http://www.haaretz.com/hasen/spages/749914.html

        
           
           
           
           
     
      Israel Defense Forces troops advancing toward a village in southern 
Lebanon on Saturday. (AP)
     
     
. ,___  
     
Mawar Merah Café Bandar:


SUNGAI SEINE DAN KISAH-KISAH LAINNYA  [21].


"ECRIVAINS EN GUERRE"

4.

Sami Michael: 

"La Cruauté d'Un Conflit Fratricide"
[Kekejaman Sebuah Pertikaian Berdarah Antar Saudara]


Dalam dunia nalar, datangnya perang perang menghancurkan rumahku dan 
mengobrakabrik duniaku. Dari balik jendela, aku menyaksikan bagaimana gumpalan 
asap dan gulungan debu membubung ke udara ketika peluru-peluru kendali meledak 
di tanah. Bersamaan dengan itu kudengar juga gemuruh deru pesawat-pesawat 
tempur kami menggemakan dendam kami pada Libanon yang sedang berada dalam 
cobaan. Oleh dekatnya antara kedua kubu, kita bisa mendengar jelas jerit sirene 
menyusul jatuhnya peluru-peluru kendali. Senantiasa demikian, apabila dua 
ekstrim berdekatan, maka terjadilah bentrokan paling dahsyat dan   paling 
bodoh. Kebuasan yang hermetis atau tak bisa dipahami berlangsung dalam setiap   
perang saudara.


Di tengah hingar-bingar suara peluru-peluru  kendali dan gaung sirene bercampur 
dengan kecemasan akan nasib orangtua dan teman-teman, telepon berderang-dering 
tanpa henti, dengan permintaan untuk mau diwawancara. Pada masa damai, telepon 
kumatikan kala malam karena ancaman-ancaman pembunuhan yang bertubi datang 
karena keberpihakanku pada perdamaian dengan orang-orang Arab. Sedangkan pada 
masa perang perang, orang-orang mencariku untuk menanyai pendapatku bagaimana 
caranya mendapatkan jalan perdamaian.  Bagaimana mengerahkan segala tenaga 
untuk tetap hidup normal dalam situasi tidak wajar sehingga kita akhirnya 
dipaksa untuk menjadi tidak normal.


HAÏFA, SATU-SATUNYA KOTA TIMUR TENGAH YANG TETAP SEHAT


Terhadap perang, tiap-tiap negeri mempunyai rumusan mereka masing-masing. 
Menurut pengalaman pribadiku sendiri, perang tidak lain daripada sebuah bentuk 
penyakit  yang  memenjangkiti jiwa dan raga manusia dan menjungkirbalikkan 
penampilan manusia. Pada saat Hassan Nasrallah [pemimpin Hisbullah -- JJK],  
menyatakan bahwa ia mencari cara untuk membinasakan "entitas sionis", pada saat 
yang sama seorang ahli bedah Arab-Israel, juga bernama Hassan Nasrallah, 
bekerja di rumah sakit yang jadi bulan-bulan rudal Hisbullah. Ahli bedah ini, 
dengan sepenuh hati, tanpa membeda-bedakan apa-siapa mereka, para pasennya, 
baik mereka itu Yahudi, Arab atau pun yang lain-lain. Dua kenyataan penuh 
ironi. Bisa dipastikan bahwa orangtua  Dr. Nasrallah berada di Libanon sedang 
berhadapan dengan pesawat-pesawat tempur Israel yang mengamuk.


Aku sendiri, memang adalah produk dari kedua budaya ini, yaitu budaya  
Hisbullah dan Sionisme. Tapi sampai sekarang, aku belum juga paham-paham 
bagaimana bisa kekuatan destruktif bisa mengendalikan dua budaya ini  dan 
bertarung hadap-hadapan hidup-mati. Padahal pada dua budaya ini terdapat 
keindahan dan kecerdikan tak terbilang.  Tapi agaknya justru keindahan dan 
kecerdikan ini yang dijangkiti oleh penyakit  bernama perang sehingga merobah 
keduanya menjadi Dokter Jeckyll ke ujud Mister Hyde. Tanpa tahu mengapa dan 
bagaimana, tanpa daya bersama sebuah kelompok kecil   aku terpencil berada  di 
tengah di tengah-tengah badai api kebencian yang menduduki semua jalan dilintas.


Sebelum perang meletus, semua nampak indah dan damai. Libanon yang keluar dari 
drama peperangan dan pendudukan, menapaki jalan perkembangan ekonomi dan 
budaya. Hotel-hotel megah bermunculan menyambut rombongan demi rombongan 
wisatawan. Demokrasi muda dan penuh keberanian mulai membersihkan dengan 
berhasil pendudukan Israel dan Syria. Sedangkan di seberang lain perbatasan, 
hampir dua juta orang Israel, yang sekarang tengah hidup di ujung hujan rudal 
Hisbullah, di hari-hari  damai itu , menikmati kesuburan ekonomi dan rasa aman. 
Aku ambil saja sebagai contoh, Metulla, sebuèah desa kecil berpandangan indah 
yang terletak hanya beberapa tapak saja dari perbatasan yang dikuasai oleh 
Hisbullah. Sebelum perang meletus, di sini, orang-orang sedang menyiapkan 
penyelenggaraan festivam nyanyi internasional. Sementara desa-desa kecil yang 
bertaburan di sepanjang perbatasan, dari Libanon, hanya terpisah oleh sebuah 
kecil, dengan rasa gembira memandang buah apel dan pir tengah meranum di 
perkebunan-perkebunan.  Kamar-kamar hotel riuh suara orang-orang berlibur 
[vacanciers] hingga  akhir musim. Sejalan dengan keadaan begini, jauh di 
wilayah Israel, desa-desa Arab pun berkembang makmur. Putera-puteri mereka 
mulai mencecapi suatu periode kebanggaan nasional baru dengan aspirasi kuat 
akan pendidikan.


Demikianlah, seperti biasa, ketika tiba semua malapetaka , hujan perang yang 
turun melanda seluruh daerah menabur-menyemai kematian.  Rudal-rudal Hisbullah 
berjatuhan bahkan di desa-desa Arab Israel, dan anak-anak Libanon berlarian ke 
lobang-lobang perlindungan menghindari kejaran pesawat-pesawat tempur Israel.

Mengapa? 


Di tengah-tengah  dentuman rudal , bombademen dan genangan darah, tak seorang  
yang mampu memberikan jawaban meyakinkan kepada orang-orang yang telah 
kehilangan orang-orang dekat mereka. Bagaimana keluar dari lingkaran setan 
perang?  Tentu saja ada macam-macam usul diajukan. Penguasa di Iran misalnya 
mengajukan usul yang kurang orisinal, bahwa Israel angkat koper dan 
meninggalkan negeri mereka. Pada saat kedatangan masif orang-orang Yahudi 
Russia, menyusul ambruknya Uni Soviet, hampir separo penduduk Israel sebenarnya 
terdiri dari mereka yang dihalau dari negeri-negeri Arab.  Sekarang, kalau 
mereka harus angkat koper. Ke mana mereka harus pergi? Ada suatu paradoks yang 
tidak dipahami oleh penasehat-penasehat Iran itu. Sekarang, hampir 20 persen 
orang Israel itu adalah orang-orang Arab. Dan sebagian besar  tak bersedia 
membatalkan keisraelan diri mereka. ****

Paris, Agustus 2006.
------------------------
JJ. Kusni

[Bersambung....]

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke