sangat layak, seperti apa yang dilakukannya terhadap 200 orang di
pesantren walisongo

hukuman yang belum setimpal sebenarnya

--- In [email protected], Harry Adinegara <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Setelah  regu tembak melaksanakan tugasnya, petugas lainnya
secara....hush...hush....seperti maling meng-kebumikan jenasah ke-tiga
korban peradilan yang sangat di-sangsikan nilai keadilannya.
>    
>   16 jam kemudian Dominggus da Silva yang dikebumikan di Utara Palu
jam 20.00 digali kembali dan diserahkan kepada panitia dan keluarga
yang meninggal untuk disemayankan di Gereja Santa Maria Palu. Upaya
untuk menerbangkan jenasah ke Flores masih menunggu izin dari birokrat
: diperbolehkan atau ditolak. Padahal seluruh kerabat yang meninggal
di Flores sudah menyiapkan penguburan secara adat di Flores.
>    
>   Da Silva dalam permintaan achir-nya sebelum di-eksekusi minta agar
ybs dikuburkan di tempat kelahirannya yakni di Flores. Tapi diluar
kesantunan yang biasanya dikabulkan oleh petugas manapun ,dinegara
manapun, permintaan ini di tolak. Alasannya agar tidak menimbulkan
kegaduhan/ keresahan penduduk dan huru hara. 
>    
>   Apabila kegaduhan/keresahan dan huru hara yang di antisipasi oleh
alat negara dalam urusan pasca eksekusi Tibo cs dan angkatan
bersenjata bisa menurunkan sampai 5/6 ribu personil, kemana mereka ini
semua di tahun2 2000-an dimana waktu itu sedang gaduhnya suasana di
Sulawesi itu? Sepertinya ini adalah suatu usaha misterius, suatu set
up, agar para pen-jihad bisa didatangkan dari luar pulau untuk memicu
lebih dalam konflik etnis di Sulawesi.
>    
>   Dimana sebenarnya peranan pemerintah pusat saat itu di-tahun
2000-an itu? Apakah pemerintah pusat sudah me-maksimal-kan usaha
mereka melerai dua kubu yang sedang bertikai? Sebenarnya korps
tentara/polisi bisa mengatasi konflik Poso/Ambon, tapi memang
sepertinya di biarkan ber-larut2 demi keuntungan politis pihak2
tertentu. Siapa yang melakukan "grand design" di Poso, Ambon,
Kalimantan ini? Inilah tugas pemerintah dalam era Reformasi ini!
>    
>   Alangkah sengsaranya manusia yang hidup di tempat semacam ini.
Hukuman dijatuhkan atas dasar tekanan politik dan meng-abai-kan rasa
keadilan setelah itu jenasahpun kehilangan dignity-nya sebagai seorang
almarhum. Almarhum di negara yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
akan memberikan penghormatan yang terachir. Bahkan penjahat pun
se-yogia-nya harus mendapatkan penghargaan yang terachir sebagai
sesama insan hidup.
>    
>   BAHKAN JENASAH PUN TIDAK PUNYA RIP!
>    
>   Harry Adinegara
>    
> 
>               
> ---------------------------------
> On Yahoo!7 
>   Answers: 25 million answers and counting. Learn something new today
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke