Dr. Swee menulis dalam "Ucapan Terima Kasih" bukunya:

"Aku juga berterima kasih kepada teman-teman Yahudiku yang
menyemangatiku untuk berani berbicara dan tidak menjadi penakut".

Teman-teman Yahudinya lah yang mengundangnya datang ke Jerusalem untuk
menjadi saksi dalam "Komisi Kahan"--sebuah komisi Israel yang
dimaksudkan untuk menyidik keterlibatan pasukan Israel dalam
pembantaian Sabra-Shatila....

Dia bukan pembenci Yahudi, semua orang Yahudi, dan bukan pembela Arab,
semua orang Arab.

Dia hanya berhasil mengatasi prasangka stereotipe dan rasisme, satu
hal yang sering menjadi problem kita semua untuk menciptakan
perdamaian....

salam,
Farid Gaban


--- In [email protected], "Thesaints Now" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tanpa bermaksud mengecilkan peran rekan kristen lainnya di milis ini
dalam
> memperjuangkan demokrasi dan keadilan yang universal, ada yang perlu
saya
> garis bawahi dari pernyataan Dr. Ang ini.
> 
> Dia sendiri mengaku pernah menjadi Kristen Fundamentalis yang berarti
> opini-opininya sebelum ini didasarkan pada fundamentalisme, fanatisme
> dan sentimen religius semata bukan pada rasionalisme kesadaran berfikir
> universal. Fanatisme dan sentimen seperti  ini terdapat pula dalam umat
> agama manapun termasuk kaum muslim, hindu, budha maupun sikh.
> 
> Berbagai metode dapat saja dilakukan oleh kaum fanatik dalam
beraktifitas
> mulai jadi seteru yang keras ataupun berpura-pura menjadi pendukung
> musuhnya.
> 
> Satu ciri yang dapat kita lihat dari tindak-tanduk para Fanatik ini
adalah :
> ketika ia melakukan aksi mulai dari memusuhi sampai pura-pura mendukung,
> yang dihasilkannya adalah tetap cenderung pada kegiatan mengacau situasi
> bukan memberikan arah pada penyelesaian yang adil,  rasional dan
realistis.
> 
> Ada yang aneh ketika dia bilang benci Arab tetapi ia bekerja sebagai
medic
> bagi warga Arab Palestina. Untuk apa ia ke sana jika ia memang 34 tahun
> benci Arab. Sungguh suatu hal yang aneh. Kini ia berbalik mengatakan
butuh
> 34 tahun lagi untuk membenci Israel dan membela Arab. Kemudian pergi
ke sana
> kemari menceritakan pembantaian terhadap Arab untuk memancing kemarahan
> orang-orang islam dengan maksud melibatkan kaum muslim dalam
kekacauan di
> Timur Tengah. Bagi saya hal itu tidak berarti apa-apa melainkan ingin
> membawa kehancuran pada dunia islam dan perdamaian.
> 
> Perseteruan politik mengenai Tanah-Palestina ini ingin dijadikannya
sebagai
> perseteruan rasial Arab-Israel, Muslim-Yahudi.
> 
> Ia tidak memberikan solusi apapun bagi penyelesaian damai di
Palestina. Ia
> hanya memanas-manasi kaum muslim untuk segera ikutan perang di wilayah
> Palestina, dan kemudian ada alasan bagi Barat untuk menghancurkan dunia
> islam yang dianggap sebagai pengacau perdamaian.
> 
> Begitulah kaum fanatik bergerak mereka selalu memancing kekacauan,
sentimen
> dan amarah satu pihak terhadap pihak lainnya dengan maksud tersembunyi.
> 
> Hati-hati ada pihak yang ingin pula membawa Indonesia dan negara-negara
> Islam lainnya untuk terlibat dalam perang di Palestina yang
sebenarnya bukan
> urusan kita.
> 
> Satu Palestina yang damai dan demokrat itu adalah solusi yang ideal yang
> ditawarkan sebelum Resolusi PBB 1948 tentang pemisahan Palestina.
Tapi Arab
> dan Israel tidak mau menerima. Solusi kemudian adalah dua negara
terpisah
> Arab Palestina dan Israel Palestina. Israel membentuk negerinya sendiri
> namun arab tetap tidak terima. Arab pun menyerang Israel, akibatnya
perang
> dan konflik berlarut-larut hingga saat ini.
> 
> Selama permusuhan Arab terhadap israel tidak pernah habis, selama
Arab tidak
> mau mengakui Israel dan selalu mencari cara untuk menghancurkannya,
selama
> itu pula perdamaian tidak akan pernah tercapai. Kunci perdamaian itu
bukan
> hanya gencatan senjata tetapi yang paling penting apakah kebencian dan
> permusuhan itu dapat dihilangkan.
> 
> Saya yakin jika Arab mau mengikuti Perjanjian Oslo yang
ditandatangani PLO
> dan Israel maka kesempatan damai dan kesempatan rakyat palestina
membangun
> wilayahnya dapat tercapai.
> 
> Perlu ktia ketahui semua target Arab adalah menguasai semua wilayah
> Palestina dan mengusir Israel (tidak mengakui eksistensi Israel). Jika
> demikian apakah mungkin Perdamaian bisa tercapai.
> 
> Seharusnya arab menerima dulu apa yang diberikan kepada mereka dari
wilayah
> Tepi Barat dan Jalur Gaza dan membangunnya. Jika Arab menunjukkan
niat baik
> maka tentu pihak lain akan menghargai dan wilayah lainnya akan
dikembalikan
> seiring dengan perdamaian yang terjadi. Namun arab tampaknya memang
selalu
> mengambil posisi menjadi seteru israel. PLO sendiri tidak mampu
> mengendalikan para milisinya. Kini inisiatif perdamaian ada di
tangan arab.
> Jika mereka mau maka perdamaian akan terjadi. Jika mereka mengutamakan
> kebanggaan bangsa dan mengutamakan harga diri, maka sungguh tebusan yang
> sangat mahal harus dibayar untuk arogansinya itu.
> 
> On 8/24/06, Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > --- donat cokelat <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> > Badannya kecil, tingginya tidak lebih dari 150 cm.
> > Usianya pun tak lagi muda (58 tahun), tetapi perempuan
> > itu memancarkan semangat yang kuat. Bajunya rapi
> > tetapi berkesan simpel dan kasual. Alas kaki yang
> > dikenakannya pun bukan sepatu atau sandal berhak,
> > tetapi sepasang sepatu hitam sporty. Penampilannya ini
> > mungkin terbentuk pula oleh latar belakangnya sebagai
> > ahli bedah senior dan sukarelawan medis di Lebanon dan
> > Palestina.
> >
> > Itulah sosok dr. Ang Swee Chai yang hadir pada 22
> > Agustus 2006 kemarin di MP Book Point, Jakarta,  yang
> > dimulai pada jam 13.00. Beliau datang dari tempat
> > tinggalnya di Inggris ke Jakarta untuk menjadi
> > pembicara dalam talk show sekaligus peluncuran bukunya
> > Tears of Heaven; From Beirut to Jerusalem. Buku ini
> > berisi pengalaman dr. Ang sebagai sukarelawan medis di
> > Lebanon dan Palestina, mulai tahun 1982 hingga
> > sekarang. Selain itu, hadir pula Farid Gaban, wartawan
> > perang yang pernah meliput di Bosnia, sebagai
> > moderator sekaligus pembanding yang menambahkan banyak
> > informasi berharga dalam talk show itu.
> >
> > Meskipun berskala kecil, talk show yang dihadiri
> > banyak media baik cetak maupun elektronik ini berjalan
> > seru sekaligus menerbitkan keharuan. Yang paling
> > menarik tentu adalah penuturan dr. Ang yang
> > menyaksikan langsung pembantaian Sabra-Shatila 1982.
> > Seperti yang dengan sangat bagus digambarkan Farid
> > Gaban, cara dr. Ang menuturkan (seperti juga
> > tulisannya): "Membuat korban tidak hanya terbaca
> > sebagai angka statistik, tetapi tampak sebagai
> > manusia. Dan profesinya sebagai dokter membuat dr. Ang
> > bisa melihat luka sekecil apa pun."
> >
> > Sisi lain yang tak kalah menarik adalah pengakuan dr.
> > Ang. Ia menuturkan bahwa dulu ia adalah seorang
> > Kristen fundamentalis. Dan penafsiran Bibel yang
> > diikutinya itu membuatnya mendukung Israel dan
> > membenci orang-orang Arab. Bukan hanya itu, karena
> > pencitraan media Barat, ia punya prasangka bahawa
> > semua orang Arab adalah teroris. Namun, setelah ia
> > melihat sendiri kondisi pengungsi Palestina dan
> > kekejaman Israel, ia pun menjadi pembela Palestina
> > yang setia. Tutur dr. Ang: "Selama 34 tahun saya
> > mendukung Israel. Setelah bertemu dengan orang-orang
> > Palestina, saya berdoa kepada Tuhan agar diberi 34
> > tahun lagi, supaya saya dapat menebus dosa saya dengan
> > membantu rakyat Palestina."
> >
> > Ada hal menarik lain yang muncul saat kami berbincang
> > dengan dr. Ang. Kami bertanya, apakah menurutnya
> > Israel akan menepati perjanjian gencatan senjata
> > dengan Hizbullah. Dengan wajah tanpa diselimuti
> > keraguan, dr. Ang menjawab tegas: "No. Israel will
> > strike again." Mungkinkah pengalamannya selama 20
> > tahun lebih menghadapi berbagai siasat Israel membuat
> > dr. Ang bisa memprediksi gerakan Israel? Kita tunggu
> > saja. (tyas)
> >
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail.yahoo.com
> >
> >
> >
> >
***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia
> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> >
> >
***************************************************************************
> >
__________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke