Catatan laluta:
   
  Tahun ini masyarakat Indonesia di ingatkan oleh perayaan maupun peringatan 
Kemerdekaan Indonesia yang berusia 61 tahun. Ketika Proklamasi Kemerdekaan, 
tanggal 17 agustus 1945 yang dipelopori oleh kaum para pemuda, dicetuskan 
rakyat segera menyambutnya dengan dukungan semangat tekad Kesatuan dan 
Persatuan Bangsa untuk membela dan mempertahankan Kemerdekaan Negara Republik 
Indonesia yang baru lahir itu. 
   
  Proklamasi Kemerdekaan Rakyat Indonesia tidak hanya mendapat dukungan dari 
warga dunia yang cinta kemerdekaan di seluruh dunia, tapi gemamya berhasil 
menerobos organisasi resmi Internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan 
Keamanan PBB. Dengan dibicarakannya masalah Indonesia di sidang Dewan Keamanan 
semakin banyaklah orang di dunia tahu bahwa di Indonesia sedang terjadi 
pergolakan dimana rakyat sedang mempertahankan kemerdekaan yang baru direbut 
dan memerangi musuh yang ingin kembali menjajahnya.
   
  Berkaitan dengan suasana ketegangan dan kegentingan di seluruh tanah air 
dalam mempertahankan Republik dan mempersiapkan perlawanan terhadap serangan 
kembali dari pihak penjajah, maka lahirlah PESINDO (Pemuda Sosialis Indonesia) 
sebagai wadah perjuangan pemuda. PESINDO merupakan hasil peleburan 7 
organisasi, yang berhaluan sama dan bertujuan menggalang masyarakat 
sosialistis. 
   
  Sosok organisasi Pemuda yang disebut Pesindo dikenal sebagai salah satu 
organisasi yang pernah hadir dalam Revolusi untuk menegakkan sendi-sendi 
kehidupan bernegara, sebagaimana yang di inginkan oleh Maklumat Pemerintah. 
Dalam mengisi tujuan Revolusi dan Pembangunan masyarakat PESINDO telah 
melibatkan diri keberbagai daerah dalam usaha proses demokratisasi Pamong 
Praja. Dengan begitu Pesindo sebagai golongan 'kiri' pernah memberi dan 
mewarnai aspirasi model perjalanan Republik Indonesia untuk memilih alternatif 
perjuangan dalam menciptakan Kedaulatan Rakyat. 
   
  Dibawah ini adalah salah satu catatan dokumen, yang diketik ulang dari 
majalah - Pesindo bernama Revolusioner. Pengetikan ulang tsb disesuaikan 
menurut ejaan yang disempurnakan.  
   
  Salam,
  MiRa
  La luta Continua!
   
  ***
  Sumber:
Revolusioner
1946 

   
  
  Kedudukan Pesindo dalam perjuangan Indonesia dan dunia Internasional.  Oleh: 
Pucuk Pimpinan Pesindo bagian Penerangan.       Pesindo - Pemuda Sosialis 
Indonesia -telah masuk dalam masyarakat. Nama Pesindo telah berada dalam hati 
rakyat jelata. Suara Pesindo telah didengarkan oleh umum. Perjuangan isinyapun 
telah pula dirasakan oleh rakyat, hanya belum mendalam sampai kedarah dan 
tulang sumsumnya. Usaha memperdalam sampai diperdarah dagingkan oleh rakyatlah 
sekarang yang menjadi tanggungan tiap-tiap pemuda Sosialis terutama 
pengurusnya.       Azas Pesindo ialah kedaulatan Rakyat yang penuh (Sosialisme) 
dalam lapangan 1.politik, 2. ekonomi, dan 3. sosial. Tujuanya: memperteguh 
Negara Republik Indonesia berdasarkan kedaulatan Rakyat yang penuh (Masyarakat 
Sosialistis). Rencana perjuanganya: mempersatukan seluruh tenaga perjuangan 
guna menpertahankan Republik Indonesia berdasarkan keadilan sosial dll.       
Demikian azas, tujuan dan rencana perjuangan Pesindo mencapai
 cita-cita Rakyat Indonesia (yang lengkap bacalah majalah "Revolusioner" No. 1 
halaman 10-12).       Isi dan tujuan Pesindo telah tercantum sendiri dalam 
namanya, oleh karena itu hanya kedudukannya dalam perjuanganlah yang 
manghendaki penerangan dan penyempurnaan.       Rakyat Indonesia adalah Rakyat 
yang berjiwa (gotong royong dan yang sampai sekarang bermasyarakat gotong 
royong). Jiwa yang demikian di Indonesia bukan bikinan manusia ini adalah 
tempat alam sendiri. Iklim dan bumi Indonesia menempa rakyat Indonesia 
demikian.Tanah Indonesia kaya raya karena iklimnya, sebab hujan dan kepanasan 
mataharinya cukup benar untuk menyuburkan bumi Indonesia.   Kedudukanya dibawah 
sinar matahari yang langsung karena berada dalam "khatulistiwa" (equator) dan 
di tengah-tengah aliran- aliran angin Barat dan Timur "west monsoon dan East 
monsson" mengayakan Indonesia sampai melimpah.       Kekayaan alam Indonesia 
ini menbentuk jiwa pemurah, menberi dasar kepada jiwa Indonesia jaitu jiwa
 bergotong-royong. Jiwa yang bergotong royong inilah menyusun dan meletakkan 
dasar-dasar masyarakat di Indonesia yaitu masyarakat yang bergotong-rayong. 
Jiwa dan masyarakat yang bergotong-royng inilah yang berkusa di Indonesia 
sampai sekarang. Hanya pusatnya bukan di kota tetapi di Desa. Di desa 
usaha-usaha yang penting masih di usahakan bersama misalnya minghindarkan 
bahaya, gugur Gunung, banjir dll. Perkara diselesaikan dengan putusan Rakyat. 
Rumah-rumah didirikan bersama. Ongkos-ongkos pesta di pikul bersama. Panenpun 
dipungut hasilnya bersama dsb. Roch yang demikian sudah hilang dari kota diusir 
oleh Roch yang individualistis yang di tanam oleh kapitalisme dan imperialisme 
dan selama 350 tahun. Stelsel perekonomian di kota kapitalistik dan 
imperialistik sehingga susunanya merupakan susunan pengangkutan kekayaan 
Indonesia dari Indonesia.       Oleh karena ini semua rakyat Indonesia yang 70 
juta itu melarat di tengah-tengah kekayaan alam yang melimpah dan kaum 
intelektuil
 Indonesia yang 5% itu kehilangan jiwa gotong royong. 50 tahun yang terakhir 
ini perjuangan politik di Indonesia berjuang mati-matian merebut kembali pusaka 
asli itu. Dalam perjuangan ini Indonesia memperoleh pengetahuan dari 
gerakan-gerakan politik dari Eropa dan Rusia.       Di Eropa stelsel 
kapitalisme membagi masyarakat menjadi dua:
1. Masyarakat burjuis (kaum modal dan komplotannya) dan
2. Masyarakat Proletar (buruh, tani dan militer.).       Masyarakat burjuis 
adalah masyarakat kecil yang memonopoli kemakmuran sampai berlebih-lebihan dan 
masyarakat proletar adalah masyarakat yang besar yang miskin sampai kelaparan.  
     Penindasan yang melampaui batas kemanusiaan ini terhadap proletar 
menimbulkan gerakan politik yang revolusioner di Eropa terutama mulai tahun 
1820. Ini adalah pula kodrat alam. Selama ada penindasan atau perbedaan klas 
dan dimana saja ia berada selama itu dan disitu pula akan timbul gerakan hendak 
melepaskan dari penindasan dan perbedaan kelas itu dan jika sempurna betul 
bukan hanya melepaskan diri tetapi juga mengganti penindasan dan perbedaan itu 
dengan keadilan.Tiap- tiap alam penindasan menimbulkan pemimpin. Demikian 
diwaktu penindasan kapitalisme dalam abad ke 19 sampai sekarang timbul 
pergerakan-pergerakan yang dipimpin pujangga-pujangga besar sebagai 
Marx-Egels-Lasalle, Owen dan lain-lainnya di Europa.   Pergerakan ini timbul 
pula
 di Rusia karena disitu rakyat yang kurang lebih 160 juta itu ditindas oleh 
stelsel feodalisme. Kemakmuran yang mesti di bagi-bagi oleh 160 juta itu di 
kuasai hanya kurang lebih 142 raja tanah feodal.       Di Indonesia kapitalisme 
- imperialisme menindas rakyat yang 70 juta itu. Alam penindasan ini pula 
menimbulkan pergerakan revolusioner di Indonesia. Demikian 
pergerakan-pergerakan revolusioner sebagai Serikat Islam, Serikat Rakyat, 
Partai Komunis Indonesia, Partai Nasional Indonesia, Pendidikan Nasional 
Indonesia, Gerakan Rakyat Indonesia dan lain-lain lahir untuk melepaskan 
Indonesia dari penindasan itu. Semua pergerakan-pergerakan tersebut ini menanam 
jiwa revolusi dalam sanubari rakyat Indonesia. Isi ajaran yang di tanam oleh 
pergerakan-pergerakan itu ialah gotong royongisme atau sama rata sama rasa 
dalam terminologi kawan-kawan rakyat jelata.       Dalam Bahasa import dinamai 
sosialisme. Maka isi yang diperjuangkan oleh gerakan-gerakan politik di 
Indonesia selama 50
 tahun berakhir ini sama dengan isi dan cita-cita rakyat murba yaitu sama 
dengan dasar jiwa dan kemasyarakatan di Indonesia.   RAKYAT INDONESIA TULEN 
tidak ingin makmur sendiri. Jiwanya sakit kalau ia makmur tetapi orang lain 
sengsara. Jiwanya sakit kalau melihat ia di dewa-dewakan, orang lain di rendah- 
rendahkan. Maka penindasan materi dan penindasan jiwa tidak di kehendaki oleh 
rakyat tulen, yaitu rakyat murba di Indonesia. Keinginan rakyat tulen di 
Indonesia inilah yang di perjuangkan oleh gerakanh-gerakan revolusioner di 
Indonesia.       Jiwa gerakan demikian telah mengisi dan menguasai jiwa muda di 
Indonesia. Proses jiwa demikian ini meletus pada tgl 17 Agustus1945. Jiwa yang 
demikian ini di waktu pemerintahan Jepang pun berapi-api. Jepang hendak 
mengalirkan ini untuk menahan kemajuan sekutu tetapi usaha ini gagal. Karena 
jiwa yang demikian bukanlah bikinan sementara: jiwa yang demikian adalah 
tempaan alam, tuntutan sejarah yang tidak dapat dirubah atau ditahan oleh
 siapa saja. Maka letusan itupun pada tgl 17 Agustus adalah syarat evolusi 
sejarah yang mesti terjadi. Begitulah Angkatan Muda dengan rakyat seluruhnya 
bangun serentak melahirkan Kemerdekaan Indonesia ini, kelahiran revolusi 
menantang kapitalisme, imperialisme dan menggantinya secepat-cepatnya dengan 
susunan gotong royong. Maka Kemerdakaan Indonesia adalah pembukaan bagi rakyat 
jelata. Kemerdekaan Indonesia belum berarti kemakmuran tetapi langkah pertama 
kepada perjuangan mencapai kemakmuran bagi tiap-tiap warga negara Indonesia. 
Pemuda-pemuda Indonesia telah membuat kemerdekaan itu. Maka untuk melanjutkan 
perjuangan mencapai cita-cita rakyak proletar yaitu menghapuskan penindasan 
materi dan jiwa, Angkatan-angkatan Muda mempersatukan dirinya dalam Pesindo, 
Pemuda Sosialis Indonesia. Nama itu sendiri telah mengandung isinya yaitu 
pemuda yang akan menciptakan gotong royongisme dalam politik, ekonomi dan 
sosial. Isi ini telah menjadi dasar negara Republik Indonesia. Isi ini
 pulalah yang diperjuangkan oleh Pesindo dalam perjuangan mana Pesindo memakai 
jalan yang secepat-cepatnya.       Itulah sebabnya maka perjuangan Pesindo 
adalah perjuangan revolusioner. Nah, sekarang bagaimanakah kedudukan Pesindo 
dalam perjuangan Indonesia dan perjuangan Internasional?       Dengan 
keterangan diatas menguaraikan cita-cita rakyat Indonesia dan isi perjuangan 
pergerakan politik di Indonesia tidak susah lagi bagi siapa saja untuk 
mengetahuinya.   Ditanah air kita bermacam-macam pergerakan yang sebagainya 
sama isi dan tujuannya, hanya ada yang berlainan dalam caranya. Pesindo 
realistis dalam perjuangannya, sebab memang dengan memakai cara yang realistis 
itulah cita-cita yang demikian yang dapat tercapai.       Sekarang adakah di 
Indonesia badan atau golongan yang tidak setuju kepada cita-cita rakyat jelata 
itu? Menurut kepercayaan Pesindo dalam teori prinsipnya tiada ada. Apakah ada 
juga yang tidak setuju dengan caranya yaitu cara revolusioner? Menurut
 kepercayaan Pesindo dalam teori prinsipnya tidak ada pula. Kalau demikian 
mengapakah Pesindo berdiri? Tidak lain karena praktek lain dari pada teori.     
  Maka Pesindo dalam perjuangannya berkedudukan mengerahkan tenaga Indonesia 
dan rakyatnya seluruhnya kejurusan perjuangan yang nyata menurut keadaan yang 
nyata di Indonesia. Keadaan yang nyata di Indonesia: 
1. Indonesia adalah bekas jajahan.
2. Karena itu pengaruhnya masih merupakan halangan bagi cita- cita rakyat. 
Mencapai cita-cita itu: 
a. Pemerintah harus mempunyai pengetahuan dan kesadaran politik dalam 
cita-cita. Dalam rangka pertama burokrasi harus dihilangkan.
b. Rakyat jelata yang telah berdarah daging gotong royongisme musti mempunyai 
organisasi.       Beban untuk meletakan syarat-syarat inilah yang sekarang 
dipikul oleh Pesindo. Ini bukan berarti, bahwa badan-badan lain tidak 
memperjuangkan atau menuntut cita-cita demikian. Strategis Pesindo memikul 
beban ini terang-terangan karena memang Pesindo adalah kepunyaan rakyat 
seluruhnya. Karena Pesindo ini adalah terdiri dari Anak-anaknya rakyat itu 
sendiri.       Melaksanakan cita-cita demikian menghendaki tenaga rakyat 
seluruhnya, menghendaki tenaga massa untuk mengadakan perubahan. Maka dalam 
daadnya [prakteknya] Pesindo adalah orgaan yang mengumpulkan segala tenaga di 
Indonesia yaitu tenaga rakyat dan tenaga economi dan merevolusionerkan segala 
tenaga ini untuk menpercepat datangnya cita-cita itu sebagaimana dicantumkan 
dalam rencana perjuanganya.       Maka jiwa gerakan yang lembek dikeraskan oleh 
Pesindo, jiwa gerakan kanan dikirikan oleh Pesindo, politik yang merugikan
 Kemerdekaan yang penuh dibenarkan oleh Pesindo. Rakyat yang sekarang telah 
bangkit melawan penjajahan dan mulai menyusun dirinya sendiri dalam 
berbagai-bagai barisan dan gerakan sebagai barisan Tani dan Buruh dibela oleh 
Pesindo. Maka Pesindo adalah Prajurit rakyat, dalam segala lapangan. Pesindo 
adalah membuka jalan bagi rakyat jelata. Untuk ini Pesindo menpunyai cita-cita 
dan menpunyai progam untuk ditawarkan sebagai pedoman perjuangan. Dengan ini 
Pesindo berusaha menarik massa kepada revolusi yang teratur, revolusi yang 
mempunyai rencana. Bukankah tiap-tiap badan menghendaki perubahan itu di 
Indonesia?       Sekarang Negeri kita berada dalam dua macam perjuangan, yaitu:
a. Revolusi nasional.
b. Revolusi sosial.
      Yang pertama mengusir musuh dari Indonesia untuk mencapai Kedaulatan 
Negara Indonesia dalam dunia Internasional dan yang kemudian mengadakan 
perubahan didalam Negeri, yaitu perubahan menuju kedaulatan Rakyat dalam 
politik, ekonomi dan sosial. Pekerjaan ini adalah pekerjaan raksasa dan 
pekerjaan raksasa menghendaki kesungguhnya hati, menhendaki keuletan, 
menghendaki solidariteit dan menghendaki efficiensi dalam segala lapagan 
pembagunan. Tidak cukup hanya bergantung kepada organisasi lama. Pekerjaan ini 
menghendaki tenaga raksasa. Dimakah tenaga raksasa itu? Tenaga itu berada di 
Desa. Di kota berada tenaga intelektuelen dan perindustrian, di Desa ada rakyat 
proletar tani dan hasil bumi.   Koordinasilah yang dapat membetuk tenaga 
raksasa ini dan koordinasi ini dapat dibentuk dengan keinsyafan kepada realitas 
perjuangan dapat digerakan oleh badan yang menpunyai isi kepentingan bersama di 
antara rakyat seluruhnya. Maka Pesindo sekarang berusaha memgumpulkan tenaga
 pemimpin- pemimpin, mengumpulkan tenaga badan-badan, dan menunjukan jalan 
kepada rakyat jelata. Apabila ini sudah berhasil, tenaga yang demikian inilah 
yang dapat mengusir musuh seluruhnya. 
   
  Dengan demikian Pesindo menperkuat kedudukan Pemerintah Republik Indonesia 
dalam dunia Internasional. Bagi Pesindo tidak cukup hanya menyatakan menperkuat 
dalam mulut, dalam perkataan dll, tetapi menperkuat dengan tenaga yang nyata. 
Itulah pula sebabnya maka Pesindo tidak putus-putus berusaha menperkuat Laskar 
Rakyat dengan memberi latihan ketentaraan, economi dan ideologi. Jadi jika 
Pesindo keras dalam langkahnya, bukan oleh karena Pesindo hendak memusnahkan, 
tetapi oleh karna Pesindo hendak mencapai dengan cepat dan hanya dengan langkah 
yang cepatlah musuh dapat di hancurkan. Dalam prakteknya memang langkah Pesindo 
ini tidak dapat penuh diikuti oleh sebagian masyarakat, terutama kaum 
intellectueel, sebab tujuan intellectualisme yang di bawa oleh Belanda, bukan 
hendak memenuhi perubahan untuk mencapai perubahan, tetapi memenuhi kebutuhan 
administrasi sipenjajah, oleh karena itu bukan berarti bahwa perubahan itu 
tidak boleh kita capai dengan cara yang revolusioner, karena
 kebetulan administrasi di Indonesia ini terpaksa harus tergantung kepada 
burokrasi lama. Ini adalah suatu realiteit. Oleh karena itu tidak patut kalau 
di terima salah oleh siapapun juga. Demikian juga dalam hal tenaga pimpinan 
tidak patut di terima salah. Pesindo dituduh menganut kepada Pemimpin-pemimpin 
bukan kepada ideologi, oleh karena itu dalam usahanya Pesindo mempersatukan 
tenaga-tenaga pimpinan-pimpinan sehingga pemimpin-pemimpin bisa takluk putusan 
umum, putusan rakyat. Bukanlah ini suatu barang yang suci dan strategi dalam 
revolusi? Revolusi apapun juga menghendaki centralisasi pimpinan. 
   
  Untuk mengetahui pimpinan yang benar rakyat menghendaki pengetahuan. Ini 
perlu, bukan oleh karena rakyat berjuang untuk pengetahuan, tetapi oleh karena 
pengetahuan yang demikianlah yang dapat mengekalkan dan menjamin hasilnya bagi 
rakyat sehingga tidak sebagai rakyat Jepang kepada Tenno Heikanya. Pengetahuan 
demikian hanya dapat diperoleh oleh rakyat dari pengalaman, yaitu usaha-usaha 
dan organisasi-organisasi diperoleh dimana ia sendiri turut menentukan arahnya. 
Makin besar organisasi rakyat makin dekat ia kepada pemimpin-pemimpin. Inilah 
yang akan memberi pengetahuan kepadanya, pemimpin mana yang besar dan dengan 
kedekatan ini pula ia dapat mengontrol pemimpin-pemimpinnya. Hasilnya akan 
mencapai kebenaran pimpinan, dan pemimpin yang besar. Dengan latihan demikian 
rakyat akan mendapat keberanian melemparkan mana yang salah dan memakai mana 
yang benar. 
      Rakyat sekarang berada dalam proses ini, demikian pula Pesindo. Pesindo 
berada dalam usaha mencapai kebenaran pimpinan diwaktu ia melaksanakan 
persatuan segala tenaga untuk mencapai tujuan cita-cita rakyat jelata 
Indonesia. Tenaga yang demikian ini, koordinasi ini yang serupa dengan inilah 
yang akan menjamin terusirnya tiap-tiap penjajahan dari Indonesia. Dalam hal 
ini bukan Pesindo yang dijadikan alat tetapi Pesindo dengan hati terbuka, 
dengan niat yang jujur hendak mencapai kebenaran untuk menjamin kekekalan, 
kemakmuran bagi rakyat jelata; untuk menpercepat terusirnya musuh-musuh dan 
dengan sendirinya meninggikan Kedaulatan Negara kita.       Demikian pula 
halnya dalam revolusi sosial.       Pesindo terus terus menerus dengan cara 
yang revolusioner menunjukkan arah dalam politik dan Pemerintahan yang akan 
menjamin kekuasaan di tangan Rakyat, akan menjamin kemakmuran bagi rakyat 
proletar di Indonesia. Straregi perjuangan memang menghendaki ini. Hanya dengan 
cara dan
 program yang nyata, yang tegas dan yang bisa dimengerti oleh rakyat berdasar 
perhitungan bukan kepada mistiklah yang dapat menarik massa dan menpersatukan 
tenaga massa sehinga bulat. Dengan putusan tenaga ini perubahan apa saja dapat 
dicapai, pembangunan apa saja dapat di jalankan karena dengan dipersatuan massa 
ini kebetulan dan kesatuan organisasi dapat di capai. Dengan jalan demikian 
burokrasi dan konservatisme dapat di hilangkan secepat-cepatnya.       
Perjuangan mencapai cita-cita gotong royongisme di Indonesia akan lebih kuat 
kedudukannya dan akan lebih terjamin kedatanganya kalau dari dunia luar 
mendapat bantuan. Dalam hal ini bantuan yang direct [langsung] dan yang 
indirect [tidak langsung ] sama pentingnya.       Perjuangan yang dapat 
menperkuat kedudukan perjuangan di Indonesia ialah perjuangan sosialis. Maka 
dalam langkahnya Pesindo menyambut sosialis di luar Negeri.       Dimana di 
seluruh dunia kemelaratan proletar merata dan tiap- tiap Negeri kapitalistis
 timbul kelas proletar menentang penindasan. Dengan rakyat proletar luar Negeri 
ini Pesindo seperjuangan. Maka oleh karena itu Pesindo tidak putus- putusnya 
menyerukan kepada kawan-kawan itu meneruskan perjuangannya dengan mengingat 
bahwa Pesindo di Indonesia berada dalam perjuangan yang sama dengan perjuangan 
mereka.       Hanya dengan persatuan perjuangan proletar seluruh dunialah 
kekuatan kapitalisme dan imperialisme dapat dibinasakan sama sekali dari muka 
bumi. Sekarang perhubungan terputus, tetapi pekerjaan bersama masih tetap 
jalan. Hubungan udara dapat mempersatukan segala element sosialis seluruh 
dunia. Kabar perjuangan dengan bambu rucing di Indonesia untuk mencapai gotong 
royongisme di Indonesia membangunkan optimisme dalam perjuangan sosialis di 
mana-mana yaitu di India, Tiongkok, Australia, Iran, Irak, Polonia dan 
diseluruh negeri-negeri Europa. Perjuangan demikian ini menyakinkan Rusia 
membela Indonesia karena tiap- tiap perjuangan sosialis dimanpun juga
 berarti menjatuhkan kekuasaan kapitalisme dan imperialisme.   Dengan 
perjuangan yang diuraikan tadi Pesindo berkeyakinan bahwa kemakmuran rakyat 
jelata pasti akan lekas dan terjamin datangnya.    
    http://www.xs4all.nl/~peace/



































































Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/   
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/ 






                                
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on  Yahoo! Small Business. 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke