Sketsa Pemikiran Anis Matta
Judul Buku : Dari Gerakan Ke Negara :
Penulis : Anis Matta
Penerbit : Fitrah Rabbani
Cetakan : 1, Maret 2006
Tebal : XXIV + 160 hal
Bagi aktivis masjid kampus, nama Anis Matta tentu tidak asing lagi. Selain
dikenal sebagai aktivis partai politik, juga dikenal sebagai penulis yang
cukup produktif dalam menelurkan karya. Karya-karyanya tersebar dibeberapa
media Islam seperti Saksi, Tarbawi, Ummi dan Suara Hidayatullah. Karya-karya
yang tercecer diberbagai media Islam tersebut sebagian besar telah dikumpulkan
menjadi sebuah buku, salah satunya adalah buku ini. Di dalam buku ini termuat
30 esei politik yang sebelumnya pernah muncul di majalah Suara Hidayatullah.
Buku ini seacara garis besar berbicara tentang negara. Di awal buku ini, Anis
Matta menyoroti tentang sebuah negara Madinah yang dibangun dari sebuah gerakan
selama perjuangan di Mekah. Seperti dalam sejarah kenabian, selama tigabelas
tahun di Mekah, Rasulullah Saw melakukan perjuangan yang menekankan pembangunan
akidah dalam diri individu maupun masyarakat. Kemudian, gerakan tersebut
bermetamorfosis melalui sebuah momentum hijrah ke Madinah yang kelak disinilah
akan terbentuk sebuah komunitas muslim yang dibingkai dalam sebuah negara.
Lantas, Anis Matta memotret fenomena kenegaraan Madinah tersebut dalam
konteks kekinian. Dalam pandangannya, tidak begitu masalah apakah bentuk negara
itu khilafah, kerajaan ataupun negara bangsa, begitu juga dengan sistem
pemerintahan, entah monarki, presidensiil atau parlementer walaupun ada
kecenderungan pada pilihan khilafah yang mirip dengan konsep global state
(negara dunia) seperti yang diimpikan George Bush junior penguasa Amerika, hal
ini didasarkan pada alasan peran dan efektifitas. Tapi, yang lebih penting
justru bukan pada bentuknya, tapi pada fungsinya yaitu sebagai institusi yang
mewadahi penerapan syariat Allah SWT.
Di dalam esei-esei yang lain. Anis Matta mengkritik habis proyek sekularisasi
di dunia Islam beserta kegagalan dakwah parsial. Menurutnya, kegagalan proyek
sekularisasi bisa dijelaskan dalam dua perspektif yaitu akidah dan rasio.
Secara akidah, kegagalan ini hanyalah pembuktian empiris dari janji Allah untuk
mengabadikan Islam. Agama ini adalah milik Allah dan Dialah yang berhajat
melindungi dan mengabadikan agamaNya, ada yang mau mendukungnya atau tidak.
Sementara penjelasan rasionalnya diketengahkan beberapa sebab, misalnya,
kekuatan sekuler di dunia Islam tidak bersumber dari dunia Islam, tapi dari
Barat atau Timur, rejim-rejim dikator telah menciptakan penderitaan rakyat yang
panjang, kegagalan membangun telah menghilangkan kepercayaan masyarakat
terhadap janji-janji modernisasi.
Berbicara dalam konteks Indonesia, Anis Mata berpendapat bahwa
gerakan-gerakan pemikiran Islam yang dibangun sebagai kekuatan pro sekuler
didalam basis-basis pertahanan budaya Islam, baik yang dulu bernama gerakan
pembaharuan maupun yang reinkarnasinya kini bernama Islam Liberal atau Islam
kiri, tidak pernah sanggup membawa konsep-konsep pemikiran yang orisinil,
komprehensif, berlandaskan metodologi yang kokoh dan output empiris yang
sukses. Sementara, permasalahan lain dari gerakan sekuler seperti Islam Liberal
atau Islam kiri adalah ketergantungan mereka akan dukungan politik, media dan
dana dari Barat.
Anis Matta menyebut gerakan semacam itu dengan istilah pepesan kosong,
doyan bermain retorika, tidak produktif dan lebih berorientasi mengganggu apa
yang mereka sebut sebagai gerakan Islam Fundamentalis, ketimbang membangun
sebuah dunia nyata dari gagasan besar yang lengkap. Di contohkan, misalnya
bagaimana tokoh sekularis yang dikagumi kalangan dalam dan luar negeri seperti
Gus Dur, membangun pepesan kosongnya selama duapuluh tahun untuk kemudian
menduduki kursi presiden selama 21 bulan (hal : 69).
Di akhir tulisan, Anis Matta mengajak kaum muda untuk bangkit kembali.
Anak-anak muda yang telah berhasil menumbangkan rejim orde baru tidak boleh
berhenti untuk berkiprah. Ajakan ini sekaligus menjadi motivasi yang besar
bagi generasi muda kini untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, yang dalam
istilahnya untuk Menata ulang Taman Indonesia.Buku ini secara garis besar
memberikan peta bagi generasi muda kini untuk melakukan kiprah dan tugas
intelektualnya dakam konteks kenegaraan. Jadi, bagi siapapun yang tertarik
untuk mendapatkan pencerahan tentang bagaimana kita melangkah menata negeri
ini, buku ini perlu dibaca. Setidaknya, bisa memberikan alternatif pemikiran
bagi gerakan untuk perubahan kedepan menuju kondisi yang lebih baik. (yons
revolta).
~Jabat Kenang~
Yon's Revolta
http://penamuda.multiply.com
---------------------------------
Get your email and more, right on the new Yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/