Mas Yohannis, Kita perlu memilah sesuatu yang sifatnya prinsip dan sarana atau teknologi. KAlau orang papua bukan muslim, saya kira hal itu bisa diserahkan atau disesuaikan agamanya. Sifatnya suatu prinsip, misalnya seorang muslimah diranah publik dimanapun, suku apapun, bahasa apapun, ras manapun identitasnya adalah busana kemuslimahannya. Untuk sifatnya sarana misalnya, seorang muslimah sangat diperbolehkan memakai busana muslimah dengan memakai corak kedaerahan, misalnya, busana muslimah batik parang, ulos, songket, sutra, kotak2 hitam putih khas Bali dll ^_^, saya katakan kalau rumbia bisa, ya boleh pakai rumbia. Untuk non muslim di Papua, memakai koteka silakan saja. But, hanya bisa dipakai diruang khusus misalnya di wilayah komunitasnya, rumahnya dan bukan ranah publik. Di wilayah publik kita tak bisa melepaskan diri dari unggah ungguh masyarakat sekitar. Ketika kita berhubungan dengan masyarakat umum, mereka punya aturan sendiri.Kecuali kalau dia akan merasakan yang disebut terisolasi dan dikhawatirkan kelak punah. Yah sebuah konsekuensi, manusia adalah makhluk sosial, suka atau tidak manusia yang hidup di kanan, kiri, belakang, depan mempengaruhi hidupnya. CMIIW. salam, aris
Yohanis Komboi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Tepat mas Acon. Dalam suasana perubahan ke modernitas yg diliputi ketidakpastian, orang Papua (dan siapapun) akan kembali menengok ke tatanilai yg paling dia akrabi... walaupun juga bila sebelumnya dia telah berpaling dari tatanilai tsb. Ini sangat manusiawi saya kira. Memperkenalkan tatanilai baru tentu saja boleh tetapi memperkenalkan tatanilai baru tanpa mengindahkan konteks socio-cultural-societal setempat sama saja dengan merusak. Hal ini sangat kurang disadari dalam pendekatan pembangunan Papua. On 9/20/06, Ari Condro wrote: > > pakaian adat, koteka sebagai identitas. > > bukannya ini sama dengan jilbab sebagai identitas ... :D > > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links The great job makes a great man pustaka tani nuraulia --------------------------------- Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

