Inilah hasil budaya instan... Nyebut nama presiden aja salah... ampun deh! Ginian diharepin bisa bantuin negara? jawaban anak muda sekarang? Muke lu jauh... DG
On 9/19/06, Jimmy Okberto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Usul Artis tersebut harus dikarantina!!! > Sebenarnya bukan kesalahan artis, kalau saja pihak protokoler Istana > Negara memberikan briefing dahulu kepada setiap artis yang ingin > menghibur. > Bagaimana situasi keadaan yang akan dihadapi didepan para majelis yang > akan hadir didalam acara, jadi gak kejadian kayak di Mulan asal gambreng > ngomong sembaranga dewekan. > > Salam saya buat Protokoler Istana Negara. > > > Jimmy Okberto > > mailcare | 021 8823068 > > It is never too late to be what you might have been.-by George Eliot > > http://okberto.multiply.com/ > > > JAKARTA, KCM- > > Nama besar ternyata bukan jaminan. Duo Ratu yang diawaki Maia Ahmad dan > Mulan Kwok, akhirnya terpaksa dilengserkan dari panggung. Gara-garanya, > Mulan, sang vokalis, dianggap tak santun saat tampil di hadapan Presiden > > dan para pejabat serta perwakilan negara sahabat pada malam puncak > perayaan HUT Partai Demokrat, di Pekan Raya Jakarta (PRJ) Jumat (8/9) > pekan lalu. > > Dari enam lagu yang dijadwalkan, hanya dua lagu yang akhirnya bisa Ratu > bawakan. Saat hendak membawakan lagu ketiga, mereka pun dipaksa untuk > turun panggung. Usut punya usut, pelengseran tersebut berkait dengan > salah pengucapan nama Presiden dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) > menjadi Bambang Susilo Yudhoyono (BSY). > > Itu baru kesalahan pertama. Yang dinilai justru sedikit fatal justru > ketika mantan presiden Abdurahman Wahid, yang biasa disapa Gus Dur itu, > muncul saat Ratu membawakan lagu keduanya. Sontak saja perhatian tertuju > > pada Gus Dur. SBY menyambutnya. Melihat itu, Mulan tak kalah gesit. Ia > lalu melontarkan sapaan akrabnya. "Selamat datang saudara Gus Dur," ucap > > Mulan cuek. > > Mendengar ucapan itu, jelas saja banyak orang yang kaget, juga gerah. > Mulan dianggap tak santun. "Saya tak tahu ada instruksi dari siapa, yang > > pasti kabel soundsystem terpaksa dicabut, Jadi pas mereka mau masuk lagu > > kedua, suaranya tak muncul. Maia sempat melirik ke belakang. mereka lalu > > diberi tanda untuk turun," ungkap Sri Mulyono, Ketua Departemen Sosial > DPP Partai Demokrat, di Jakarta, Selasa (12/9). > > Max Sopacua, Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPR-RI, yang ditemui di tempat > berbeda, mengaku terkaget-kaget mendengar apa yang dilontarkan Mulan > saat menyapa Presiden dan juga Gus Dur kala itu. "Terus terang saat itu, > > saya kaget mendengarnya. Sebagai anak negeri kok tak tahu nama > pemimpinnya. Tapi saya pikir dia grogi saat itu," kata Max Sopacua di > Jakarta, Selasa (12/9). > > Max sendiri hanya menyayangkan kurangnya sikap profesional Ratu. > "sebagai seorang entertainment yang profesional seharusnya dia bisa > menguasai panggung dan mengetahui lingkungannya," katanya. Kejadian yang > > dialami Ratu sebaiknya juga menjadi pelajaran buat pelaku entertainmen > lainnya. Seorang penghibur, menurut max--yang juga menjabat Ketua > Komunikasi dan Informasi (Kominfo) DPP Partai Demokrat itu, seharusnya > bisa beradaptasi dengan lingkungannya dan menguasai lingkungannya. > > "Seharusnya Ratu bisa membedakan siapa audiens-nya. Kalau kemarin tak > ada bedanya bagi Ratu tampil dihadapan kepala negara dengan masyarakat > kebanyakan," ujarnya. Max justru memuji penampilan pedangdut Cici > Paramida yang tampil begitu elegan pada saat itu. "Dari cara berpakaian > saja sudah sangat lain," katanya. Ya, tak hanya Duo Ratu, pedangdung > Cici Paramida dan penyanyi senior Titiek Puspa didaulat untuk menjadi > pengisi acara tersebut. > > Soal penampilan Titiek Puspa, tak usah lah diragukan lagi. Karena ia > memang sudah mumpuni di bidangnya. "Kejadian ini harus menjadi hikmah > buat Ratu. Pihak manajemen juga harus selalu mengawal mereka untuk tidak > > lupa memperhatikan faktor lingkungan," kata Max. > > Vitalia Ramona, Manajer Ratu, tak membantah tudingan jika Mulan telah > melakukan kesalahan itu. Pihaknya mengaku telah meminta maaf atas > kejadian itu. Kepada Gus Dur, Ratu telah menyatakan permohonan maafnya > melalui Yenny Zannuba Wahid, putri Gus Dur. "Kami langsung telepon Mbak > Yenni untuk menyampaikan permohonan maaf dan dia bilang tak masalah," > ujar Vita saat dihubungi melalui telepon genggamnya. "Pada saat itu > juga, kami telah memohon maaf atas penyebutan nama presiden," katanya > > Tak dipungkiri, lanjut Vita, jika Ratu pada malam itu tampil gugup. > Maklumlah, ini pengalaman pertama bagi Ratu harus tampil di hadapan para > > pejabat negara. Selain Presiden SBY dan Ibu Negara, juga hadir Wapres > Yusuf Kalla, Gubernur Sutiyoso dan para duta besar negara sahabat serta > > ribuan kader Partai Demokrat. Menurut Vita, apa yang terjadi beberapa > hari lalu akan dijadikan pelajaran. "Briefing adalah hal yang paling > utama. terus terang kami bingung, terlalu banyak orang yang mengklaim > sebagai panitia. Next time kita akan lebih berhati-hati," katanya. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

