http://www.antara.co.id/seenws/?id=40273

Pemerintah Pusat Keluarkan Surat Dukungan Bagi Proyek Monorel

Jakarta (ANTARA News) - Direktur PT Jakarta Monorail Sukmawaty Syukur 
mengatakan, pemerintah pusat telah mengeluarkan "support letter" atau surat 
dukungan kepada pemerintah DKI Jakarta bagi pelaksanaan proyek monorel.

"Permintaan kami telah disepakati untuk didukung oleh Menteri Keuangan Sri 
Mulyani maupun Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso," katanya menjawab pertanyaan 
wartawan usai rapat yang membahas masalah monorel yang dipimpin Wapres Jusuf 
Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Rabu petang.

Rapat tersebut antara lain dihadiri Menko Perekonomian Boediono, Menkeu Sri 
Mulyani, Menhub Hatta Radjasa, Guburnur DKI Jakarta Sutiyoso, Sekda Pemprov DKI 
Jakarta Ritola Tasmaya, Dirut PT Jakarta Monorail Ruslan Diwiryo dan Sukmawaty 
Syukur.

Menurut Sukmawaty, permintaan agar ada jaminan batas minimum jumlah penumpang 
(ridership guarantee) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah disetujui 
Gubernur Sutiyoso.

Sedangkan pemerintah pusat, katanya, memberikan "support letter" terhadap 
Gubernur DKI yang mempunyai kewajiban terhadap proyek monorel.

Batas minimum jumlah penumpang yang diperhitungkan oleh PT Jakarta Monorail 
adalah 160 ribu penumpang per hari. 

"Kalau tidak bisa mencapai jumlah itu maka Pemprov DKI harus menanggung 
selisihnya bila target jumlah penumpang per hari tidak tercapai," katanya.

Namun, katanya, mengenai perhitungan biaya yang harus ditanggung tersebut masih 
belum diputuskan.

Ditanya mengenai tarif tiket monorel, Sukmawaty mengatakan bahwa besarannya 
belum ditetapkan. Namun, pihaknya mengusulkan sebesar Rp4.000 sampai Rp9.000 
per penumpang, tergantung jarak tempuh.

PT Jakarta Monorail juga meminta apabila nanti telah beroperasi, maka tiket 
monorel setiap tiga tahun dinaikkan dengan besaran sekitar 15 persen.

Sementara itu, dari pihak pemerintah tidak berhasil diperoleh keterangan karena 
seluruh menteri dan jajaran Pemprov DKI Jakarta yang hadir dalam rapat tersebut 
langsung meninggalkan Kantor Wapres tanpa memberikan keterangan apapun.

Proyek monorel terdiri atas dua jalur yang disebut "blue line" yaitu jalur 
pertama dari Kampung Melayu, Jakarta Timur, sampai Roxy, Jakarta Barat, 
sepanjang 13,5 kilometer dengan 11 stasiun pemberhentian.

Kedua, "green line" yang melingkar dari Jalan Rasuna Said-Gatot 
Subroto-Sudirman Central Business District-Senayan-Pejompongan, kembali ke 
Rasuna Said (14,3 km) dengan 14 stasiun pemberhentian. 

PT Jakarta Monorail mengklaim monorel bisa diuji coba pada November 2006 
sedangkan jalur "green line" selesai akhir 2007 dan "blue line" pertengahan 
tahun 2008.(*)


COPYRIGHT © 2006 ANTARA


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke