Master Plan dari segala Master Plan Sadar, eling, dzikir, sangatlah sulit kalau alatnya sudah dipenuhi dan terjebak dalam pusaran bayangan yang tidak pernah dihubungkan dengan objek kesadaran itu sendiri baik kesadaran raga ini tempat dan modal untuk berkarya, maupun raga makro kenyataan raga Negara dan raga dunia tempat basis perjuangan/jihad/ ibadah/pengabdian yang demikian jelas dihadapan kita. Islam dengan atributnya yang di telan secara lugu, dan merasa dimiliki berbagai macam kelompok baik sejenis maupun marginal (NU,Persis,Muhamadiah, Syiah, LDDI, LDII, kebatinan, Perjalanan, Tarekat, Makrifat,AIU,Nurul Haq, Ahmadiyah, Jabariah,Qodariyah Ikhwanul muslimin, HTI, Jamaah Tableg, Kerasulan, dll sebagainya) Kristen dengan berbagai kelompoknya protestan, Katolik sekte- sekte dll) Hindu dengan berbagai aliranya, Budha, Shinto, Tao, Konghucu, animisme Dinamisme, Yahudi dan banyak lagi secara kelompok dengan hanya merasakan ketenangan diri dan kelompoknya merasa sudah mewakili dan memperoleh legitimasi dari Tuhan Yang Maha Esa yang tidak pernah bisa direkayasa dengan bentuk apapun. Bukankah Semua Agama meyakini bahwa tugas utama adalah meng-Esakan Tuhan (Tauhid, Bersekutu, berjamaah, bersatu, manunggal) yang intinya kita harus benar-benar menyatukan diri kita dan segala unsure dalam satu kesatuan Tuhan (Ekosistem) Bohong dan harusnya malu merasa mewakili Tuhan padahal terbukti tidak bisa membentuk satu tubuh dalam kemasyarakatannya, satu tubuh dunia yang harmonis yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi seluruh unsur kehidupannya dalam kesadaran sejatinya, siapa yang sudah mampu ??? Islam dan kelompoknya kah !!, Kristen dan kelompoknya!!, Hindu, budha, Konghucu, kebatinan, kejawen , Perjalan, tarekat sekte. Paling kalau kita jujur semuanya hanya bernilai menjaga budaya saja, jauh dari sumbangsih dari pendiri semua itu, hanya umatnya saja yang mengecilkan nilai keyataannya dalam sumbangsih kedamaian alam kemanusiaan. Akan lebih baik kalau kita jangan lagi berteriak lantang membicarakan ajaran dengan persepsinya masing-masing sambil tidak yakin dan tidak ada bukti sama atau melanjutkan sikap pendirinya masing-masing baik Islam, Kristen, hindu, budha , yahudi , atau pun penganut ajaran lainnya. Segerakan satu tubuhkan dengan ajaran semua itu, jangan suarakan saja sebab suara itu hanya dan untuk mensinergikan diri kita saja tapi lakukan dalam wujud prilaku tubuh yang bernilai dalam pembentukan satu tubuh global, bukankan Islam harus dalam bahasa kaum bukan bahasa arab dan seperti satu tubuh, begitupun juga yang lainnya. Ukurlah dengan tubuhkita sebagai terbaik penciptaan dan tidak multi tafsir sebagai pengadil, petunjuk dan terhubung secara global dan jalan Illahi melaui kita masing-masing untuk membentuk satu tubuh global. Jadikanlah tubuh kita sebagai basis perjuangan dalam membentuk Negara ini sebagai satu tubuh, sebagai basis perjuangan terhadap dunia yang lebih manusiawi seperti penciptaannya sebagai sebaik-baiknya penciptaan Tuhan, Negara ini telah dengan bijak dirumuskan dalam perasan Pancasila atas ijin Tuhan , merupakan Karunia Tuhan dalam ruang berkarya dan kesempatan terbesar bagi umat manusia dalam kesempatan untuk bersatu sebagai pengampunan Tuhan terhadap kekeliruan dan menjadi fitnah besar akibat keangkuhan manusia yang tidak pernah disadari oleh manusia sehingga pertumpahan darah, penjajahan, dan kenistaan Negara-negara materialistis telah berjalan demikian lama. Akankah kita hilangkan kesempatan ini ?????. Lupakan, maafkan pertentangan-pertentangan dan lebaran hitam terdahulu, baik kasus SARA, PRRI, DI/TII, Komunis, Tanjung Priuk , Semanggi, bahkan penjajahan sekalipun itu adalah merupakan pendidikan besar dari Tuhan terhadap kita agar dapat berkarya yang lebih besar lagi sebab hanya akan menjadi beban saja apabila kita ungkit-unkit lagi, bukankan kemarin itu maya, nantipun maya yang ada hanya detik ini saat ini raga ini yang nyata, baik raga kita maupun raga Negara kita dalam menghadapi liku-liku hidup dalam memilih jalan yang terbaik dan makin baik lagi. Marilah kita maafkan tidak perlu menunggu permintaan maaf sebab itu akan menghapuskan beban kita dan akan menguraikan kekakuan syaraf dan aliran darah untuk memberi jalan ruhul kudus menguasai sel kita dan sel Negara kita menjadi satu tubuh yang lebih bertenaga lagi sebagai Pusaka Illahi dalam ikut memberi Solusi terhadap Dunia ini Jadikan ajaran-ajaran yang telah diwariskan itu menjadi milik bersama sebagai bekal bersama dalam lebih mengenal tubuh kita sebagai bekal sebenarnya dan sumber nilai dalam mengukur peran kita masing-masing, untuk menciptakan kreasi disaat ini tantangan sekarang dan persipan esok dan generasi yang akan datang agar lebih baik lagi. Mari kita sepakati dan kenyataan yang tidak bisa ditolak dengan alasan apapun bahwa tubuh kita adalah Negara ini yang berdasarkan Pancasila, jangan hanya dengan kepentingan sempit tanpa alasan jelas membuat rakayasa memanfaatkan kebodohan dan keluguan orang lain yang masih tertutup kesadarannya, terjebak dendam, kita hianati amanahnya. Padahal Tuhan Yang Maha Kuasa demikian dekat dan kuat menguasai kita dari unsure terkecil kita tanpa kecuali. Hanya dengan tubuh Negara yang satu tubuh kita akan bisa bergaul secara amanah dan selamat dalam peran dunia yang makin global ini, dan yakinlah bahwa ajaran agama, bisnis, budaya yang masuk ke Indonesia semuanya kalau kita mau meneliti pasti berada dalam dalam tangan-tangan Negara lain dalam merekayasa didunia untuk mempertahankan eksistensinya, tinggal kita pilih mau satu tubuh dengan Negara lain atau Negara kita yang sudah jelas-jelas sebagai naungan dan disandarkan pada dasar Negara yang demikian berpihak pada perikemanusiaan sebagai sifat dasar manusia. Demikian sebagai informasi dan bahan pertimbangan dengan harapan lebih menambah informasi tanpa mengurangi penghargaan sebesar-besarnya kepada pejuang-pejuang kemanusiaan terdahulu dan pemegang amanah Negara ini yang semakin berat , semoga Tuhan memberikan pengampunan dan membukakan hati kita bersama serta memudahkan kita dalam menerima Karunia Tuhan yang demikian dekat, nikmat dan tidak ada batasnya walaupun kita sengaja maupun tidak sengaja sering menghalangi jalanNya. Salam Persaudaraan Ara
wiro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: wiro mengirim artikel dari website www.ahmadiyya.or.id Dengan pesan: www.ahmadiyya.or.id www.alislam.org www.islamahmadiyya.net ============================ "Toleransi Islam dan Konsep Jihad" http://www.ahmadiyya.or.id/page/index.php/pustaka/841/toleransi-islam-dan-konsep-jihad Islam menolak anggapan yang menyatakan bahwa agama lain tidak akan membawa keselamatan. Semua agama besar dihargai dan dihormati dengan baik. Umat Muslim diwajibkan menghormati tempat-tempat ibadah agama lain. Rasa hormat juga ditunjukkan kepada orang-orang suci serta nabi pendiri agama mereka. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

