuangan sosialis di
mana-mana yaitu di India, Tiongkok, Australia, Iran, Irak, Polonia dan
diseluruh negeri-negeri Europa. Perjuangan demikian ini menyakinkan Rusia
membela Indonesia karena tiap- tiap perjuangan sosialis dimanpun juga
berarti menjatuhkan kekuasaan kapitalisme dan imperialisme. Dengan
perjuangan yang diuraikan tadi Pesindo berkeyakinan bahwa kemakmuran rakyat
jelata pasti akan lekas dan terjamin datangnya.
http://www.xs4all.nl/~peace/
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/