http://www.melanesianews.org/kabar/publish/article_1035.shtml
FRONT PEPERA PB TUNTUT PEMBEBASAN PDT. ONAWAME CS DAN PENUTUPAN PT
FREEPORT-RIO TINTO
Diposkan oleh Simon Cuba - SPMNews Headquarters pada 31 Agus 2006, 19:50
___________________________________________________________________________
FRONT PEPERA PB TUNTUT PEMBEBASAN PDT. ONAWAME CS DAN PENUTUPAN PT FREEPORT-RIO
TINTO
Laporan Simon Cuba
SPMNews Headquarters
___________________________________________________________________________
Massa Aksi Front Pepera PB sedang memegang Poster Aksi. Salah satu poster
mereka berbunyi : "Segera Pindahkan Proses Peradilan Bagi Pdt. Ishak Onawame Cs
Ke Timika - Papua".
FRONT Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat (Front Pepera PB) kembali
menuntut pembebasan 7 orang tahanan, masing-masing Hardi Tsugumol, Agustinus
Anggaibak, Markus Kalabetme, Yohanes Kasemol, Yulianus Deikme, Jerius Kiwak,
Pdt Isak Onawame dan Anthonius Wamang, yang dituduh Pemerintah Penjajah NKRI
sebagai pelaku penembakan di Mile 62-63 Tembagapura yang menewaskan dua warga
negara AS pada 31 Agustus 2002. Tuntutan pembebasan para tahanan tersebut
dilakukan dalam bentuk aksi massa di Jakarta berturut-turut selama dua hari,
Senin 28 Agustus s/d Selasa 29 Agustus lalu.
Titik sasaran aksi massa adalah Istana Presiden NKRI, Kedubes Amerika Serikat
dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Istana Presiden dijadikan sasaran karena
kejahatan Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus ini. Sebagaimana diketahui,
pelaku penembakan adalah Tentara Nasional Indonesia yang kemudian menjadikan
TPN/OPM dan Warga Papua sebagai kambing hitam, tetapi Presiden SBY, dalam
posisinya sebagai penjilat pantat AS, menghadiahkan Pdt Isak Onawame Cs kepada
Patsy Spier, istri almarhum Rickey Lynn Spier, salah satu korban tewas.
Presiden SBY, dalam posisinya sebagai penjilat pantat AS, menghadiahkan
Pdt Isak Onawame Cs kepada Patsy Spier, istri almarhum Rickey Lynn Spier, salah
satu korban tewas.
Kedubes AS dijadikan sasaran aksi karena AS terbukti mendukung proses peradilan
para tersangka yang berjalan tidak fair dan penuh dengan manipulasi. AS juga
dinilai, tanpa disadari Pemerintah Penjajah NKRI, sedang membiarkan NKRI
melakukan interogasi dan sandiwara di Pengadilan sehingga para pejabat AS
terbebas dari implikasi tuduhan bahwa mereka terlibat dalam penyiksaan dan
ketidakadilan terhadap Pdt Isak Onawame Cs.
Lebih dari itu, AS telah terbukti bersama Penguasa NKRI melalui SBY menjadikan
Pdt Isak Onawame Cs sebagai kambing hitam. Sedangkan Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat dijadikan sasaran aski massa karena di tempat itulah, segala
ketidakadilan dan manipulasi hukum terhadap kasus ini sedang dijalankan tanpa
malu-malu.
Massa Aksi Front Pepera PB sedang memegang Poster Aksi. Salah Satu
Posternya berbunyi : "George W. Bush vs Susilo Bambang Yudhoyono = Nafsu
Freeport".
Ratusan Massa Front Pepera PB yang mengambil bagian dalam aksi tersebut juga
menilai penangkapan Pdt Isak Onawame Cs dan persidangan mereka merupakan
konspirasi antara Perusahaan Raksasa, PT Freeport-Rio Tinto dengan pemerintah
penjajah NKRI demi memenuhi kepentingan AS dan negara-negara lain yang
mempunyai Saham di sana. Makanya, selain menuntut pembebasan Pdt Isak Onawame
Cs tanpa syarat, mereka juga menuntut penutupan PT Freeport-Rio Tinto yang
dinilai sebagai akar segala persoalan di Tanah Papua.
"Penetapan tujuh warga sipil Papua sebagai formalitas hukum saja atas desakan
pihak asing tanpa memperhatikan hak-hak rakyat atas kepentingan rezim ekonomi
politik penguasa", kata juru bicara Front Pepera-PB Rinto Kogoya saat berorasi
di depan di depan Istana Negara. "Kami menduga TNI ada di balik kasus
penembakan dan rakyat Papua hanya menjadi korban untuk menutupi kepentingan AS
dan TNI," pungkasnya lagi.
Menurut Rinto, kasus penembakan dua warga AS dan satu WNI di mil 62-63 Timika,
merupakan peran TNI untuk membuat konflik pecah belah agar tetap mendapatkan
kucuran dana pengamanan dari Freeport dengan mengorbankan warga sipil.
Massa Aksi Front Pepera PB sedang memegang Poster Aksi. Salah satu poster
mereka berbunyi : "Hapus Diskriminasi! Bebaskan Pdt. Ishak Onawame Cs Tanpa
Syarat".
Lebih lanjut, Sekjen AMP Internasional itu juga meminta pemerintah segera
menutup Freeport Mc Moran-Rio Tinto yang telah mengeksploitasi kekayaan alam
Papua dari 1967 hingga detik ini dan mengakibatkan ratusan ribu rakyat sipil
Papua menjadi korban eksploitasi serta kerusakan lingkungan dari konsentrat
limbah yang per harinya berjumlah sekitar 200 ribu ton.
Massa tampak mengenakan ikat kepala warna putih bertuliskan "Tutup Freeport"
dan "Freeport Imperialis Nomor 1". Poster-poster pun dibentangkan, antara lain
bertuliskan "Bebaskan Pendeta Isak Onawame tanpa syarat", "Adili TNI", "Tutup
Freeport", dan "TNI dalang penembakan". Selain itu, mereka juga membawa 2
Bendera bergambar singa hitam bertuliskan black lion ukuran 1x2 meter yang
dikibarkan. Singa Hitam adalah simbol spiritual Front Pepera PB.
Yang menarik, ketika massa hadir di Pengadilan sebagai wujud solidaritas sejati
terhadap Pdt Isak Onawame Cs yang sedang menjalani proses persidangan, para
Majelis Hakim dan
Tampak Polisi sedang mengamankan Aksi Massa. Polisi Indonesia adalah
Pelayan Setia Imperialisme Amerika Serikat.
Jaksa Penuntu Umum tampak kalang kabut karena massa terus meneriakkan yel-yel
solidaritas mereka terhadap para korban konspirasi ini. Jaksa Penuntut Umum
yang membacakan dakwaannya tampak kebingungan, bahkan tidak sempat melanjutkan
kata-katanya selama berapa menit karena gugup.
Aksi massa saat itu dilakukan berdasarkan akan adanya keputusan sela pengadilan
PN Jakarta Pusat untuk memutuskan apakah kasus tersebut pantas diteruskan atau
cukup di PN Timika. Sidang akan dilanjutkan, Selasa 5 September mendatang.***
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/