Dear Bobby,
   
  Saya tidak bisa menutup-nutupi informasi yang tidak sepenuhnya benar mengenai 
konflik pada masa setelah wafatnya Rasulullah SAW. Meskipun itu sebenarnya 
ditiupkan untuk memecah belah Sunni dan Syiah. Putri Nabi SAW(saya yakin yang 
anda maksud Fatimah RA) adalah pribadi agung dan sangat jauh dari yang anda 
sangkakan. Rasulullah SAW tidak meninggalkan harta yang banyak untuk keluarga 
dan keturunannya. Dari dahulu semua tahu keluarga Nabi SAW hidup dalam 
kesederhanaan. Ali bin Abi Thalib RA (sepupu sekaligus menantu Nabi SAW) juga 
adalah salah seorang Sahabat terpilih yang sama-sama mencintai Islam dan 
Rasulullah SAW seperti Abu Bakar RA, Umar bin Khattab RA, dan Ustman RA. Mereka 
adalah bagian dari generasi terbaik setelah Rasulullah SAW.
   
  Apakah karena anda melihat sejarah manusia slalu berkonflik, terus lantas 
kita pasif tidak berusaha menciptakan perdamaian? Hanya karena 
beranggapan/berpikiran sempit, 'karena sejarah manusia terus berkonflik'?
   
  Pak Hasyim orang pandai dan saya juga menghormati beliau. Dan saya yakin 
beliau juga menghendaki persatuan Islam secara menyeluruh di muka bumi, lepas 
dari prasangka dan terbuka dalam dialog.
   
  Apa yang dikirim oleh sdr Indunisi kemarin mengenai dialog antara KH Ghazali 
Said (NU) dan wakil dari HT, setidaknya merupakan pencerminan bahwa memang ada 
perbedaan jalur dakwah diantara kedua kelompok. Namun hal itu tidak menyurutkan 
persaudaraan sesama Muslim dan tidak ada saling hujat atau persangkaan aliran 
sesat dan sebagainya.
   
  Mengenai perempuan-perempuan seperti guling, saya tidak bisa berkomentar 
apa-apa karena anda sendiri yang menyatakan demikian. Perintah berjilbab atau 
menutup aurat bagi wanita-wanita Muslim adalah kewajiban dari Tuhan kami Allah 
SWT. Sama seperti misalnya umat Kristiani yang dilarang makan daging babi. Atau 
umat Hindhu yang dilarang makan daging sapi.
  Jadi kalau itu merupakan aturan dari Tuhan, apakah kita akan mengada-adakan 
hukum untuk menolak hal itu?
   
  (Ahmad)
  
Robertus Budiarto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Ahmad,

aku nggak suka kedamaian versi kamu di mana perempuan-perempuan berjalan di 
jalanan dengan pakaian seperti guling... jadinya guling berjalan..he.he.he..

aku nggak suka kedamaian versi kamu yang menganggap umat agama-agama lain 
adalah kafir..

aku nggak suka kedamaian versi kamu karena terutama khayalanmu itu ... dari 
kenyataan sejarah kita bisa belajar bahwa manusia itu terus berkonflik... 
bahkan putri Nabi, anak Nabi, saudara Nabi semuanya berkonflik DEMI 
KEKUASAAN..tapi ngakunya demi KEDAMAIAN.. kaya omonganmu... Tepat sekali 
omongan Hasyim.. sebenarnya kalian ini maunya KUASA... bukan kedamaian..

Ahmad dikau coba bodohin kite-kite dengan kata-kata KEDAMAIAN padahal ente dan 
kawan-kawan cuman mau berkuasa... supaya dapat bidadari-bidadari di Surga.. 
he.he.he.

Bobby B



Al-Badruuni Enterprise <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Rekan Indunisi,

Khilafah Islamiyah adalah term yang paling mendekati dari implementasi ajaran 
dan syariah Islam, baik dalam hal-hal muammalah terlebih ubudiyyah. Ajaran dan 
nilai-nilai Islam tidak akan dapat terealisasi optimal jika tidak didukung 
Khilafah Islamiyah. 

Bagi pemeluk Islam, penerapan syariah Islam adalah mutlak dan wajib dijalankan. 
Dan saya kira kesadaran kearah sana sudah mulai berkembang seiring dengan 
pengetahuan dan pemahaman Islam yang telah sedikit demi sedikit dimiliki oleh 
umat Islam Indonesia. Dan saya yakin suatu saat nanti wacana Khilafah Islamiyah 
bisa terealisasi nyata dan menebarkan kedamaian, kedamaian, dan keselamatan 
dimuka bumi.

Wassalam,
Ahmad 

---=GuN=-- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.harianbangsa.com/main.php?aksi=berita&categories=Aktual&idnews=6507

Aktual 

---------------------------------

Rabu 6 September 2006 13:48:33 WITKhilafah Islamiyah bukan Gerakan Agama, tapi 
PolitikJakarta-HARIAN BANGSA
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta warga 
nahdliyyin (sebutan untuk warga NU) dan umat Islam pada umumnya untuk waspada 
atas munculnya wacana Khilafah Islamiyah yang kerap dihembuskan kelompok Islam 
radikal. Wacana itu pada dasarnya tak lebih dari gerakan politik, bukan gerakan 
keagamaan.
“Khilafah Islamiyah itu sebenarnya gerakan politik, bukan gerakan agama. Karena 
di situ lebih kental aspek politiknya daripada aspek agama, ibadah, 
ubudiyah-nya. Yang difokuskan itu kan sistem kenegaraan, bukan bagaimana 
membuat madrasah, masjid, menciptakan kesejahteraan umat, dan sebagainya,” 
ungkap Hasyim saat bersilaturrahim dengan para petinggi Pimpinan Pusat (PP) 
Lembaga Dakwah (LD) NU di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (5/9).
Kiai Hasyim, begitu panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, 
Jawa Timur itu, sistem ketatanegaraan berikut sistem kepemimpinannya, 
sebagaimana tertuang dalam konsep Khilafah Islamiyah, cukuplah mengacu pada 
sistem yang berlaku di negara masing-masing. 
“Siapapun yang jadi kepala negara, yang telah diproses secara sah, baik menurut 
ukuran agama maupun negara, ya dia itu kholifah (pemimpin, red). Nggak usah 
cari model-model yang lain,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Hasyim juga mencermati tumbuh-suburnya kelompok-kelompok 
Islam radikal berikut gerakannya di Indonesia. Padahal, katanya, hampir di 
sebagian besar negara-negara di Eropa dan Timur Tengah, kelompok-kelompok Islam 
garis keras itu tidak menemukan tempat, bahkan dilarang hidup. 
“Di Eropa, Timur Tengah, seperti Yordania dan Syria, mereka (kelompok Islam 
radikal, red) nggak punya tempat. Tapi di Indonesia, mereka bisa hidup leluasa 
dan semakin merajalela,” tuturnya.
Kepada para pimpinan LDNU, mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur ini 
mengingatkan, persoalan yang cukup mengkhawatirkan itu harus segera mendapat 
sikap dari NU. LDNU, katanya, sebagai sebuah wadah yang memiliki tugas 
mendakwahkan serta menyosoialisasikan paham Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) 
ala NU, dituntut tanggungjawabnya. Jika tidak, maka NU akan terikut ke dalam 
arus gerakan kelompok Islam radikal itu.

Tak Mampu Bikin Masjid Sendiri

Pengamatan Hasyim juga tak luput dari fenomena diambilalihnya sejumlah masjid 
milik warga nahdliyin oleh kelompok Islam ekstrim “kanan”. Menurutnya, hal itu 
dilakukan karena kelompok yang kerap dengan mudah mem-bid’ah-kan bahkan 
mengkafirkan warga nahdliyyin itu tak mampu membangun masjid sendiri. Sehingga 
kemudian mengambilalih masjid-masjid yang selama ini dibangun dan dikelola oleh 
warga nahdliyyin berikut takmir masjid dan tradisi ritual peribadatannya.
“Karena mereka tidak mampu membuat masjid sendiri, kemudian mengambilalih 
masjid milik orang lain (masjid milik warga nahdliyyin, red), terus dipidatoin 
di situ untuk politisasi. Kan maksudnya begitu. Yang dirugikan akhirnya kan 
NU,” terang Hasyim. (rif

---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ 
countries) for 2¢/min or less.

[Non-text portions of this message have been removed]

---------------------------------
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail.

[Non-text portions of this message have been removed]


---------------------------------
All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster.

[Non-text portions of this message have been removed]



         

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke