Terobosan Teknologi Diode Biru
   
  Diode bercahaya LED, kini merupakan sumber cahaya yang tidak dapat dipisahkan 
dari kehidupan modern. Mulai dari lampu iklan di Las Vegas, lampu sepeda motor 
sampai laser penala untuk perangkat pemutar DVD.
  
 
  Tapi, tigapuluh tahun lamanya, diode yang mengeluarkan emisi cahaya-LED, 
tidak lebih dari sekedar lampu mainan. Ketika itu, sulit membayangkan ada LED 
berwarna biru, putih dan hijau. Sekitar 15 tahun lalu, Shuji Nakamura dari 
Jepang, berhasil membuat terobosan teknologi, dengan menemukan LED berwarna 
biru, putih dan hijau.
   
  Penemuan Yang Hampir Mustahil
   
  Untuk penemuannya ini, Nakamura diberi penghargaan Teknologi Millenium dari 
Finlandia, yang  merupakan salah satu penghargaan teknologi paling bergengsi di 
dunia. Penghargaan disertai uang tunai satu juta Euro, diberikan dua tahun 
sekali, bagi prestasi tinggi yang mengubah drastis kualitas kehidupan manusia. 
Sekretaris Jenderal Yayasan Penghargaan Tteknologi Millennium, Dr Tapio 
Alvesalo mengatakan : 
   
  “Professor Shuji Nakamura menemukan sesuatu yang dinilai oleh peneliti lain 
sebagai nyaris mustahil. Ia berhasil mengembangkan sumber cahaya efisien, 
dengan menciptakan struktur senyawa yang sama sekali baru dalam Galium Nitrid. 
Senyawa ini kemudian digunakan untuk membuat diode bercahaya berwarna biru, 
hijau dan putih serta laser biru. Dan hal ini ia ciptakan dengan biaya dan 
dukungan amat kecil dari pimpinan perusahaannya.“
   
  Penelitian Tanpa Dukungan
   
  Shuji Nakamura ketika itu bekerja di perusahaan kecil bernama Nichia di 
Tokushima di selatan Jepang. Ketika itu, pimpinan perusahaan yang tidak puas 
terhadap Nakamura, melarangnya meneliti diode bercahaya biru. Tapi ia nekat 
terus melakukan penelitian. Sekarang, Nakamura menjadi gurubesar di Universitas 
Santa Barbara di California-AS, dan Nichia menjadi pemimpin pasar untuk produk 
dioda dari semi-konduktor baru Galium Nitrid.
   
  Selain berhasil mencapai terobosan di bidang teknologi, dengan menemukan LED 
berwarna biru dan juga laser biru, Professor Nakamura juga mencatatkan sejarah 
baru dalam hubungan kerja di Jepang. Ia menyatakan keluar dari perusahaannya 
pada tahun 1999, sekaligus menuntut Nichia untuk membayar ganti rugi bagi 
pemanfaatan penemuannya. Seperti diketahui, tradisi kerja di Jepang, seorang 
pekerja setia pada perusahaannya sampai ia pensiun. Terobosan kedua juga 
sukses. Pengadilan di Tokyo mengabulkan pembayaran ganti rugi sebesar hampir 
500 juta Euro.
   
  Bantuan dari Luar
   
  Nakamura memang patut diberi penghargaan millenium dari Finlandia. 
Kegigihannya melakukan penelitian, di bawah persyaratan kerja yang sangat tidak 
mendukung, bahkan cenderung memusuhi, harus dipuji. Bahkan direktur perusahaan 
Nichia pernah memberikan peringatan tertulis, yang melarangnya meneliti diode 
bercahaya biru. Ironisnya, setelah Nakamura menemukan senyawa Galium Nitrid, 
justru Nichia lah yang mengeruk keuntungannya.
   
  Padahal pada waktu melakukan penelitian pertamanya sekitar pertengahan tahun 
80-an, Nichia sebagai perusahaan kecil, tidak memiliki reaktor penelitian yang 
memadai. Setelah Nakamura meminta bantuan pihak ketiga, untuk membiayai 
penelitiannya, barulah dapat dibeli reaktor penelitian berskala industri. Tapi, 
jika hanya bermodal reaktor penelitian saja, tanpa dibarengi tekad membaja dan 
pengetahuan lebih, juga tidak akan ditemukan diode bercahaya biru atau bahkan 
laser biru. 
   
  Anggaran Penelitian
   
  Jika kita menengok ke belakang, ke kurun waktu antara tahun 80-an hingga 
90-an, perusahaan raksasa elektronik di Jepang, terutama Toshiba, menguasai 
pasar diode bercahaya. Ketika itu diode dan laser, terutama yang berspektrum 
warna merah yang menguasai pasar. Tentu saja para penelitinya juga diberi 
anggaran penelitian amat besar dengan fasilitas memadai, agar pasar tetap dapat 
dikuasai. Nakamura boleh dikatakan hanya satu-satunya staf peneliti di 
perusahaan Nichia.
   
  Perlombaan penelitian ibarat keong melawan kancil itu, akhirnya seperti 
dongeng, dimenangkan si keong. Terobosannya ditemukan Nakamura tahun 1991, 
setelah berhasil melakukan modifikasi reaktor percobaan. Selama dua tahun 
lamanya, Nakamura mengutak-atik reaktor yang juga menjadi standar instrumen di 
perusahaan-perusahaan besar. Dengan reaktor hasil rekayasanya, ia berhasil 
menciptakan kristal Galium Nitrid dengan kualitas tertinggi di dunia. Pada 
tahun 1993, Nakamura berhasil meciptakan LED biru komersial. Setelah itu, 
menyusul LED berwarna hijau dan putih. Dan pada tahun 1995, Nakamura berhasil 
menciptakan laser biru.
   
  Terobosan Baru
   
  Diode bercahaya biru terbukti menciptakan pasar bernilai milyaran Euro. 
Pengembangan lebih lanjut sebagai laser biru, membuka cakrawala baru dalam 
dunia elektronika hiburan maupun di bidang informatika. Laser biru memiliki 
spektrum gelombang yang amat pendek, sementara laser merah yang masih digunakan 
secara umum saat ini, spketrum gelombangnya tergolong panjang. 
   
  Dengan spektrum gelombang cahaya yang amat pendek, kapasitas penyimpanan data 
dapat diperbesar hingga empat kali lipat. Sekarang SONY menjadi pioner 
penggunaan laser biru, pada konsol permainan Play Station 3. Mengenai masa 
depan diode itu, gurubesar fisika di Universitas Bremen, Professor Detlef 
Hommel mengatakan: 
   
  “Jika saya memiliki diode bercahaya putih, dengan kecemerlangan 150 Lumen 
untuk setiap Watt listrik, maka di Amerika Serikat saja, pada tahun 2025 dapat 
dihemat ongkos penggunaan energi sebesar 115 milyar Dolar. Hal itu setara 
dengan daya dari 133 pembangkit listrik modern. Dan dengan begitu, jika 
dibandingkan dengan pembangkit listrik batu bara, dapat dicegah emisi gas 
karbon dioksida sebesar 258 juta ton.“
   
  Penghematan Energi
   
  Memang sejauh ini kecemerlangan ideal itu belum tercapai. Tapi jika melihat 
kegigihan Professor Nakamura, kita bisa berharap banyak, dalam waktu tidak 
terlalu lama lagi, dapat dikembangkan diode putih sebagai pengganti lampu pijar 
biasa. Jika revolusi kedua perangkat penerangan tercapai, juga dapat dihemat 
ongkos pembelian lampu pijar dalam jumlah luar biasa. Sebab sebuah lampu LED 
putih, memiliki umur hidup sekitar 10 tahun, dan memerlukan energi lebih kecil 
dibanding lampu pijar hemat energi sekalipun. Mengomentari hal itu, Sekretaris 
Jenderal Yayasan Penghargaan Teknologi Millennium, Alvesalo, mengatakan :
   
  “Penghematan energi menjadi hal yang sangat penting bagi negara berkembang 
maupun negara maju. Akan tetapi, hingga kini, hal tersebut baru dilakukan dalam 
skala kecil. Padahal dampak ekonominya pada tingkat global amat besar. Tentu 
saja jika teknologinya dapat dikomersialkan, akan banyak keuntungan yang dapat 
dipetik.“
   
  Berguna Juga Membersihkan Air
   
  Selain di bidang elektronika hiburan dan informatika, diode biru juga dapat 
dimanfaatkan di bidang pengolahan air minum. LED biru dapat direkayasa menjadi 
LED ultraviolet. Dan cahaya ultraviolet membunuh bakteri serta bibit penyakit 
dalam air. Para peneliti di Berlin sudah melakukan penghitungan dan percobaan 
untuk pemanfaatan LED ultravilolet tersebut. 
   
  Sebuah cincin yang terdiri dari ratusan LED ultraviolet dipasang pada pipa 
air dari gelas atau plastik yang tembus cahaya. Dengan cahaya ultraviolet, 
dapat disucihamakan tiga sampai empat liter air per detiknya. Metode sederhana 
itu, dapat menolong jutaan umat manusia, yang belum memiliki akses air bersih, 
dengan biaya relatif murah.

                
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates 
starting at 1¢/min.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke