> ---------- Forwarded message ----------
> From: Hafsah Salim < [EMAIL PROTECTED]>
> Date: Oct 1, 2006 12:58 AM
> Subject: [mediacare] Zakat Adalah Sumber Korupsi Paling Dahsyat di Indonesia
anda sangat pinter, sampai-sampai bicara tanpa data, kalau komentar seperti ini 
ya hoax namanya, mendingan komentarnya masuk ke tong sampah atau yang nulis 
artikel ini masuk ke tong sampah sekalian
> 
> Zakat Adalah Sumber Korupsi Paling Dahsyat di Indonesia !!!
> 
> Zakat itu adalah kewajiban utama bagi setiap umat Islam. Kalo di
> Amerika, agama merupakan kegiatan pribadi yang tidak boleh dikaitkan
> dengan tugas2 kenegaraan sehingga semua system kenegaraan sama sekali
> terlepas dari urusan agama atau pribadi.
> 
> Berbeda dengan di Indonesia, urusan Agama selalu dikaitkan dengan
> urusan negara, namun system pertanggungan jawab aktivitas keagamaan
> tidak ada kaitannya dengan pertanggungan jawab pejabatnya kepada
> pertanggungan jawab kepada negara. Itulah sebabnya, uang zakat yang
> dikumpulkan, jumlahnya maupun penggunaannya tidak perlu dan tidak
> pernah dilaporkan sebagai bagian pemasukan negara. Akibatnya, Menteri
> agama yang divonis korupsi itu merasa tidak pernah korupsi karena
> semua menteri agama sebelumnya juga dianggapnya melakukan hal yang sama.
> 
> Urusan zakat bisa kita lihat dalam praktek se-hari2, dimulai dari
> orang2 yang membawa list yang memaksa setiap rumah untuk membayar
> zakat, hingga ke RT, RW, maupun kelurahan dan kecamatan dimana setiap
> anda mengurus surat disamping ada biaya administrasi resmi yang harus
> anda bayarkan juga harus ditambah kan dengan uang zakat. Uang zakat
> ini adalah pungutan tidak resmi atau pungutan gelap yang tidak
> seharusnya dilakukan terhadap masyarakat yang sudah kena ber-macam2
> pungutan liar oleh pejabat resmi.
> 
> Setiap orang Indonesia, pasti menyadari kalo zakat itu pungutan liar
> yang diresmikan secara tidak resmi, namun tak seorangpun berani
> mengeluhkannya karena hal itu menyangkut ajaran agama yang disucikan
> oleh umat Islam yang mayoritas di Indonesia. Kalo ada yang berani
> menyentuh masalah itu, tergantung, kalo dia Kristen maka gerejanya
> dibakar karena menghina Islam, tapi kalo dia itu Islam, maka dia
> dipenjara karena dianggap murtad berusaha mengubah kaidah Islam.
> Bayangkan saja kalo ibu Lia yang telah ditunjuk Allah menjadi nabi
> perempuan pertama sepanjang sejarah dujnia ini berhasil menjadikan
> ajarannya menjadi agama mayoritas di Indonesia, apakah beliau tetap
> akan mempertahankan system zakat yang korup ini berlangsung di
> Indonesia ???? Tentu tak perlu kita jawab karena beliau sudah divonis
> penjara 5 tahun secara tidak adil atas alasan menista agama Islam,
> murtad, dan berusaha mengubah kaidah Islam.
> 
> DEMIKIANLAH INSTITUSI ZAKAT SEBAGAI SUMBER KORUPSI SEMUA PEJABAT
> NEGARA DARI YANG PALING BAWAH HINGGA YANG PALING ATAS BERHASIL
> DIPERTAHANKAN SECARA ABADI YANG BERARTI JUGA KORUPSI DI INDONESIA JUGA
> AKAN BERTAHAN SECARA ABADI SEPANJANG AGAMA MAYORITAS ISLAM TETAP
> MAYORITAS.
> 
> Adakah hal ini bisa dibantah ???? Terbukti tak ada yang mampu
> membantahnya karena Menteri agama sendiripun sudah terbukti divonis
> sebagai koruptor, nabi Lia dituduh sebagai penghina agama Islam, dan
> pemungut zakat yang korup ini malah dimuliakan sebagai pengamal ajaran
> Islam.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke