Pak Nizami Yth Saya sepakat dengan pak Nizami, bahwa realitas yang ada sekarang memang menunjukkan ketidakpedulian-lebih tepatnya ketidakadilan-negara atau pemerintah terhadap warga negara yang berada dikalangan grass root. contoh kasusnya seperti penggusuran, upah buruh yang kecil atau banyak sekali kasus-kasus rakyat yang tidak terliput di media. Adil menurut saya adalah memberi kesempatan yang lebih kepada yang kurang dan membatasi mereka yang sudah memiliki lebih, tetapi repotnya sekarang mereka lebih berpihak kepada yang memiliki modal besar.. atas nama investasi, pembangunan mereka menggusur dan menggantinya dengan mall-mall..sudah digusur, masyarakat dipaksa untuk konsumtif.. Protespun hampir tidak didengar dan tidak ada beda hasilnya dengan jaman orde baru, kalau dahulu protes/demo langsung ditangkap dan dituduh subversif, sekarang protes/demo dengan jumlah ribuan orang tetap nyaris tak terdengar..(minjam istilah iklan)..:) itulah salah satu kelemahan demokrasi, bahwa pemilu yang lancar, kecurangan berkurang, kontestan yang janji-janji selangit, partisipasi masyarakat tinggi tidak menjamin akan muncul pemimpin yang berpihak kepada masyarakat kecil.. Saya kira bangsa indonesia sudah dihinggapi penyakit lupa yang teramat parah, sehingga kemarin ditindaspun sekarang sudah lupa atau bahkan menindas dan ditindas sudah menjadi sebuah bagian dari yang namanya kewajaran..:( Perjuangan melawan penindasan adalah perjuangan melawan lupa (milan kundera) tabik A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamu'alaikum wr wb,
Sering saya melihat di TV penggusuran terjadi. Entah itu penggusuran rumah atau pun warung atau kaki lima. Tidak jarang ibu-ibu yang digusur menangis histeris bahkan ada yang membuka pakaian sebagai tanda protes. Pada penggusuran pedagang lebih parah lagi, barang dagangannya sering dirampas begitu saja oleh para aparat sehingga mereka sulit untuk berdagang lagi. Saya jadi ingin bertanya seberapa pedulikah pemerintah kepada rakyatnya? Bukankah pada kampanye pemilu para calon presiden selalu mendekati rakyat kecil dan menjanjikan kemakmuran pada mereka? Tapi begitu berkuasa kok begitu? Memang pemerintah punya alasan atau dasar hukum untuk menggusur. Misalnya para pedagang kaki lima yang sembarangan memacetkan jalan. Namun alangkah baiknya pemerintah menyediakan lapangan agar para pedagang kaki lima bisa tetap mencari nafkah. Seandainya harus menggusur, tidak perlu harus merampas barang dagangan para pedagang layaknya rampok. Jika ada rakyat yang harus digusur rumahnya, alangkah baiknya jika pemerintah menyediakan pemukiman yang layak kepada rakyatnya. Bukankah pemerintah mendapat rp 500 trilyun lebih APBN yang sebagian besar berasal dari rakyatnya (pajak, dsb)? Pada kasus banjir lumpur di Sidoarjo ada kesan pemerintah dan PT Lapindo saling lempar tanggung-jawab. Menurut saya seharusnya pemerintah menyediakan tempat tinggal sementara bagi warga yang terkena lumpur, misalnya dengan membiayai kontrak rumah yang layak bagi para warga. Setelah PT Lapindo berproduksi dan mendapatkan uang, pemerintah bisa meminta ganti rugi dari PT Lapindo ditambah dengan denda yang ditetapkan. Jadi pemerintah tidak perlu saling tuding/lempar tanggung-jawab. Diriwayatkan dari Ma'qil bin Yasar bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Siapa saja yang memimpin pemerintahan kaum muslimin lalu dia tidak serius mengurusnya, dan tidak memberikan nasihat yang tulus kepada mereka, maka dia tidak akan mencium harumnya aroma surga." [HR. Imam Muslim]. === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] http://www.media-islam.or.id __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links Beka Ulung Hapsara Jln Pati No 16 Menteng Jakarta 10310 Telp : (62-21)3151362 Hp : 0811853543 --------------------------------- Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

