HARIAN KOMENTAR
02 September 2006
Australia minta warganya jauhi Indonesia
17 Provokator Masuk Manado
Meski informasinya sempat dibantah pihak Polda, namun Kepala Badan Kesbang
Sulut Drs JJ Mongkaren tetap saja melontarkan sejumlah infor-masi tentang
penyusupan te-roris dan provokator di Mana-do. Kalau sebelumnya dia menyatakan,
ada tujuh pe-nyusup. Kali ini Mongkaren mengatakan, sudah ada 17 provokator
yang datang di daerah ini.
Hal ini disampaikan Mong-karen di sela-sela pelaksa-naan Sulut Expo 2006 di
Ja-karta, kemarin (01/09). "Ada informasi 17 provokator dari daerah Jawa sedang
menysusp masuk ke Manado. Ini infor-masi yang kami terima lang-sung dari
intelijen pusat," tegas anggota Komisi Intelijen Dae-rah (Kominda) Sulut ini.
Ia menjelaskan, ke-17 pro-vokator tersebut semuanya berasal dari sebuah
pesantren di Jawa Timur. Kedatangan mereka tanpa alasan yang jelas dan
menunjukan gelagat yang sangat mencurigakan.
"Mereka datang dengan me-numpangi Pesawat Adam Air pada hari Sabtu lalu dan
men-darat di Bandara Sam Ratu-langi. Hanya saja dari 17 orang ini, terdapat
satu orang yang ditugaskan untuk tinggal di Manado dan yang lainnya lang-sung
menuju Ternate," jelas-nya.
Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya sedang memantau dan memperketat pengawasan
terhadap pergerakan ke-17 provokator tersebut. Pasalnya, saat ini ada tiga dari
17 provo-kator tersebut yang sudah kembali dari Ternate dan me-masuki Manado
dengan alasan ke Luwuk Banggai.
"Yang pasti mereka akan tetap kita awasi terus. Komindo bersama pihak terkait
tetap melakukan koordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang bakal
terjadi de-ngan kehadiran ke-17 pro-vokator tersebut," jelasnya.
Lebih jauh. Mongkaren meng-himbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan
membantu pihak Kominda Sulut dan aparat terkait de-ngan memberikan informasi
seputar keberadaan 17 orang ini. "Mari kita semua warga Sulut menjagadaerah
kita tetap aman dan damai. Jangan sampai ada provokator luar yang memanfaatkan
daerah kita untuk melakukan kejaha-tan," ajaknya.
Sementara itu, dari Canberra dilaporkan, bahwa Pemerintah Australia telah
memperingat-kan warganya di Indonesia agar berhati-hati.
Australian Security Intelligen-ce Organisation Director (Direktur Organisasi
Intelijen dan Keamanan Australia, Jenderal Paul O'Sullivan meya-kini, akan ada
serangan teroris dalam beberapa bulan ini. Hal ini berdasarkan laporan
intelijen tingkat tinggi, katanya.
Informasi ini kemudian di-tindaklanjuti Deplu Australia, untuk mengingatkan
war-ganya agar mempertimbang-kan kembali jika mempunyai rencana mengunjungi
Indone-sia.(imo/inp
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/