(REPUBLIKA, Rabu, 27 September 2006 ) 
Akhir Kisah Al-Faruk 

Bak film misteri, kisah Umar Al-Faruk selesai dengan
segudang tanda tanya bagi penonton. Militer Inggris
pekan ini menutup kisahnya dengan cerita kematian
dramatis, lewat baku tembak di Basra, 340 kilometer
tenggara Baghdad, Irak.

Benar atau tidak kabar kematian Al-Faruk itu,
tampaknya takkan ada lagi kesaksian dari ''tokoh
Alqaidah Asia Tenggara'' itu. Padahal, dia adalah
sosok kunci yang ''celotehnya'' menyeret orang-orang
ke penjara--sebut antara lain Agus Dwikarna, Tamsil
Linrung, dan Abu Bakar Ba'asyir--dengan tuduhan seram
tentang terorisme.

Kita terpaksa berhenti pada saat kisahnya masih
menggantung, ketika kita tetap saja sulit memahami
jalan cerita. Kita telah mengajukan berbagai
pertanyaan, namun gagal mendapatkan jawaban yang masuk
akal. Kisah Al-Faruk, bagi kita, mirip lakon Hollywod
yang jagoannya adalah CIA dan penjahatnya adalah
orang-orang dari Timur.

CIA mengungkap ''daftar kejahatan'' warga Kuwait itu:
Terlibat peledakan ''Bom Natal'' pada 2000, berencana
membunuh Megawati, serta bermaksud meledakkan pusat
kepentingan Amerika Serikat di Singapura dan
Indonesia, antara lain kapal perang AS yang sedang
singgah di Surabaya.

Al-Faruk ditangkap pada 5 Juni 2002 di Masjid Raya
Bogor. Penangkapnya adalah Badan Intelijen Negara
(BIN). Al-Faruk saat itu sedang bersama Abdul Haris,
''orang'' BIN yang ditanamkan ke Majelis Mujahidin
Indonesia (MMI) pimpinan Abu Bakar Ba'asyir. 

Pertanyaan besar pertama yang muncul saat itu: Mengapa
BIN menyerahkan begitu saja Al-Faruk kepada CIA,
padahal kejahatan yang dituduhkan kepadanya terjadi di
Indonesia? Tak pernah ada jawaban. Tekanan politik
dalam negeri kemudian memaksa kepolisian--yang sudah
kalah langkah dari BIN--menginterogasi Al-Faruk di
penjara Baghram, Afghanistan.

Hasilnya tetap tanda tanya. Dua perwira polisi
berangkat ke Baghram, bertemankan figur Abdul Haris
yang tak kurang misteriusnya. Hasil interogasi tak
lebih berupa jawaban ''yes'' dan no'' atas 35
pertanyaan yang sebagian tampaknya ditujukan untuk
menyeret Ba'asyir ke penjara. ''Kesaksian'' Al-Faruk
menjadi bahan dakwaan bagi Ba'asyir. Tapi, pengadilan
gagal membuktikannya.

Al-Faruk tak pernah kembali ke Indonesia, meski istri
dan anaknya tinggal Bogor. Pemerintah pernah meminta
ia diadili di Indonesia, namun AS mengabaikan
permintaan itu. Tiba-tiba muncul kabar pada November
2005 bahwa Al-Faruk sudah melarikan diri dari penjara
Baghram pada Juli 2005.

Kita hanya bisa mendengar kisah itu secara
samar-samar. Terlalu banyak selubung dalam cerita
tentang Al-Faruk. Bahkan, menurut kantor berita AP,
pemerintah Indonesia pun tak kurang jengkelnya dengan
masalah ini, termasuk saat AS menunda kabar pelarian
Al-Faruk hingga empat bulan.

Akal sehat kita pun bertanya-tanya, bagaimana sebuah
penjara dengan pengamanan maksimum di Baghram dapat
meloloskan ''tokoh teroris nomor 1 di Asia Tenggara'',
orang yang disebut-sebut sebagai wakil langsung Usamah
bin Ladin? Mengapa pula bertahun-tahun tak pernah ada
persidangan untuk Al-Faruk?

Sutradara tampaknya sudah menutup kisah. Al-Faruk
diberitakan tewas di tanah leluhurnya, Irak. Kita cuma
bisa menelan ludah lalu menanti kisah-kisah misteri
lainnya. Ya, karena kita tak pernah sepenuhnya
berdaulat menulis cerita dan lebih suka disuapi
kisah-kisah impor yang tak masuk akal.

(REPUBLIKA, Rabu, 27 September 2006 ) 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke