http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=123560 Sabtu, 26 Agustus 2006
Pasien Dirawat di Lorong Rumah Sakit Kasus DBD dan Muntaber Membudak Pontianak,- Hujan yang telah turun belakangan ini menjadi penyebab timbulnya penyakit demam berdarah dengue dan muntaber di Kota Pontianak dan sekitarnya. Rumah Sakit St Antonius sejak awal bulan Agustus lalu menyatakan rata-rata menerima sedikitnya 4 orang penderita muntaber dan DBD. "Cuaca yang berubah-ubah membuat anak-anak rentan terhadap penyakit DBD dan muntaber. Terutama dari air," jelas dr Antonius T Frendi, kepada Pontianak Post, sebagai dokter jaga di Unit Gawat Darurat (UGD) RSSA Pontianak. Namun Antonius enggan menyebutkan hal ini sebagai Kejadian Luar Biasa. Menurutnya, yang menentukan kejadian luar biasa bukan dari rumah sakit, tetapi dari Dinas Kesehatan. "Mungkin juga ada indikator lainnya. Cuma kenyataannya ada lonjakan pasien yang menderita muntaber dan DBD," ungkapnya. Di ruang UGD tersebut dari Pantauan Pontianak Post terdapat puluhan pasien yang masuk dalam waktu yang hampir bersamaan. Tempat tidur yang disiapkan untuk pasien UGD yang tengah diobservasi pun tidak mencukupi menampung pasein yang berdatangan. Rata-rata pasien terdiri dari anak-anak balita. Beberapa pula menyerang lansia dan remaja tanggung. Perawat rumah sakit tersebut mengatakan kondisi ini sudah mulai terjadi sejak seminggu terakhir. Saat ini, ruangan di RSSA Pontianak telah penuh. Namun untuk melayani masyarakat mereka menyiapkan lorong di lantai II rumah sakit tersebut, dan diubah menjadi bangsal. "Kita memang sudah sediakan puluhan tempat tidur, perawatan ini tergolong kelas IV," papar suster tersebut. Dr Antonius mengatakan masyarakat diharapkan dapat memaklumi kondisi ini karena termasuk darurat. Dia mengatakan pihak rumah sakit telah komit untuk tidak menolak pasien yang masuk. Maka pelayanan ini didedikasikan untuk pertolongan pertama pada pasien-pasien yang masuk. Diinformasikan pihak RS Antonius, kejadian ini makin banyak setelah kondisi air leding menjadi asin karena intrusi air laut di Sungai Kapuas. "Selain itu, cuaca yang kering dan berdebu menjadi salah satu faktor lainnya. Apalagi anak-anak kerap jajan sembarangan," kata dr Antonius. Kepala Bagian Rekam Medis Helio Dorus Polantino melalui Sri Margaretha, staff pencatatan Rekam Medis RSSA Pontianak mengatakan hari ini (kemarin,red) sekitar tujuh orang dengan penyakit DBD dan muntaber. Bahkan beberapa hari yang lalu, terdapat sekitar 15 orang yang masuk dalam satu harinya. Reni, ibunda Vini (5) yang menderita DBD menyatakan tidak menyangka anaknya terkena DBD. Pasalnya tidak ada ciri-ciri demam berdarah pada umumnya. "Tidak ada bercak merah atau hidung mengeluarkan darah," tambah Yulfi (35), sang ayah. Akhirnya setelah warga Sei Jawi ini memeriksakan daerah anaknya, ternyata didiagnosa terkena DBD. Pemantauan Pontianak Post di Lantai II RSSA Pontianak, sekitar 24 tempat tidur telah disiapkan di salah satu lorong menuju ruang Markus. Salah satu petugas menyatakan, jika masih banyak pasien yang masuk mereka juga akan menyiapkan lorong lainnya. "Tetapi mudah-mudahan hal ini tidak bertambah buruk," jelasnya.(lev) [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

