KOMPAS
Rabu, 30 Agustus 2006

                  Privilese Baru bagi TKI 
                 
           
     
      
            PEMERINTAH terus mendorong agar tenaga kerja Indonesia (TKI) 
mendapatkan perlakuan lebih pantas. Upaya terbaru dilakukan kemarin saat 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan ruang tunggu bagi TKI di Bandar 
Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

            Dengan terminal khusus itu, TKI diharapkan mendapat pelayanan lebih 
baik saat menunggu, berangkat keluar negeri, dan saat pulang ke Tanah Air. 
Karena ada terminal khusus dan sekarang ditambah ruang tunggu khusus.

            Tetapi penyediaan fasilitas khusus buat para TKI itu, selain 
menggembirakan, juga menimbulkan kecemasan. Karena selama ini berbagai 
fasilitas khusus yang diberikan pemerintah justru menjadi privilese untuk 
mencurangi TKI.

            Presiden boleh saja memerintahkan seluruh jajaran aparat penegak 
hukum memberantas calo dan preman yang selama ini memeras tenaga kerja kita. 
Namun, kita ragu perintah ini akan berjalan di lapangan.

            Bukan satu-dua kali penegasan itu dilontarkan. Bukan satu-dua 
presiden pula telah menginstruksikan. Hasilnya, tetap saja. Percaloan, 
premanisme, dan pemerasan terhadap TKI terus terjadi.

            Sudah menjadi rahasia umum, bahwa oknum-oknum aparat bergentayangan 
di bandara mencari mangsa. Mereka bekerja dengan mentalitas lama; kalau bisa 
dipersulit, kenapa harus dipermudah? Dengan mentalitas itu pula, mereka 
menyulitkan TKI.

            Fasilitas khusus malahan menjadi legalitas pemerasan. Terminal 
khusus dan ruang tunggu khusus dan berbagai kekhususan lainnya menjadi lahan 
empuk pemerasan. Para preman berseragam seakan memperoleh ikan besar dalam 
kolam kecil.

            Karena itu, kita mendorong kepada pemerintah agar lebih 
komprehensif dalam mengatasi persoalan ini. Misalnya, dengan 
mengimplementasikan Inpres Perlindungan TKI, membebaskan biaya pemberangkatan 
dan administrasi perjalanan, serta menegakkan sistem hukum yang andal dan 
tepercaya di sektor ini.

            Pemerintah juga harus membuat terminal khusus TKI sebagai tempat 
yang benar-benar aman dan bersih dari jaringan pembuat sengsara. Tindak tegas 
oknum aparat tukang pungut, tukang paksa, kaum penindas, dan pemeras beserta 
jaringannya.

            Jangan sampai terminal itu menjadi terminal berpetugas khusus, 
melayani dengan menarik pungutan khusus, menjadi jalur pemerasan khusus, dan 
menghasilkan kesengsaraan lebih khusus pula bagi TKI
           
     


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke