ASP (another salah pokus:D) intinya kan bukan masalah isi majalah-nya, tapi hoax yg berkembang untuk mendeskreditkan majalah bernuansa islami. sperti juga hoax ttg koran republika yg kurang lebih juga sama kasusnya dengan majalah hidayah. suka ato tidak suka = selera pribadi
beberapa hoax yg beredar dpat diliat di http://hoax.wordpress.com/ --- In [email protected], "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > tapi tetep ajah yah, majalah hidayah banyak mistik mistiknya ... :D > > gue mau bilang salut apa desole bingung jugak jadinya. ndak suka mistik > sih. > > > > On 9/27/06, giri bronx <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Saya setuju banget. coz selama aku baca semua perdebatan tentang > > persaudaraan antara Hidayah dan POP semuanya berdasarkan dugaan saja, atau > > bisa dikatakan "Sok Tau". > > saya cukup banyak tau tentang media-media sensasi macam POP (saya tidak > > ingin menyebut media porno karena terdengar kita orang sok suci). POP murni > > berdiri sendiri dan sempat bubar di tahun 2004. ada mantan fotografernya > > yang kerja di kantorku. > > > > > > Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]<satrioarismunandar% 40yahoo.com>> > > wrote: > > dari: > > > > http://tausyiah275.blogsome.com/2006/09/19/fitnah-terhadap- majalah-hidayah/ > > > > BANTAHAN TERHADAP FITNAH > > > > HIDAYAH BUKAN SAUDARA TABLOID POP > > Assalamualaikum wr. Wb. > > Semula saya agak kaget melihat email serta milis yang > > isinya sangat > > menyudutkan majalah Hidayah, dimana saya kerja di > > media > > tersebut.Bagaimana tidak, Hidayah yang selama ini > > lekat dengan pembaca > > sebagai majalah yang sejuk, membimbing orang untuk > > belajar agama, > > dicap sebagai majalah yang mengusung jargon Islam > > Belatung, majalah > > yang menyajikan cerita-cerita horor yang patut > > dipertanyakan > > kebenarannya, majalah yang mengejar profit besar > > dengan menghalalkan > > segala cara yakni menjual nama agama meski dengan > > cerita-ceritra > > sampah sampai majalah yang bersaudara dengan Tabloid > > Pop (Tabloid > > Porno). > > > > Namun setelah saya cermati, informasi miring tersebut > > tampaknya > > sekedar sensasi belaka, bualan semata yang menjurus > > pada fitnah. Entah > > didasari apa sehingga pelempar bola panas tersebut > > berani mengatakan > > sesuatu yang sebenarnya sangat tidak diketahuinya, > > tidak sesuai dengan > > fakta yang sesungguhnya serta pemahaman yang > > serampangan. Apakah ada > > motif ingin menjatuhkan citra Hidayah di depan > > khalayak melalui black > > campaign (kampanye hitam) dengan seolah-olah > > mengatakan bahwa apa yang > > ditulisnya benar-benar merupakan investigasi yang > > dapat > > dipertanggungjawabkan kepada publik ataukah ada > > motif-motif lainnya. > > > > Maklumlah, menurut hasil riset NMR (Nielsen Media > > Research) kuartal > > pertama 2006, di sembilan kota besar tercatat majalah > > Hidayah adalah > > majalah yang paling banyak dibaca (menempati rangking > > pertama) di > > antara 10 majalah lain, baru disusul majalah GADIS, > > BOBO, ANEKA YESS!, > > KARTINI, ETNIX, SABILI, TEMPO, MISTERI dan INTISARI. > > > > Dari sekitar 40 juta pembaca yang disurvei NMR (usia > > 10 tahun ke > > atas), sekitar 4,9% di antaranya memilih Hidayah > > sebagai bacaan > > mereka. Pembaca Hidayah jauh melampaui pembaca > > majalah-majalah lain, > > sementara peringkat kedua yaitu GADIS hanya meraup > > 1,81%, dan majalah > > Intisari yang berada di peringkat sepuluh meraup 0,64% > > (lihat Majalah > > Cakram Fokus edisi 6/2006). > > > > Melihat perjalanan Hidayah yang baru berumur 5 tahun > > namun hasilnya > > cukup fenomenal, maka tak mengherankan hantaman > > melalui isu-isu > > murahan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, pun > > coba dihembuskan > > oleh oknum-oknum yang sentimen terhadap Hidayah. Kata > > orang, semakin > > di atas semakin kencang angin bergoyang, mungkin ada > > benarnya. Kondisi > > itulah yang kini dihadapi Hidayah. Saya melihat, > > banyak hal yang > > sengaja dilencengkan dan diplintar-plintir oleh > > pembawa informasi > > miring tersebut dari fakta yang sesungguhnya. Pertama, > > penulis > > (penebar informasi tak jelas tersebut) kurang memahami > > isi majalah > > Hidayah. > > > > Sebab bila ia paham betul, ia tidak akan menyimpulkan > > bahwa Hidayah > > mengusung Islam Belatung. Ia ingin memberi label itu > > karena melihat > > cover Hidayah yang seram-seram dan ada keterkaitan > > dengan azab yang > > diterima seseorang menjelang/sesudah meninggal dunia > > karena amal > > perbuatan buruknya sewaktu di dunia, ditambah lagi > > dengan tayangan > > televisi yang marak dengan sinetron dengan tema yang > > hampir serupa > > dengan Hidayah. > > > > Padahal sejatinya, cerita yang dimaksudkan itu bagian > > kecil dari > > seluruh isi majalah Hidayah. Porsi untuk cerita-cerita > > yang baik > > (husnul khatimah) yang sama-sama bisa diambil > > iktibarnya juga cukup > > banyak. Belum lagi rubrik-rubrik lain yang sangat > > disenangi pembaca. > > Seperti: Kisah Kitab (rujukannya pada kitab-kitab > > klasik yang memuat > > kisah-kisah yang patut direnungi), Kisah Qur'an (kisah > > yang tidak > > asing lagi yang diinukilkan dari ayat-ayat Al-Qur'an > > dan kitab-kitab > > tafsir), profil dai (menampilkan dai-dai yang sudah > > malang melintang > > di tanah air), tokoh-tokoh Islam, Syiar (lembaga Islam > > yang lebih > > mengedepankan pengembangan keislaman), serta > > artikel-artikel keagamaan > > yang diminati banyak orang. > > > > Dan sejak sinetron-sinetron yang hampir sama dengan > > Hidayah menjamur > > di berbagai tayangan televisi yang keluar pakem dari > > Hidayah, dengan > > penyajian dan penggarapan yang justru bisa membuat > > citra kurang baik, > > Hidayah Indonesia sudah sejak lama menarik diri dari > > peredaran di > > televisi. Dengan mengacu hal di atas, maka penilaian > > Hidayah yang > > dipersepsikan Islam Belatung adalah penilaian yang > > sangat cetek. Dan > > tampaknya sang penebar informasi miring tersebut > > menyimpulkan berdasar > > kekurangpahamannya terhadap Hidayah, ia hanya > > mengetahui kulit luarnya > > saja tanpa memahami isi-isinya. > > > > Kedua, rujukan yang digunakan sang penebar isu > > tersebut layak > > dipertanyakan kebenarannya. Darimana informasi > > didapat, benarkah dari > > salah seorang reporter GATRA, ataukah hanya alasan > > yang digunakan > > untuk menjustifikasi dugaannya. Saya menangkap bahwa > > apa yang > > dituduhkan ini hanya berdasarkan katanya? > > bukan dari investigasi yang benar-benar. Nah, jika > > rujukan tersebut > > bersifat katanya? karena bukan berasal dari rujukan > > primer, bagaimana > > mungkin orang bisa mempercayai kebenaran tulisan > > tersebut. > > > > Dalam ilmu mushtalahul hadits, sanadnya (penyampai > > berita) mungkin > > tidak tsiqah (kurang bisa dipercaya) hingga orang yang > > meriwayatkan > > pun (rawi) akhirnya asal-asalan. Maka berita itu pun > > dianggap dhaif > > (lemah), dan karena kedhaifannya, maka berita tersebut > > tidak bisa > > dijadikan rujukan. Oleh karena itu, orang patut curiga > > maksud si > > penulis berita. Benarkah, mengada-ada atau ada maksud > > kurang baik. > > Dalam etika jurnalistik, hal semacam ini tidak bisa > > dipertanggungjawabkan secara akademik. > > > > Ketiga, ia benar-benar tidak tahu atau hanya > > mengarang. Sebab > > Perusahaan yang menerbitkan majalah Hidayah bukanlah > > PT VARIA POP > > NUSANTARA melainkan yang benar adalah PT VARIAPOP > > GROUP. Sangat > > berbeda sekali. > > > > Dan media-media yang berada di bawah naungan bendera > > PT VARIAPOP GROUP > > adalah MAJALAH HIDAYAH (Sebuah Intisari Islam), PARAS > > (Wanita Islam), > > MUSLIMAH (Trend Remaja Islam), ANGGUN (Pengantin > > Islam), VARIASARI, > > DIDIK (Anak Islam), CHEF (masakan) serta BERITA > > INDONESIA yang khusus > > diedarkan di Malaysia. Jadi, TABLOID POP tidak ada di > > dalamnya. Dengan > > kata lain, jika seseorang menyandingkan atau bahkan > > menganggap bahwa > > majalah HIDAYAH saudara sekandung dengan TABLOID POP > > yang konon > > katanya media porno alias esek-esek, maka penilaian > > tersebut SALAH > > BESAR dan sangat tidak berdasar. > > > > Keempat, Pak Kyai Ali Yafie tentu bisa menilai tentang > > isi dan misi > > majalah HIDAYAH sebelum menjatuhkan sepakat untuk > > menjadi penanggung > > jawab rubrik Konsultasi Fiqh. Saya yakin, beliau tidak > > akan mau > > mengasuh rubrik ini jika kenyataannya HIDAYAH punya > > saudara media yang > > hanya mengumbar syahwat, TABLOID POP. Kalau pun tahu > > belakangan, > > beliau akan segera menyetop rubrik asuhannya. > > > > Tapi kenyataannya tidak demikian kan. Beliau tetap > > mengawal majalah > > Hidayah sebagai pengasuh rubrik konsultasi fiqh sudah > > lebih dari 33 > > edisi (hampir 3 tahun). Dan alhamdulillah hingga kini > > beliau masih > > setia menerima kedatangan saya tiap sebulan sekali, > > saat hendak > > mewawancarainya (dengan mengajukan > > pertanyaan-pertanyaan dari pembaca) > > yang akan dimuat di rubrik konsultasi fiqh. > > > > Demikianlah beberapa hal yang perlu diluruskan atas > > berita yang tidak > > mengenakkan ini. Jika penasaran, silahkan konfirmasi > > kebenarannya > > secara langsung ke redaksi Hidayah. Kepada penebar > > berita miring ini, > > kalau Anda punya nyali, silahkan datang ke kantor > > Redaksi HIDAYAH atau > > Perusahaan yang menerbitkan HIDAYAH. Kita bicara > > blak-blakan > > sejauhmana tuduhan Anda benar. > > > > Wassalamualaikum wr. wb > > Herry M (staf redaksi HIDAYAH) > > > > __________________________________________________ > > Do You Yahoo!? > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > > http://mail.yahoo.com > > > > > > --------------------------------- > > Try the all-new Yahoo! Mail . "The New Version is radically easier to use" > > The Wall Street Journal > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

