Dear YR, 
  Ini karyamu bukan... bagus!. Nama Revolta mengingatkan saya, icon  minimaz 
Magazine. Majalah underground, di distribusikan via distro khusus bukan loper 
koran. 
   
   Majalah super imut, fungkeh abis, gaul, kreatif, keren, cool, ngremaja, dan 
tentu saja ideologis ^_^, apa dirimu juga salah satu personalnya?  Kalau salah 
maaf ya...
   
  salam kenal,
  aris
  
 
  Sebelum Hilang Cinta  Oleh Yon's Revolta    
22 Agu 06 08:25 WIB   
   Kirim teman   Ketika ada biasa saja, ketika tiada begitu berharga. Gambaran 
inilah yang sering kita rasakan ketika orang yang kita cintai telah pergi 
meninggalkan kita. Ketika seseorang itu ada, hadir di tengah-tengah kita, 
kadang kita bersikap biasa-biasa saja. Namun ketika dia telah pergi 
meninggalkan kita, kadang baru terasa dia sungguh berharga dan bermakna. 
Kitapun menyesal ketika belum bisa melakukan yang terbaik untuknya semasa masih 
hidup dulu.   
  Saya mempunyai cerita tentang hal ini. Bukan kisah saya, tapi kisah seorang 
sahabat saya yang kini menetap di Kota Makasar. Saya pertamakali berkenalan 
dengannya ketika sama-sama menjadi delegasi pada acara Musyawarah Nasional 
(Munas) Forum Lingkar Pena (FLP) di sebuah hotel yang dingin sekitar Kaliurang 
Jogjakarta di tahun 2005. Kesan pertama, dia begitu kalem, rapi dan murah 
senyum. Setelahnya, saya menjalin komunikasi dengannya melalui dunia maya. 
Banyak cerita yang sempat terlontar, tak hanya seputar kepenulisan tetapi juga 
tentang kisahnya yang bagi saya sangat mengharukan.
  
  Sahabat saya ini pernah kehilangan orang yang begitu dicintainya, dialah 
isteri tercintanya. Isterinya itu harus meninggalkannya lantaran sakit ketika 
usianya masih cukup muda, kelahiran tahun 1983 dan meninggal tahun 2005. Wanita 
itu meninggal ketika cinta sedang mekar di antara mereka, ketika benih-benih 
cinta mulai tertanam. Tapi, takdir berkata lain. Mereka harus terpisahkan, 
kematian begitu cepat menghantarkan wanita itu meninggalkan dunia fana ini.
  
  Saya membayangkan bagaimana perasaan sahabat saat tadi ketika mendapati 
kenyataan isterinya telah tiada. Sedih tentu saja menyelimuti relung jiwanya. 
Layaknya seorang isteri, tentu ia adalah sumber inspirasi dan penyemangat 
hidupnya, menjadi mitra dalam kehidupan kesehariannya di kala senang maupun 
susah. Sahabat saya itu mengenangkan bagaimana ketika isterinya memberikan 
semangat “Bang skripsinya, ayo dong lekas dirampungkan”. Itu salah satu kata 
yang sempat terngiang, sederhana namun begitu dalam dirasakannya karena ucapan 
itu keluar dari isteri tercintanya.
  
  Ketika mengenangnya, kesedihan, tentulah dirasakan sahabat saya. Tapi dia tak 
mau terus terusan berkeluh kesah dan meratapi kepergian isterinya itu. Dia 
mencoba bangkit, mencoba tegar untuk memulai hidup baru. Bagaimanapun juga, 
itulah kenyataan yang mesti dihadapinya. Mencoba kembali menapaki langkah tanpa 
kehadiran isterinya.
  
  Hem... kematian memang misterius. Dia pasti datang tapi kita tidak tahu kapan 
persisnya.
  Namun, bagi seorang muslim justru kematian menjadi jalan untuk bertemu 
kekasihnya, dialah Allah SWT. Yang terpenting adalah bekal yang cukup untuk 
kelak bisa bertemu denganNya.
  
  ***
  
  Dari pengalaman seorang sahabat itu, kita bisa belajar untuk menghargai orang 
yang kita cintai. Sebelum hilang cinta, sebelum dia tiada, hargailah ia. 
Siapapun, entah dia adalah orang tua kita, teman-teman kita, isteri atau suami 
kita, yang pasti lakukan yang terbaiknya untuknya, berikan sesuatu yang 
membuatnya merasa bahagia.
  
  Perlakukan ia sebaik-baiknya, sepanjang yang kita bisa agar dia bisa 
memperlihatkan senyum tersimbul dari bibirnya, sebuah tanda atas kebahagiaan. 
Mudah mudahan dengan cara demikian, kelak kita tidak dihinggapi rasa bersalah 
atas kematian orang yang kita cintai karena belum bisa memberikan yang terbaik 
semasa hidupnya. (yon’s revolta)
  
  ~Snow man in the mountain~, Agustus 2006
  [EMAIL PROTECTED]
freelance_corp <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Dear Carla

Jika penerapan syariat Islam bukan jawaban, tolong donk
tunjukan kalau misalnya ada solusi jawaban yang lebih baik
selain penerapan syariah itu.....?. Ini baru menarik kalau ada.

salam
YR


--- In [email protected], carla annamarie kneefel
wrote:
>
> mba Aris,
> 
> budaya pelacuran memang sifatnya universal, di neg maupun pelosok
manapun pasti ada, even di neg2 bersyariat Islam spt malaysia, n neg2
arab juga ada..mba.., bahkan di iran yg katanya neg yg paling keras
penerapan syariah islamnya juga masih banyak pelacuran, bahkan utk
kasus nikah kilat ala cisarua dimana para orang2 arab yang kebelet mau
berhubungan seks dinikahkan dengan cara agama yg menurut kepercayaan
agama mereka itu sudah halal...itu kan juga suatu bentuk prostitusi
yang memanfaatkan ke halal an oleh agama..., klo mau diselidiki lebih
detil lagi orang2 arab sana datang dari neg2 bersyariah islam...,
terbukti mereka sendiri tidak menjalankan syariat agamanya bahkan
memanfaatkan celah agama untuk kepentingan sendiri...
> 
> ditambah lagi belom terbukti penerapan syariah islam dapat
mematikan perdagangan seks kan..? mba bisa kasih contoh gak yg konkrit
neg islam mana yang bebas prostitusi?
> 
> penerapan syariah islam bukan jawaban dalam mematikan perdagangan
seks...
> 
> dengan adanya aturan yg membatasi kebebasan perempuan dimana
posisi kekuasaaan dan regulator adalah kaum patriarkhi, maka
dipastikan akan terjadi lebih banyak penindasan, perempuan akan lebih
dimanfaatkan oleh kaum laki2, posisi laki2 adalah tidak tersentuh oleh
hukum, karena dalam hal ini mereka adalah hukumnya...perempuan selalu
menjadi korban penindasan...
> 
> mba..let me make it simple..dlm hubungan seks..there's need two
ppl to tango..rite? tp knp dalam posisi ini perempuan yg jadi objek
penderitanya...?
> 
> bahkan apabila perempuan claim dia diperkosa, dia harus
menghadirkan at least 2 saksi yg semuanya adalah berjenis kelamin
laki2, yg mendukung ceritanya..
> 
> man..i think it's crazy..., mba..mostly perkosaan gak menjadi
tontonan publik..mba..it's happen when no one is around.., saya jadi
sangat empati dengan perempuan2 dari neg2 arab..pasti banyak dari
mereka yg mengalami pemerkosaan, pelecehan seksual, tapi karena mereka
dibatasi oleh hukum neg nya, makanya mereka menyimpan hal itu rapat2
dalam...
> 
> btw..waktu saya SMA, saya banyak baca2 buku perjuangan wanita di
timur tengah, saya salut sama mereka..., menurut saya..dibanding
perempuan2 barat mereka lebih hebat...karena hal2 yg mereka endure...
> 
> mudah2ahn hal2 tersebut gak akan dialami oleh kaum wanita di
indonesia...
> 
>









***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links









The great job makes a great man
  pustaka tani 
  nuraulia

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke