Lha iya toh. Yang memlengsek katakan mlengsek, moso mau dibagus- bagusin. Yang miring ya katakan miring. Itu bukan menipu toh? Malah kalo mlengsek diusahakan biar tidak mlengsek, miring diusahakan lurus, itu baru dipergunakan jurus tipu-tipu (kayak ketok magic).
Kalo saya memahaminya Deedat yang hidup dilingkungan misionaris yang selalu menjelek2an Islam. Katakan pada misionaris2 spt itu bhw "Iman urusan pribadi". Pada saat itupun dia mengadakan diskusi/debat dengan pendeta2. Setahu saya pendeta2 yang berdebat saat itupun tidak pernah mengatakan Deedat tidak mengerti konteks Alkitab. Jadi, saya mengertinya konteks mereka (Deedat dan pendeta) pada saat itu adalah sama. Hanya pendeta-pendeta jaman kini mengatakan apa yang dilakukan Deedat tidak sesuai konteks/asbabun nuzul Alkitab. Pendeta2 jaman kini saja yang mulai menghubungkan sistem2 penulisan AlQur'an kepada Alkitab, dan memaksa menyama-nyamakan. Padahal tidak akan bisa sama, wong sistem penulisannya memang dah beda kok! Sistem penulisan Alkitab itu serupa dengan sistem penulisan hadist dalam literatur Islam, yang katanya-katanya. Dalam pertemuan pertamanya, Deedat mengulas pendapat seorang pendeta. Itu kan artinya Deedat membahas konteksnya pendeta tsb. Apa itu dikatakan Deedat tidak mempelajari konteks ? Atau pendeta tsb yang tidak memahami konteks yang dibahasnya di "Theatre Royal" di Durban? Apa yang ditulis Deedat adalah pengalaman debatnya. Jadi pada konteks itulah kita harus memahami. Konteks mereka yang berdebat. Bukan pada konteks sistem penulisan dan bagaimana memahami kitab suci yang harus melihat asbabun nuzulnya karena pendeta masa itupun tak mengerti soal konteks asbabun nuzul. wassalam, --- In [email protected], "Yohanis Komboi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mbak Lina, > > Saya asumsikan Anda tahu detil siapa, apa, bagaimana kiprah dan karya > tete (mbah) Deedat ini ya. Kalau belum, mohon dicheck dulu. > > Saya perlu menghighlight dan emphasize tulisan sinyo Ambon krn apa yg > ditulisnya itu adalah 'penghargaan' paling ringan atas claimclaim Deedat. > Iman adalah urusan pribadi, dan sebagai muslim, Deedat tlh melangkah terlalu > jauh memasuki demarkasi orang. Ke'kristologi'annya hanya dipakai untuk > 'metani' / menelisiki kontroversi di dalam alkitab / kristen yg dia lakukan > dng asal comot tanpa sungguhsungguh mempelajari kontekst dari setiap hal yg > dia kontroversikan. Ini setara dengan Anda mengambil dua ayat Quran mengenai > hal yg sama, memperbandingkannya tanpa perduli dng asbabun nuzulnya. Kalau > hal spt ini Anda anggap meluruskan akidah ya sumonggo... tapi di mata saya > yg dia lakukan adalah memlengsekan yg sudah mlengse... memberikan pencitraan > salah atas alkitab/kristen di antara muslim yg sudah miring mencitrakan > alkitab/kristen. Dan ini yg dimaksudkan sinyo Ambon sebagai memperlebar > perbedaan. Dalam bahasa halus clan Mandacan di Manokwari, jurus Deedat itu > disebut sebagai jurus tiputipu. > > Nizami bisabisanya saja bikin ontranontran. Ini ulah menyebalkan 'loper > koran' yg sering hanya cuci tangan/kaki/mulut dan duduk manis > bersenyumsimpul menyaksikan 'lepasan hajatnya' bisa menimbulkan garagara. > Sungguh ulah anak kecil yg butuh perhatian tapi miskin tanggung jawab... > hontoni omoshirokunai. > > yk > > > On 9/13/06, Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Saya berpendapat Ahmad Deedat bukan memperbesar namun mengatakan apa > > adanya perbedaan tsb. Yang menganggap ia telah memperbesar adalah > > orang2 yang tersinggung...:-). Karena perjuangan Deedat adalah dalam > > akidah (meluruskan akidah). Kalau kita membaca latar belakang > > kehidupannya, kita akan mengerti mengapanya. > > > > Dalam perjuangan meluruskan akidah, tempat dimanapun tak menjadi > > masalah, siapapun pemimpinnya tak masalah. > > > > Sumbangan Ahmad Deedat bagi Afrika adalah membuka mata orang Afrika > > bahwa manusia dimata Allah adalah sama derajatnya, hanya 'takwa' > > yang membedakan. Jadi, perbedaan ras itu harus ditiadakan. > > > > wassalam, > > . > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

