http://www.indomedia.com/bpost/092006/4/depan/utama3.htm
Pendatang Ngungsi Ke Luar Timika Mimika, BPost Kota Kwamki Lama, Timika, Papua, masih mencekam. Dua suku asli yang bertikai, Minggu (3/9), masing-masing tetap bersiaga dengan senjata terhunus. Kondisi itu memaksa aparat kepolisian dibantu TNI menjaga ketat sejumlah titik dan pintu masuk di Kota Kwamki. Puluhan warga pendatang di Pasar Kwamki Lama terpaksa mengungsi khawatir terjadi kembali perang antarsuku. Mereka mengaku takut kalau toko atau kedai mereka dibakar. Meski seituasi Kota Timika normal namun sejak Sabtu (2/9) malam berstatus Siaga I. Sedikitnya, 11 orang tewas dan ratusan orang luka-luka dalam perang yang sudah berjalan seminggu ini. Berbagai upaya perdamaian sudah dilakukan, baik oleh kepolisian dengan dukungan tokoh-tokoh agama, adat dan masyarakat. Sesekali pertikaian ini berhenti. Tetapi kembali berkobar lebih dahsyat. Terakhir perang antar-suku di Kwamki Lama kembali pecah, Jumat lalu. Perang mengakibatkan dua orang tewas, 21 orang mengalami luka berat, 26 luka sedang dan 38 orang luka ringan. Kemarin, satu satuan kompi Brimob yang di-BKO-kan dari Sorong dan Jayapura, tiba di Timika. Mereka akan menjaga keamanan di wilayah konflik Kwamki Lama dan Kota Timika. Pasukan tambahan itu dikerahkan menyusul kian gentingnya perang suku di Kwamki Lama, Papua. Selain menjaga keamanan, pasukan Brimob akan bertugas merazia senjata perang tradisional berupa panah dan senjata tajam lainnya bila perang masih terjadi. Aparat TNI dari Kavaleri Detasemen 3 Timika disiagakan di titik poin Kuala Kencana dan jalan masuk ke mil 32. Sementara informasi diperoleh beberapa jam lalu, dua truk dibakar di mil 74. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari aparat kepolisian tentang insiden tersebut. Perusakan Perang antarsuku di Kwamki Lama, Mimika, merembet pada perusakan gedung DPRD dan aula pertemuan milik pemerintah setempat. Jendela kaca dan pintu gedung berantakan terkena lemparan baru. Papan nama yang terpampang di dua gedung dirobohkan. Perusakan dipicu kemarahan Suku Mee menyusul Herman Dimi, satu dari Suku Mee terkena panah. Pelakunya diduga kelompok bertikai, yaitu Suku Damal dan Suku Dani. Menurut catatan BPost, perang saudara di Mimika bermula peristiwa tenggelamnya seorang bocah di sungai yang berada di kawasan pemukiman eks-transmigrasi (Satuan Pemukiman 13) Timika. Pihak keluarga bocah yang meninggal terlibat pertengkaran serius, karena di antara mereka menduga kematian bocah itu tak wajar. Percekcokan di antara keluarga dari suku berbeda itu pun memanas dan meluas sampai ke lingkungan keluarga suku masing-masing di Kampung Kwamki Lama, Distrik Mimika Baru, Mimika, yang akhirnya memicu aksi saling serang. ant/mtv/k [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

