Kisah Lina Joy & Agama Barunya
Rita Uli Hutapea - detikcom
   Kuala Lumpur - Kisah Lina Joy masih terus menghiasi pemberitaan media 
Malaysia dan luar negeri. Perempuan Melayu itu masih menanti putusan Mahkamah 
Agung Malaysia atas kasusnya yang sensitif: agama.

Lahir dengan nama Azlina Jailani, perempuan yang kini berusia 42 tahun itu 
dibesarkan secara muslim. Namun pada usia 26 tahun, dia memutuskan untuk 
memeluk agama Katolik setelah bertahun-tahun berpacaran dengan seorang pria 
Katolik.

Pada tahun 1997, Azlina mendaftar ke Departemen Registrasi Nasional untuk 
mengganti namanya di kartu identitas. Warga Malaysia itu pun menerima kartu 
identitas dengan nama barunya, Lina Joy. Namun keterangan agama Islam masih 
tertera di kartu tersebut.

Pada tahun 2000, Lina mendaftar ke Departemen Registrasi Nasional untuk 
menghapus kata "Islam" dari kartu identitasnya. Namun aplikasinya ditolak. 
Alasannya, Lina harus mendapatkan sertifikat atau perintah dari pengadilan 
syariah atau otoritas Islam lainnya.

Karena masih memegang kartu identitas sebagai muslim maka Lina tidak bisa 
menikahi kekasihnya secara hukum. Lina pun menempuh jalur hukum untuk 
mendapatkan pengakuan atas agama barunya.

Namun pengadilan negeri dan tinggi menolak untuk melakukan hearing atas 
kasusnya dengan alasan, Lina tetap seorang muslim. Demikian seperti diberitakan 
harian Malaysia, The Star, Senin (28/8/2006).

Lina pun melanjutkan perjuangan terakhirnya ke Mahkamah Agung Malaysia selaku 
otoritas pengadilan sipil tertinggi di negeri jiran itu. Dalam permohonannya, 
para pengacara Lina menegaskan, kliennya tidak memerlukan izin siapa pun untuk 
berpindah agama karena kebebasan beragama dijamin oleh konstitusi Malaysia. 

Karena itu, pengadilan diminta untuk mengharuskan pemerintah mengubah 
keterangan agama Islam di kartu identitas Lina menjadi Kristen. Hingga saat 
ini, belum ada putusan pengadilan soal kasus tersebut.

Di Malaysia, Islam dijadikan sebagai agama resmi negara sehingga merupakan 
urusan negara, bukan lagi sekadar masalah hati nurani. Apapun putusan 
pengadilan nantinya, tetap akan membuat pemerintah Malaysia pusing. Pasalnya, 
pemerintah berusaha memenuhi tuntutan penduduk Islam mayoritas di negeri itu 
serta penduduk non-muslim minoritas.

Pertanyaan apakah muslim bisa berpindah agama merupakan masalah hukum yang 
pelik di Malaysia yang multirasial dan multiagama. Etnis Melayu, yang mencapai 
lebih dari setengah dari total 26 juta jiwa penduduk Malaysia, memeluk agama 
Islam sejak lahir. Dan Lina Joy merupakan salah satu di antaranya.

Sebenarnya kebebasan beragama dijamin secara konstitusional. Namun pada 
kenyataannya, perpindahan dari agama Islam ke agama lain merupakan urusan 
pengadilan syariah. Dan sesuai hukum syariah, meninggalkan agama Islam bisa 
dihukum dengan penjara atau denda.

Tak pelak lagi, umat muslim di Malaysia yang berpindah agama hidup dalam 
ketidakpastian hukum. Mereka tidak bisa mendaftarkan hal-hal yang berhubungan 
dengan agama baru mereka ataupun menikah secara hukum dengan warga non-muslim, 
sehingga banyak yang merahasiakan soal agama baru mereka ataupun pindah ke luar 
negeri.

Kini yang bisa dilakukan Lina Joy hanyalah menunggu. Yang jelas, jika Lina 
memenangkan kasusnya, sudah pasti itu akan mengubah kehidupan warga muslim 
Malaysia lainnya yang ingin pindah agama. 

"Jika hakim mengabulkan tuntutan Lina, saya juga bisa," kata Nellie, perempuan 
muslim berusia 30 tahun yang kini memeluk agama Kristen.

Saat ini situasi yang dihadapi Lina Joy serba sulit. Jika dia tetap ingin 
menikah dengan pacarnya, maka perkawinan mereka akan dianggap tidak sah oleh 
otoritas. Pasalnya, muslim tidak bisa menikah dengan penganut agama lain. 
Kalaupun dia nekat hidup bersama sang pujaan hati, maka Lina melanggar aturan 
agama Islam dan dianggap berzina.(ita

                
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates 
starting at 1ยข/min.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke