Model Sekolah Pemimpin
Dikatakan bahwa pemimpin itu lahir dari garba sejarah, bukan dilahirkan. Dalam perspektif tertentu ungkapan itu ada benarnya, dan kemunculan Gus Dur sebagai presiden, juga Megawati, memperkuat anggapan tersebut. Tetapi sebenarnya proses kelahiran seorang pemimpin, memiliki sistem yang spesifik sehingga kelahiran seorang pemimpin juga tidak terlepas dari sistem tersebut, yang bisa dianalisis dan bagi orang tertentu bahkan bisa diprogram. Pada masyarakat modern, sistem kepemimpinan tidak bisa menghindar dari kolektifitas yang berstruktur, berapapun kadarnya, maka kehadiran pemimpin bisa diprogram secara transparan melalui sistem pendidikan. Bagi bangsa besar seperti negeri kita adanya institusi pendidikan yang spesifik memprogram calon-calon pemimpin adalah satu keniscayaan. Krisis kepemimpinan dewasa ini antara lain disebabkan oleh kelalaian bangsa ini memprogram secara sistemik calon-calon pemimpin bangsa. Di Parlemen misalnya banyak sekali pemimpin "dadakan" sebagai produk dari sistem pemilu yang juga "instan". Sementara itu di lingkungan birokrat, perjalanan karir kepemimpinan lebih ditentukan oleh proses "politik" dibanding basis pendidikan dan profesionalitas. Mungkin kita terlambat, tetapi tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Indonesia membutuhkan institusi pendidikan yang secara sadar mendidik calon pemimpin; baik pemimpin nasional dan pemimpin daerah, pemimpin dalam arti manager maupun pemimpin di tengah masyarakat, community leader. Sekarang banyak sekolah unggulan berdiri, tetapi masih merupakan konsep sektoral, belum menjadi konsep kebangsaan. Belajar kepada bangsa lain, Inggris punya institusi pendidikan untuk mencetak pemimpin Inggris. India secara sadar mengutamakan pendidikan hanya bagi 10 persen (dari satu miliar) penduduknya. Walaupun banyak orang India yang miskin dan bodoh, tetapi dari 10 % penduduk yang terdidik secara baik, India mampu memasok produk teknologi tinggi ke Eropa, dan mampu swasembada pangan bagi satu miliar mulut.Tenaga kerja skill India sekarang menguasai pasar tenaga kerja Negara-negara maju. Iran dibawah pengaruh Imam Khumaini dan konsep wilayat al faqih-nya memiliki lembaga pendidikan di Qum yang secara sadar memprogram lahirnya mullah-mullah sebagai SDM pemimpin bangsa Iran, dan bahkan jika perlu di ekpor keluar Iran. Buah revolusi Iran sekarang, Iran mampu mandiri dan tetap tegak kepala menghadapi tekanan Barat. Tetangga kita, Singapura bahkan sejak 1965 memiliki institut National Youth Leadership Training Institute (NYLTI) yang kemudian pada tahun 1989 diubah menjadi National Community Training Institute (NACTI), kemudian menjadi National Community Leadership Institute (NACLI) pada tahun 1995. Apa yang dilakukan oleh Singapura dalam memprogram kelahiran pemimpin bangsa dalam berbagai strata mungkin paling relevan untuk dicontoh. NACLI secara sistemik melakukan peningkatan pelatihan dan memperluas peluang belajar secara kreatif guna mengembangkan potensi kepemimpinan siswa untuk selanjutnya dipergunakan dalam mengefektifkan kerja organisasi dalam berbagai bidang, sekaligus membangun jiwa masyarakat Singapura. NACLI bahkan sudah membuka Grassroots Leadership Programmes yang mempunyai cakupan kerja yang lebih luas. Wassalam, Agussyafii http://mubarok-institute.blogspot.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/WktRrD/lOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

