From: "Hou Xiao qin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Mira Wijaya Kusuma" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Vb: Kenangan 17 agustus fadjar.

   
  
        KENANGAN 17 AGUSTUS 1953
...............................................................................

   
      Samar samar masih kuingat ketika itu aku masih ditaman kanak 
kanak.Tanggal 16 agustus 1953 Ibuku sudah menyiapkan pakaian untuk arak arakan. 
Arak arakan itu akan berjalan dari Taman kanak kanak kekantor karesidenan yang 
berjarak kira kira 5 km, pulang balik Akan memakan waktu kira kira sejam bagi 
barisan taman kanak kanak yg rata rata Muridnya berusia 5 tahunan. Dengan 
pakaian dan topi kelasi serta celana pendek warna biru, Yang dijait oleh ibuku, 
aku berjalan dibarisan paling depan. Dikanan kiri pinggiran jalan banyak Orang 
yang mengelu elukan kami, ada yang kukenal entah kenalan bapak, entah kenalan 
ibu, Semuanya melambai dan berteriak : "Fadjar,Fadjar". Aku merasa bangga 
namaku disebut dan melambai Kembali pada mereka. Sepanjang jalan kita 
menyanyikan lagu sorak sorak bergembira, 17 tahun 45, Maju tak gentar dan lain 
lain lagu revolusioner yang kupelajari dari bu guru ditaman kanak kanak.
   
      Sesampai disekolah acara peringatan 17 agustus masih diteruskan. Pimpinan 
sekolah sudah menyiapkan Banyak tong tong dari almunium yang diisi dengan es 
sirup. Diatas meja penuh dengan pisang goreng dan Enting enting kacang, itu 
gula merah yang diisi dengan kacang Kue kesukaanku ketika aku masih kecil, 
Selain itu masih ada lagi termos termos yang diisi dengan es lilin, juga 
kesukaanku, karena orang tuaku Melarang aku jajan sembarangan, jadi aku tak 
pernah disangoni uang kesekolah. 
   
  Sudah diatur lomba Lari, loncat dikarung, dan memukul tempayan dengan mata 
tertutup. Aku kalah dalam lomba lari karena Menurut ibuku  aku kalau lari 
pantatku selalu maju lebih dulu jadi menghalangi kecepatan lariku, serta Kakiku 
yang pengkor. Tapi dalam lomba memukul tempayan dengan mata tertutup aku menang 
karena Sebelumnya sudah kuukur jarak langkahku dan ketinggian tempayan itu 
digantung. Hadiahnya bukan main aku Mendapat bola dari karet yang sudah lama 
kuimpi impikan tapi tak pernah dibelikan orang tuaku. 
Pesta usai, kita murid murid taman kanak kanak harus berbaris dengan teratur, 
karena kita melakukan Upacara penaikan bendera merah putih disertai lagu 
Indonesia raya.
   
       Ini kenang kenangan lama yang tak mudah kulupakan memperingati 17 
Agustus dikota kecil Bojonegoro. Banyak pejuang pejuang kemerdekaan karena 
ingin membangun Indonesia yang Bahagia, kemudian menjadi anggota atau 
simpatisan Pki. Dalam tragedi 1965 tanpa diketahui Oleh mereka sendiri telah 
ditangkap dan dipersekusi berdasar instruksi dari imperialis Amerika. Seperti 
pak Madson sekretasis comite seksi bojonegoro, yang ditebas kepalanya dan 
mayatnya Dihanyutkan kekali Ketek di Bojonegoro, pak Sutoyo anggota dpd 
propinsi yang "hilang" tak Tahu kabar beritanya, istirinya dijebloskan kedalam 
penjara, walau dia tak tahu apa apa hanya
Ibu rumah tangga semata mata. Ibu Sutoyo yang rajin beribadah sampai akhir 
hidupnya mungkin tak Mengerti sebab sebab nestapa yang menimpa diri dan 
keluarganya. Pak Sutoyo meninggalkan sembilan Putra putri dari yang sudah tamat 
sekolah lanjutan atas, sampai bayi yang baru berusia dua tahun. Salah seorang 
diantaranya adalah temanku sejak masih ditaman kanak kanak hingga disekolah 
lanjutan atas. Pada akhir ceritaku kukutip kata kata penyair Mitra Fadjar Abadi 
dalam puisinya yang kubaca 
Hari ini: Mereka adalah
            Orang orang baik
            Pemikir pejuang kemerdekaan
            Mereka adalah pahlawan-pahlawan.

      Mereka pencipta republik Indonesia, gugur ditangan bangsa sendiri dialam 
Indonesia "merdeka", Hanya karena mereka anggota ataupun simpatisan Pki, 
pemburuan disebabkan hasutan Soeharto, Yang menyebarkan berita tentang 
pembunuhan jenderal jendeal dengan kekejaman yang luar biasa Memotong kemaluan 
jenderal jenderal tersebut dimana menurut kesaksian dokter yang memeriksa mayat 
mayat tersebut adalah berita bohong. Aku mengharapkan pada waktunya Soeharto 
bisa diadili atas kejahatan pembunuhan Massal yang tiada ada duanya didunia 
serta kasus korupsi terbesar sepanjang sejarah manusia modern.
  
                                                                     Fadjar 
Sitepu
                                                                     17 agustus 
2006.
                                                                                
                                               



Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/   
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/ 






                                
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on  Yahoo! Small Business. 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke