--- In [email protected], "Yohanis Komboi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya tahu, paling tidak ada seseorang yang sangat dekat di hati (cuah... > cih...) yang menyukai ceritacerita isapan jempil seperti fowardan Satrio di > bawah ini. Boleh saja sih, cuma eman... sayang karena kreativitas barang > putih-abuabu di bawah rambut kepala itu jadi muspro - redundant nggak > terpakai. >
Saya punya cerita nyata. Barusan terjadi. Tidak sedahsyat cerita2 yang sering diforward di milis2. Tapi bagi saya moral of the storynya cukup dalam. silahkan diterjemahkan masing2... Teman saya di Tokyo, katakanlah bernama A sedang pulang kampung juga. Sebagai PNS (di sebuah pemda kecil di Jawa) dia berhak mengurus izin exit-permit sehingga tidak perlu membayar fiskal 1 juta Rp pada saat kembali ke Tokyo bulan depan. Maka ditemani suaminya yang bela2in menjemput ke Jakarta (kangen boo) mereka pergi ke Deplu Kemanggisan (?) untuk mengurus surat tsb. Ketika mengembalikan form yang telah diisi, petugas (X) yang mengurus kemudian berkata: Ya, biayanya 500. A dg polosnya mengeluarkan uang seribu rupiah. X: ............ A: ............ X: ............ A: ............ (*heran* kok kembaliannya 500 perak ga dibalikin ya???) X: ...... mmmm... kalau begitu kembali lagi besok deh... A menceritakan kejadian itu 2 malam yl, pada saat kami mengadakan dinner gathering karena profesor berkunjung ke Jkt. Pada saat dia sampai pada bagian diminta biaya sebesar 500, seorang teman lain dg kalem nyeletuk: ya, memang biayanya sekarang 500 RIBU Rupiah! Kemarin, A menelfon saya, pamit mau balik kampung. Saya tanya: dapet surat exit-permit? Dia bilang: dapet mbak... Saya tanya: apa kata petugasnya? A: dia tanya kamu kerja dimana? saya jawab Pemda. Pemda DKI? katanya.. saya bilang bukan pak, pemda Z... trus dia bilang: oooo... pantes... hehehehe..... saya tanya lagi: dikembaliin ga uang 500 perak kamu? A: nggak tuh mba.... *hahahahahaha......* saya cuma bilang sama dia: great job. you know you've saved five hundreds thousand and hit him directly in his face... I've never could do that, only good people can... hebat.. Kalo sama saya paling saya ajakin berantem... Sampe sekarang, saya dan suami masih ketawa kalo ingat kisah tsb. Ngebayangin perasaan si petugas tsb: minta setengah juta dikasih seribu perak (teh botol kesukaanku aja harganya dua ribu perak hehehe).. mungkin itulah jumlah palakan terkecil selama hidup si petugas tsb... mungkin dia bener2 nyerah melihat wajah polos dan culun A dan suaminya... mungkin dia berpikir: apa yg bisa kulakukan menghadapi orang2 ini??? yo wes, sing waras ngalah... hahahahahahaha.... Kena kau... salam wiken, fau @home ps. semoga X bisa mendapat pelajaran berharga. amin. *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

