http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=2542&Itemid=1
Gus Dur Maafkan Khotib Yang Menghinanya
Jakarta, gusdur.net
Yusnari Nosra, khotib yang menghina mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus
Dur) saat sholat Jumat di Masjid DPRD DKI Jakarta, menemui sekaligus meminta
maaf kepada Gus Dur di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin
(28/8).
Yusnari yang juga Staf Biro Keuangan Pemda DKI Jakarta menemui Gus Dur
ditemani anggota DPRD DKI, Nur Alam Bachtir. Saya telah meminta maaf kepada
Gus Dur jika apa yang saya sampaikan dianggap salah," kata Yusnari kepada
wartawan usai menemui Ketua Umum Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa
tersebut. Gus Dur pun memaafkannya.
Jumat (25/8) lalu, Yusnari menjadi khotib sholat Jumat di Gedung DPRD DKI
Jakarta. Dalam khotbahnya, ia berapi-api mengatakan, Gus Dur enggak pantas
jadi pemimpin karena telah menganggap al-Quran itu porno. Kalau meninggal
enggak perlu disholatkan, bahkan dzikirnya saja bersama Inul.
Kontan saja pernyataan Yusnari itu langsung diprotes jamaah yang mengikuti
sholat Jumat. Dua orang jamaah, yakni Mansyur Syahrozi (Ketua Fraksi
Kebangkitan Reformasi), dan Mustaman (Anggota Fraksi PDI Perjuangan), langsung
berteriak, Turun! Batal!
Meski diteriaki seperti itu, sang khotib tetap melanjutkan ceramah. Hal itu
memancing protes yang makin keras, agar ceramah dihentikan. Insiden tersebut
ditanggapi kalangan DPRD DKI, sesuai sholat. Politisi senior PKB Jakarta Hasan
Ishak menyesalkan kejadian itu. Kata dia, khotib tersebut tidak menempatkan
kata-kata pada forum yang tepat.
Ini bukan forumnya, khotib tidak boleh memaki-maki dan menuduh seseorang.
Siapapun orangnya, tandas kyai dari kalangan Nahdliyin ini seperti dikutip
Rakyat Merdeka (25/8/2006).
Senada dengan Hasan, Mansyur Syahrozi juga menyesalkan kejadian yang
seharusnya tidak terjadi itu. Ia berharap, ceramah Jumat seperti itu tidak
terulang kembali.
Pihak penyelenggara sholat Jumat harus selektif dengan tema yang akan
dibawakan oleh penceramah. Disini bukan hanya ada kalangan PKS atau yang
lain-lainnya saja. Disini juga ada kalangan nahdliyin, pintanya.
Mansyur lantas menetapkan hukum syara, bahwa pelaksanaan khutbah adalah batal
demi hukum agama. Khutbah itu batal, makanya saya sholat zuhur saja," tegasnya.
Akibat insiden itu,Yusnari sowan ke gedung PBNU untuk meminta maaf kepada Gus
Dur. Yusnari datang mengenakan seragam pertahanan sipil (hansip). Lelaki
berjenggot lebat ini adalah staf pada Biro Keuangan Pemprov DKI Jakarta.
Dia mengaku tidak ada ancaman terhadap dirinya terkait penghinaannya itu.
Bagi saya ini justru rahmat karena bisa ketemu dengan bekas presiden.
Alhamdulillah sampai saat ini nggak ada ancaman.
Yusnari mengaku tidak bermaksud menghina Gus Dur yang juga mantan Ketua Umum
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu dalam khotbahnya. Dia beralasan materi
khotbahnya bersumber dari buku berjudul "Al Quran Dihina Gus Dur" karangan
Hartono Ahmad Jais.
"Saya tidak ada niat untuk mencaci atau menghina Gus Dur, saya hanya
menyampaikan (apa yang tertulis dalam buku tulisan Hartono) apa adanya,"
katanya.
Nur Alam Bachtir menilai karena kepolosanya Yusnari khilaf dalam menyampaikan
khutbahnya. Beliau membaca buku yang isinya pendiskreditan terhadap Gus Dur
terhadap persoalan yang sampeyan sudah tahu. Nah, sekarang beliau (Yusnari)
minta maaf. Beliau menyampaikan tidak ada intrik politik, tidak ada yang
mendorong, tidak ada yang menyuruh, katanya sembari menunjukkan foto di
telepon genggamnya yang memuat Yusnari dengan Gus Dur sedang berjabat tangan.
Terhadap permintaan maaf itu, Gus Dur menerima dengan baik sekaligus
mengklarifikasi apa yang ditulis Hartono Ahmad Jais. Gus Dur juga maklum jika
pemberitaan tentang penghinaan terhadap dirinya justru lebih seru daripada
kejadiannya sendiri. "Biasalah, pasti ada yang ditambah-tambahi," kata Gus Dur
seperti ditirukan Nur Alam Bachtir.
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/