--- In "sanggarhijau" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- In [email protected], "imuchtarom" <imuchtarom@> wrote:
> >
> > 
> >
> > 
> > Dengan kerangka berfikir seperti di atas, saya 
> > mencoba memahami konsep "Genesis" nya Quran
> 
> Bukankah genesis aslinya berasal dari kitab Taurat?
 
             benar, saya meminjam istilah tersebut dari
             nama Yunani untuk the 1st book of Moses
             di dalam Bible. acc. to wikipedia, It means: 
             the 'birth', the 'origin', the 'formation'

               < http://de.wikipedia.org/wiki/1._Buch_Mose >

             ayat-2 al-quran mengenai penciptaan Adam sebagai
             prototip manusia pertama a.l. ada di surat ke-2
             (Al-Baqarah) ayat 30 - 39:

              < http://www.usc.edu/dept/MSA/quran/002.qmt.html >

> 
> >          Nyawa lah yang merupakan sumber/kekuatan yang membuat
> >          organisme menjadi "hidup". Pada saat organisme itu
> >          mati, kita mengatakan bahwa Nyawanya telah meninggalkan
> >          jasadnya. Katakanlah jika pada saat t = t0, suatu
> >          organisme (termasuk manusia) dinyatakan mati secara
> >          biologis/medis, maka saya yakin dalam tempo beberapa
> >          milisecond sesudah t0, belum terjadi perubahan yang
> >          berarti pada susunan molekuler jasadnya; artinya sel-2
> >          di dalam jaringannya umumnya masih 'utuh', sama dengan
> >          pada saat organisme tsb. masih dalam keadaan hidup.
> >          Perbedaannya adalah pada level "makro": pada hewan
> >          tingkat tinggi, keadaan 'mati' a.l. ditandai dengan
> >          berhentinya sinyal listrik pada jantung (ECG) serta
> >          sinyal listrik dari otak (EEG). Apa yang menyebabkan
> >          "sinyal" ini lenyap? / pertanyaannya bisa dibalik:
> >          apa yang membangkitkan sinyal EEG dan ECG pada manusia
> >          yang masih hidup? ujung-ujung nya nanti akan kembali
> >          pada sumber kehidupan itu: nyawa.
> 
> Lalu, nyawa itu apa? samakah nyawa ketika manusia atau makhluk 
> hidup, dan setelah mati? dimana nyawa itu?
> 

             a very good question ...

             yang jelas pertanyaan tsb. sudah berada di luar
             kawasan bahasan sains.

             saya paling tertarik dgn. pertanyaan ter akhir
             di mana 'letak' nyawa itu? mungkin ada orang 
             awam yang mempunyai kesan bahwa 'nyawa' manusia
             'terletak' pada jantungnya, karena kesannya
             jantung ini menjadi 'simbol' kehidupan jasad
             manusia.

             padahal di jaman modern ini kita tahu, bahwa
             bahkan jantung orang yang sudah mati - pun,
             ( this organ exactly ) dapat di transplantasi
             kan ke orang/pasien hidup lain yang membutuhkan,
             asal kematiannya masih 'baru' ( katakanlah
             mungkin dalam rentang waktu 1 jam ).

             pertanyaan apa yang terjadi dengan 'nyawa'
             manusia sesudah kematian menjadi bahasan sentral
             agama-agama di dunia ...

             Kalau orang yakin bahwa sesudah mati, maka sejarah
             seseorang itu benar-2 'tamat', there is no '2nd life'
             after death, maka peran agama-2, setidak-2 nya
             ke 3 agama ibrahimiyah mungkin menjadi tidak begitu
             penting lagi ...

> > 
> >          Dari pemahaman di atas, bagi saya tidak lah terlalu
> >          "sulit" memahami ayat-2 yang menyebutkan proses
> >          terjadinya makhluk hidup: dalam kasus penciptaan Adam,
> >          juga penciptaan burung pada kisah salah satu Nabi:
> >          yaitu pertama-2 disiapkan jasadnya dulu yang dibuat
> >          dari zat anorganik. Sesudah itu lalu sang Pencipta
> >          "meniupkan ruh" ke dalam struktur/jasad ini, sehingga
> >          lalu berubah menjadi struktur/organisme yang hidup.
> 
> kapan Adam mendapat ruh? langsung sebagai manusia lengkap? tak ada 
> proses evolusi? "meniup"? bagaimana menerangkan tiupan ini?
> 

             Menurut Al-Qur'an, untuk kasus manusia-2 lainnya
             keturunan Adam (kita-2 ini), ruh di "tiupkan"
             ke dalam janin di dalam kandungan setelah berusia
             40 hari ( sejak 'coitus' ).

             Untuk kasus Adam, saya termasuk penganut 'Creationist',
             ato ID (Intelligent Design). Saya meyakini manusia
             pertama, siapa pun dia memang tidak mempunyai ayah 
             dan ibu.  

             Kalo berminat mengikuti debat 'evolusi' dalam
             bahasa indonesia ada di milis 'evolusi'

                 < http://groups.yahoo.com/group/evolusi >

             Pengertian 'evolusi' bagi saya bisa berbeda; di dalam
             dunia teknik ato industri misalnya, kita juga
             mengenai adanya "evolusi" di dalam produk-2 industri:

               => produk mobil: di mulai dari prototip mobil
                  Ford 'Model-T' di tahun 1920-an, lalu dikembangkan
                  lagi menjadi Ford circa yang lebih agak modern
                  di tahun 1930, dst.  dst. s/d  produk-2 mobil
                  Ford di jaman  ini.

               => komputer: mis. di mulai dari ENIAC (komputer
                  elektronik pertama) di tahun 1946 yang masih
                  menggunakan tabung elektron, lalu munculnya
                  PC (Personal Computer) pada akhir 1970 an
                  dengan memori yang hanya 64KB, lalu di susul
                  IBM PC XT di awal/pertengahan tahun 1980 an 
                  dengan memori 650 KB, lalu muncul PC AT,
                  286, 386, 486, Pentium, dst. dst. s/d laptop
                  yang saat ini jauh lebih powerful di banding
                  komputer mainframe yang ukurannya sebesar
                  kamar tidur di tahun 1970/1980 an.

              Artinya, evolusi bisa juga dipandang sebagai
              perkembangan desain, tidak berarti generasi
              yang baru punya "hubungan darah" dengan
              generasi sebelumnya.

>  
> >          Berbeda dari manusia yang diciptakan dari zat "tanah"
> >          atau "zat bumi", menurut Al-Quran, Malaikat diciptakan
> >          dari "cahaya", sedangkan iblis-syaitan serta jin 
> >          diciptakan dari "api".
> 
> darimana anda tahu ini?
> >
                   ini informasi dari Al-Quran, 
                   saya rasa Malaikat, Iblis, dan Jin adalah
                   makhluk yang berasal dari 'alam lain'
                   ini juga sudah di luar domain dari sains
                   untuk membahasnya.
 
> >
> >          Tafsiran saya: jika jasad manusia diciptakan dari 
> >          materi, dalam hal ini zat anorganik, maka malikat
> >          sebetulnya adalah suatu wujudan/entitas "energi"
> >          ( cahaya adalah energi ). 
> 
> manusia tak mempunyai unsur "energi"? hanya materi?
> 
                    a very good question too ...
                    Setiap makhluk hidup, atau bahkan
                    (saya meyakini) setiap object di
                    alam ini merupakan suatu "sistem"
                    yang merupakan perpaduan antara
                    3 unsur:

                        (1) materi
                        (2) energi
                        (3) informasi

                    Sekarang ini sebagian ilmuwan yang
                    mempunyai komitmen pada keyakinan agamanya
                    mengeritik dunia ilmu yang "sekuler", misalnya
                    biologi yang terlalu terikat dengan "materi"
                    saja. Atau lebih tepatnya biologi selama 
                    berabad-abad hanya memandang makhluk hidup
                    sebagai wujudan materi & energi. Aspek 
                    "informasi" baru mendapat perhatian setelah
                    genetika berkembang (abad 19) dan terutama
                    sekali setelah Watson & Crick di tahun 1950-an
                    menemukan konsep DNA yang membuka era biologi
                    molekuler.

                    Tetapi kritik dari kalangan ilmuwan (minoritas)
                    di atas, biologi molekuler ini 'salah kaprah',
                    karena arah pandangannya: bottom-up, mis.

                       molekul => protein => DNA => informasi

                    Mengapa tidak di balik: menjadi Top-Down, 
                    mis.             

                       informasi => DNA => protein => molekul

                    Karena dengan cara pandang Top-Down ini
                    secara implisit mengatakan bahwa awalnya
                    yang ada adalah "informasi" terlebih dulu;
                    artinya "desain/blue print" nya dulu yang
                    ada, baru setelah itu komponen-2 "hardware"
                    nya disusun secara hirarkis berdasarkan
                    "blue-print" tsb.  

                    Masalahnya di sini secara implisit timbul
                    kesan ada "Some-one" yang menjadi designer
                    dari Blue Print tsb. Ini yang umumnya
                    dihindari oleh para ilmuwan ...


         
                    
                  
> 
> >          Demikian pula Iblis-syaitan,
> >          dan jin diciptakan sebagai wujudan (entitas) dari
> >          nyala api. Api di sini mungkin bisa ditafsirkan
> >          sebagai wujudan dari energi panas. Kalau kita
> >          menggunakan model gelombang elektromagnet, maka
> >          cahaya tampak merupakan bagian dari gelombang EM
> >          dengan frekuensi yang tinggi, sedang gelombang
> >          infra merah (IR) adalah bagian dari spektrum gelombang
> >          EM berfrekuensi rendah yang umumnya menimbulkan panas.
> 
> kalau begitu kita dapat mendekteksi setan dengan alat infra red?
> 
             Sebenarnya saya hanya ingin meng-kontraskan
             'bahan baku' antara manusia ( yang dibuat dari materi )
             dengan malaikat dan setan yang dibuat dari "energi"
             saya tdk. bermaksud membuat analisis yang "eksak"
             mengenai bentuk energi ini apa persisnya. Saya kira
             tidak sesederhana itu. 

             Seperti kalimat yang saya gunakan di atas: "kalau
             kita menggunakan m.o.d.e.l gelombang EM ..."

             Apakah memang seperti itu, tentu saja saya tidak 
             tahu
> 
> >     Juga sesudah itu, bahwa Iblis mendapat konsensi 
> >     "HPH" untuk menggoda manusia, "ide proyek/pekerjaan"
> >     seperti ini baru "terfikir" oleh Iblis sesudah
> >     adanya manusia. Artinya sebelum manusia ada, apakah
> >     artinya Iblis punya kegiatan/pekerjaan lain (yang
> >     'positif'/'bermanfaat')? :) ato-kah dia selama itu
> >     menjadi 'penganggur'? :)
> > 
> kalau iblis memang profesinya menggoda, bukan salah mereka dong? 
> jadi mereka tak jahat? memang perannya dari sananya jahat?
> seperti kalau anda dibayar untuk mengganggu orang lewat jalan 
> tertentu, bukan salah anda dong?
> 

        Justeru inti pertanyaan saya: Sebelum Adam & keturunannya
        ada, apa sebenarnya "profesi/kerjaan" dari Iblis?
> 
> >     Dengan kata lain sebelum adanya manusia/Adam, bagi
> >     kita tidak jelas, apakah sebetulnya Iblis itu
> >     mahkluk yang 'baik' ataukah 'jahat' ataukah 'netral'? :)
> 
> bukankah ini semua hanya fantasi manusia?
> 

        Sudah masuk domain keyakinan, probably you
        have your own answer.
> 
>          kok 'mirip-2' dengan makhluk yang sudah ada sebelumnya:
> >        misalnya manusia-2 purba: Pithecanthropus erectus,
> >        Homo erectus dsb.
> 
> Nah, homo erectus ini adalah hasil proses evolusi, Adam lahir 
> sebelum homo erectus atau sesudahnya? kalau sesudahnya bukan manusia 
> pertama dong?
> 

           Tergantung definisi apa/siapa saja yang disebut
           sebagai 'manusia'. Saya cenderung meyakini
           ajaran mengenai "Adam" hanya relevan untuk
           spesies Homo Sapiens.
>  
> > 
> >    Kita ini mungkin satu-satunya spesies di muka bumi yang
> >    saling membunuh dan saling menumpah kan darah sesama kita,
> >    sesuatu yang bahkan jarang sekali terjadi pada makhluk-2
> >    /hewan yang lebih rendah dari kita yang selama ini kita
> >     kita sebut hewan buas: Singa, Heyna, dsb. dsb.
> 
> 
> Dynosaurus dan kawan kawan sudah saling bunuh, bukan hanya manusia, 
> mana yang lebih dahulu? Adam atau Dynosaurus? mikrobiologi juga 
> sudah saling bunuh?
> 
           Dari data fosil, sudah jelas Dinosaurus lebih
           ada jauh lebih duluan dari manusia kan.

           Saya belum sepenuhnya menangkap pertanyaan anda
           yang ini. Tetapi maksud saya, jarang ada spesies
           lain yang membunuh sesama mereka (spesies yang sama):
           mis. harimau (Pantheria Tigris) membunuh sesama
           harimau ...

           ---( IM )------

> 
> >
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke