+++ Wanita Muslimah yang anda contohkan itu hidup di negara mana?
Afrika, Europa, Gurun Arabia, Indonesia, sebab wanita Muslimah yang
saya lihat beda beda. Tetangga saya wanita Iran intellektual, tak
ada yang berjilbab.
Aris: KIta kadang terjebak dengan fakta pelaksanaan dan generalisir, kembali
pada standar agama Islam mengatur perempuan. Apakah mbah mengetahui bagaimana
Islam mengatur perempuan? saya sangsi.
++++ Selama saya hidup, dan ini cukup lama, belum pernah saya
lihat "eonomi" syariat. Baik yang berhasil dan yang tak berhasil.
Yang saya lihat hanya negara negara yang mayo Muslim, rata rata
ekonominya berantakan.
Aris: Wajar, fakta memang demikian. Umat ISlam belum atau tidak secara
totalitas menerapkan ekonomi syariah, dan ekonomi syariah akan manjur bila
dikaitkan dengan sistem-sistem lain dalam ISlam, tak bisa dipisahkan.
.
+++ berapa hadiah Nobel telah diraih anak didik yang pendidikan
Islam? Berapa diantara mereka yang telah berhasil memajukan dan
memakmurkan Indonesia?
Aris: Nobel bukanlah jaminan dan standar yang tepat untuk mengukur kemajuan dan
kecerdasan seseorang. Masalah di Indonesia kompleks, bagaimana dengan mbah
sendiri?
>
> Sama-sama harus menuntut Ilmu, jadi perempuan harus belajar juga
dan mendapat pendidikan yang baik. Sama-sama berdakwah memperbaiki
masyarakat, saling tolong menolong dll.
>
> Perempuan diperbolehkan bekerja, mengembangkan karir di luar
rumah, seizin suami. Suami wajib mencari nafkah, istri
bertanggungjawab atas rumah tangga.Masih banyak lagi...
++++ kalau tingkat pendidikan istri lebih tinggi, karena itu posisi
lebih tinggi dan penghasilan lebih tinggi, suami kiebetulan
menganggur atau tukang bajaj, siapa yang cari nafkah utama?
Aris : kewajiban tetap di suami untuk mencari dan memberi nafkah utama pada
istri dan keluarganya berapa pun tak peduli kecil atau besar jumlah nafkahnya.
Walau gaji istri lebih besar dan suami cuma kuli bangunan.
Suami harus memberi nafkah bagaimana pun caranya. (tak harus kerja kan),
ngutang juga boleh ^_^.
Uang hasil keringat istri adalah mutlak 100 persen milik Istri. Suami tak
berhak kecuali seizin istrinya.
Istri ndak punya kewajiban untuk menafkahi suami dan keluarga. Tapi akan
bernilai shadaqah bila ia rela menyumbangkan uang untuk suami dan keluarga.
Saya kira laki-laki malu dan stress kalau dia tak bisa menafkahi keluarganya,
kecuali laki-laki yang tak tahu malu dan tak bertanggungjawab. ^_^
Maka kaum bapak-bapak bersemangatlah mencari nafkah,kewajiban, pahala dan
wibawa Anda dipertaruhkan. Dan dalam ajaran ISlam ada sebuah hadis yang
mengatakan Bahwa ada dosa-dosa seorang laki-laki yang tak bisa diampuni kecuali
melalui mencari nafkah. ^_^
> Bagaimana posisi muslimah yang benar ya dia beraktivitas sesuai
dengan syariat Islam yang benar dan ia pahami secara kuat. Tak
peduli bangsa, negri, ras, bahasa, suku dan latar belakang masa
lalunya.
>
> salam,
> aris
>
++++ Dimana "Muslimah yang benar" itu hidup? Siapakah mereka? beri
contoh nama yang di Indonesia.
Salam
Danardono
Aris : Insya Allah banyak muslimah yang sedang beusaha hidup sesuai tuntutan
agamanya. Untuk mengetahui seorang muslimah telah benar hidupnya maka mbah
perlu belajar syariat ISlam mengatur muslimah dahulu sehingga baru bisa
menilai. ^_^
HADINOTO wrote: Lalu, dimanakah
gerangan posisi gerakan wanita yang tepat? Posisi
> Hizbut Tahir yang menginginkan wanita selalu men-subordinate diri,
> atau posisi, yang memperjuangkan kepentingan wanita agar mendapat
> perlakuan yang setara?
>
> Dimanakah posisi wanita Indonesia yang benar? seperti di
Afganistan
> dizaman Taliban (sampai kini) atau seperti di Mesir atau Jordania,
> atau Jerman, Canada atau Australia?
>
> Salam
>
> Danardono
>
>
>
>
>
> --- In [email protected], "ndah maldiniwati"
> wrote:
> >
> > Maaf juga mba aris, tapi saya lebih menyukai berdiskusi dengan
> > banyak pemikiran (kata pribahasa 5 kepala lbh baik dr 1 kepala)
> > walopun kadang pemikirannya beda2 dan ga ada titik temunya #:S
> >
> > ada baiknya bikin posting trsendiri untuk masalah demokrasi &
> > feminisme (krn tadinya ngobrolin perdagangan wanita&pelacuran),
> apa
> > yg jadi unegh2 mba aris menyikapi feminisme yg kalo ga salah
sudah
> > dihembuskan tahun 1970 itu dengan agenda `mengompori' wanita
> untuk
> > mandiri (ga usah nikah) dan aborsi, menjadi lesbian dan
ngancurin
> > kapitalisme.
> >
> > tapi kompornya juga lama2 keabisan minyak/gasnya:D, dan kalo
satu
> > dekade belakangan ini gasnya nyamber ke islam saya berharap ada
> > muslimah2 (mba aris mungkin) yang againts feminisme radikal
> seperti
> > munculnya gerakan anti-feminisme yang menyeru kaum wanita agar
> > kembali ke pangkal jalan Erin Patria Pizzey, Caitlin Flanagan,
> prof
> > Iris Krasnow dan Lydia Sherman&Jennie Chancey (Ladies Against
> > Feminism) sehingga memberikan pencerahan buat feminis2 radikal.
> >
> > sedikit bahan bacaan demokrasi&feminsme menurut islam:
> > http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/7/cn/19725
> > http://swaramuslim.net/ISLAM/more.php?id=599_0_4_0_M
> > http://www.insistnet.com/content/view/33/29/
> > http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=311
> >
> > --- In [email protected], aris solikhah
> > wrote:
> > >
> > > Maaf mbak , mungkin saya buru2 menafsirkan. ^_^ Kalau saya
> meminta
> > diskusi via japri, karena kita sama-sama perempuan, saya
tertarik
> > untuk mengenal mbak lebih dekat. Boleh kan?
> > >
> > > Menurut saya penting seklai untuk mengurai kata dan makna
> > demokrasi dan kesetaraan gender sebelum mengatakan itu matching
> > dengan islam. Karena itu memiliki makna mendalam tak sekedar
> syuro,
> > tak juga sebatas perempuan boleh bekerja (ini memang syariat
Islam
> > memperbolehkannya). Tapi upaya feminisme untuk menggugat nilai-
> nilai
> > syariat Islam yang akan diperjuangkan di parlemen. mbak bisa
> > melihatnya di website lembaga lbh apik. ^_^.
> > >
> > > jadi hemat saya bukan Islam mengakomodasi kesetaraan
gender..
> > tapi Islam telah menepatkan apa yang diinginkan perempuan sesuai
> > fitrahnya dan mengaturnya. Sayangnya, banyak orang menafsirkan
> > syariat Islam dengan sudut pandang ektrem ketat berlebihan atau
> > juga extrem bebas sebebas-bebasnya.wallahu;'alam bishawab
> > > btw alumni ipb juga kah?
> > > salam kenal,
> > > aris
> > >
> > >
> > > ndah maldiniwati wrote:
> > > hehehe malah saya yg bingung dgn koment mba aris, kayaknya
> saya
> > tidak
> > > membahas demokrasi dalam Islam deh. kalimat penutup saya dgn
> > embel2
> > > dome (krn saya pecinta kopi) dan McD adalah sindiran saya thd
> > virus
> > > demokrasi yg disebarkan amerika dgn rudal&kekuatan medianya.
> > >
> > > Sikap saya jelas menegaskan bahwa dalam Islam HAM, perempuan
> sudah
> > > diatur dalam Al Qur'an. kalo saya menyentil HAM & perempuan di
> > negara
> > > Islam saya melirik sejenak ke afganisthan di jaman talibhan
atau
> > irak
> > > dijaman sadam hussein; dimana perempuan afghan hanya sebatas
> > dirumah
> > > saja, atau ketika beda pendapat dgn saddam langsung dihukum.
ini
> > kan
> > > bukan ajaran dalam Al Qur'an.
> > >
> > > Kalo saya ngasih pendapat ada salah penafsiran, tentu saja
salah
> > > penafsiran itu selalu ada. Hal ini karena ketika firman Allah
> SWT
> > > dalam Al qur'an diungkapkan kedalam bahasa manusia, terjadilah
> hal-
> > hal
> > > yang tak terhindarkan seperti reduksi atas pesan-pesan Allah
> SWT ,
> > > kondisinya bisa dalam bentuk
> > > 1. membatasi sesuatu yang sebelumnya sebenarnya tidak
terbatas;
> > > 2. menyederhanakan sesuatu yang sebelumnya complicated;
> > > 3. mensistematisasikan sesuatu yang sebelumnya tidak terikat
> pada
> > > kaidah-kaidah tertentu.
> > > Bukan saya meremehkan ahli fikih dan selevelnya, tapi walopun
> dari
> > > satu sekolahan satu textbook pola pikir dan penafsiran bisa
> > berbeda
> > > dalam satu kelas (saja). Firman Allah SWT selalu bisa
mengatasi
> > > segala perubahan, tapi penafsiran sering mengalami perubahan,
> > > perkembangan, dan sarat dengan pluralitas.
> > >
> > > jadi saya luruskan koment saya itu tidak membahas demokrasi
> dalam
> > > Islam tapi menegaskan ajaran dalam Kitab dan Nabi yg
membawanya
> > tidak
> > > ada yg mengajarkan kekerasan&diskriminasi perempuan (tanggapan
> thd
> > > legalisasi perbudakan dan pelacuran).
> > >
> > > mengutip komentar dr milis yg mb aris cantumkan:
> > > Ayatolah Khomeini juga manusia (ketularan lagu lagi) diantara
> > > segudhang kebaikannya dan kontribusinya dalam penegakan
syariat
> > Islam
> > > tp saya pribadi sbg perempuan ga mau kalo hidup dibawah
> > pemerintahan
> > > beliu, lahh kalo saya ga bisa jd direktur ato presiden gimana
> krn
> > > dianggap perempuan tdk boleh memimpin. tidak memimpin dalam
> sholat
> > dgn
> > > jamaah laki2 iya saya seyuju, tapi masa saya ga boleh jd ketua
> > kelas
> > > hehehehe
> > > Soal feminisme barat, deuhh feminisme itu bukan SEKEDAR BAJU,
> > saya,
> > > mba aris dan byk lagi perempuan brjilbab bisa sekolah dan
> berkarir
> > > tanpa masalah jadi bukan jaman lagi mengidentikkan feminisme
dgn
> > > pakaian.
> > >
> > > demokrasi?? walah saya cuman lulusan pertanian dan tragisnya
ga
> > punya
> > > temen anak fisip:(
> > >
> > > --- In [email protected], "Ari Condro" wrote:
> > > >
> > > > 1. monggo mbakyu ndak, dijelaskan ttg demokrasi dan ham pada
> > mbakyu
> > > aris.
> > > >
> > > > 2. sebaiknya diskusi di milis saja, jangan japri, karena
> banyak
> > yg
> > > ingin
> > > > belajar. ilmu jgn di maem sendiri , bukan ...
> > > >
> > > >
> > > > On 9/29/06, aris solikhah wrote:
> > > > >
> > > > > Mbak Ndah,
> > > > > Bagaimana saya harus memanggil dirimu mbak. Terima kasih
> atas
> > > ungkapannya
> > > > > dibawah. Kalau tak keberatan kita bisa diskusi via japri.
> > Boleh?
> > > > >
> > > > > Mungkinkah saya ada perbedaan sudut pandang demokrasi.
Islam
> > > sendiri tak
> > > > > menolak sesuatu diuar Islam yang sesuai syariatnya. Tapi
> semua
> > itu
> > > perlu
> > > > > telaah fakta yang komprehensif terhadap suatu pemahaman
baik
> > > sejarah dll.
> > > > >
> > > > > Mohon maaf mbak bisakah saya dibantu dijelaskan. Apakah
> > demokrasi
> > > di
> > > > > setiap negara itu berbeda sumbernya? Darimana awal mulanya
> > sejarah
> > > > > demokrasi? KAlau orang -orang muslim sedang membahas
> demokrasi
> > > referensi apa
> > > > > referensi sumber rujukannya? BUku-buku dari Amerika,
Barat?
> > atau
> > > Al Quran?
> > > > > Nah untuk ini saya mohon bisa dijawab teman-teman yang
> belajar
> > > FISIP dan
> > > > > ketatanegaraan?
> > > > >
> > > > > Demokrasi itu cara, atau metode atau sistem pemerintahan
> atau
> > apa?
> > > Atau
> > > > > demokrsi itu sekedar suara terbanyak ? Atau suara
terbanyak
> > itu
> > > adalah
> > > > > konsekusensi demokrasi?
> > > > >
> > > > > ini ada diskusi menarik dari milis jurnalisme yang saya
> > ikuti....
> > > > > mohon dipertimbangkan.. dengan demokrasi. jadi bolehkah
> > kemudian
> > > saya jadi
> > > > > tidak percaya dengan demokrasi? agama hanya sebagai salah
> satu
> > > option dalam
> > > > > demokrasi. Bila mayoritas orang di Parlemen (MPR yang
> > jumlahnya
> > > 1000)
> > > > > mengatakan... shalat, puasa, pakai busana muslim dilarang
> dan
> > > keuar UU
> > > > > pelarangan, maka keputusan itu akan mau tidak mau terpaksa
> > > diterima oleh
> > > > > rakyat. Mirip UU migas dan privatisasi BUMN bukan? UU
> apalagi
> > ya
> > > > > kira-kira.....
> > > > >
> > > > > Tak ada yang rela kenaikan BBM, suara mayoritas mengatakan
> > itu.
> > > Tapi isu2
> > > > > strategis itu semua hanya diputuskan dalam forum minoritas
> > yang
> > > dari sudut
> > > > > pandangan syariat Islam itu tidak diperkenankan. MIsalnya
> > > kepemilikan negara
> > > > > migas , dan kepemilikan umum air menjadi statusnya boleh
di-
> > > privat,. Islam
> > > > > telah memiliah tiga kepemilikan kepemilikan pribadi, umum
> dan
> > > negara. Air
> > > > > termasuk kepemilikan umum. Migas milik negara.
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > -------------------
> > > > > mbak sirikit,
> > > > >
> > > > > saya garuk-garuk kepala membaca tulisan anda
bahwa "Harmoni
> > dan
> > > toleransi
> > > > > adalah TUJUAN bangsa kita sejak nenek." hmm, bangsa yang
> mana?
> > > arok yang
> > > > > merampas tahta tumapel dengan bersimbah darah? kisah raja-
> raja
> > > mataram
> > > > > yang
> > > > > sarat pertikaian?
> > > > >
> > > > > salam,
> > > > > yus ariyanto
> > > > >
> > > > > On 9/29/06, Sirikit Syah wrote:
> > > > > >
> > > > > > Salam,
> > > > > >
> > > > > > Benar juga, sudah terbukti berkali-kali. Iran dipimpin
> > > > > > Ayatolah Khomeini, katanya tidak demokratis. Pemilu di
> > > > > > Palestina yang dimenangkan HAMAS, direspon dengan
> > > > > > boikot dan sabotase atas tidak hanya bantuan
> > > > > > internasional tetapi juga HAK Palestina atas PAJAK
> > > > > > yang lewat Israel. Bahkan dana-dana Palestina di bank
> > > > > > dibekukan, sebagaimana dana rakyat Irak di bank-bank
> > > > > > asing (apakah ini bukan perampokan dan penjarahan? kok
> > > > > > gak malu ya Bush dan Blair? rakyatnya sudah padha malu
> > > > > > tuh)
> > > > > >
> > > > > > Kalau saya berpedoman harmoni dan toleransi lebih
> > > > > > penting, bukan berarti saya manut eyang soeharto atau
> > > > > > antek orde baru. tetapi JUSTRU karena saya orang
> > > > > > Indonesia asli dan berkebudayaan Indonesia. Harmoni
> > > > > > dan toleransi adalah TUJUAN bangsa kita sejak nenek
> moyang.
> > > Demokrasi
> > > > > > Terpimpin yang dimulai oleh Soekarno itulah yang
> diteruskan
> > oleh
> > > > > Soeharto.
> > > > > > Demokrasi ....
> > > > > > bukankah itu cuma cara, jalan, sarana, menuju tujuan?
> > > > > > Mungkin tujuannya: menjadi negara makmur, memiliki
> > > > > > rakyat sejahtera dengan mayoritas kelas menengah,
> > > > > > bangsa yang maju dan terdidik, dst .... melalui cara
> > > > > > demokrasi. Masak kita mau berhenti di tengah jalan
> > > > > > dengan menjadikan DEMOKRASI sbagai tujuan?
> > > > > >
> > > > > > Jadi, kecaman Sdr. Ging pada Farid Gaban dan saya soal
> > > > > > demokrasi atau gaya Orba, ya .... inilah jawabannya.
> > > > > >
> > > > > > Soal feminisme barat? Yah, kita berbeda pendapat saja.
> > > > > > tetap, kritikan terhadap cara islam memperlakukan
> > > > > > perempuan itu tidak berdasar sebab kitab sucinya tidak
> > > > > > mengatakan demikian. ajakan pada perempuan muslim
> > > > > > untuk merdeka (woman's lib) itu juga salah sasaran
> > > > > > sebab banyak perempuan muslim yang merdeka dan
> > > > > > berdaya. baru-baru ini di banyak negara barat saya
> > > > > > baca perempuan menjadi msulim, berjilbab, karena
> > > > > > merasa bebas. aneh juga, pikir saya, berjilbab kok
> > > > > > bebas. ternyata maksudnya, bebas dari pandangan
> > > > > > bernafsu para laki-laki yang senantiasa menjadikan
> > > > > > perempuan sebagai obyek.
> > > > > >
> > > > > > Salam,
> > > > > > sirikit
> > > > > >
> > > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > Salam,
> > > > > Menurut saya, demokrasi itu sendiri memang absurd. Apa sih
> > > demokrasi?
> > > > > Kalau demokrasi adalah suara mayoritas rakyat, bagaimana
> kalau
> > > > > mayoritas rakyat memilih sistem "wilayatul faqih" yang
> > menjadikan
> > > > > seorang ayatullah sebagai pengambil keputusan tertinggi?
> Pasti
> > > negara
> > > > > itu disebut tidak demokratis bukan?
> > > > >
> > > > > Kalau seandainya demokrasi di AS dijadikan standar,
bukankah
> > Bush
> > > pada
> > > > > pemilu periode pertama dulu, jumlah pemilih di seluruh AS
> yang
> > > > > memberikan suara kepadanya malah gak sampai 50 persen. Hal
> ini
> > > terkait
> > > > > dengan sistem pemilu AS yang lain daripada yang lain.
> Berikut
> > saya
> > > kopi-
> > > > > paste-kan tulisan saya sekitar setahun lalu (dimuat di
> website
> > > IRIB):
> > > > >
> > > > > Pemilu kepresidenan di AS terdiri dari empat tahap. Tahap
> > pertama,
> > > > > orang-orang dari berbagai partai mencalonkan dirinya untuk
> > menjadi
> > > > > presiden. UUD AS membenarkan siapa saja untuk mencalonkan
> diri
> > > sebagai
> > > > > presiden namun keberhasilan mereka tergantung sepenuhnya
> kepada
> > > > > dukungan partai. Sejak bulan Januari pada tahun
> penyelenggaraan
> > > > > pemilu, telah diadakan proses pemilihan calon kandidat
> > presiden
> > > dalam
> > > > > partai-partai. Pemilu ini berupa pemilu pendahuluan atau
> > primary
> > > > > election. Setiap negara bagian secara terpisah mengadakan
> > pemilu
> > > > > pendahuluan. Secara tradisi, pemilu pendahuluan dimulai
dai
> > negara
> > > > > bagian Iowa dan dilanjutkan ke negara-negara bagian
lainnya.
> > > Setiap
> > > > > orang yang berhasil meraih suara terbanyak dalam tahap ini
> > > memiliki
> > > > > peluang besar untuk dijadikan calon resmi oleh partai.
> > > > >
> > > > > Tahap kedua dilakukan pada musim panas, setelah
berakhirnya
> > pemilu
> > > > > pendahuluan di seluruh negara bagian AS. Dalam tahap ini,
> > partai
> > > > > menyelenggarakan konvensi nasional. Konvensi nasional
partai
> > > merupakan
> > > > > wadah pengambilkan keputusan final partai, yang memiliki
> tiga
> > > tugas,
> > > > > yaitu menetapkan kandidat presiden dan wapres, mengesahkan
> > piagam
> > > > > pemilu yang berisi target-terget partai, dan memilih ketua
> > komite
> > > > > nasional partai yang akan memimpin partai sampai datangnya
> > masa
> > > pemilu
> > > > > empat tahun kemudian. Dalam konvensi ini terjadi berbagai
> > > persaingan,
> > > > > persekutuan, dan kolusi, serta penuh gegap-gempita dan dan
> > penuh
> > > > > biaya. Pada hari terakhir konvensi yang biasanya
berlangsung
> 3
> > > sampai
> > > > > empat hari itu, para peserta konvensi memilih pasangan
yang
> > akan
> > > > > dijadikan kandidat resmi partai. Biasanya pasangan yang
> > terpilih
> > > adalah
> > > > > pasangan yang memiliki suara terbanyak dalam pemilihan
> > > pendahuluan.
> > > > >
> > > > > Setelah kedua partai utama di AS, yaitu Partai Demokrat
dan
> > Partai
> > > > > Republik resmi menetapkan kandidat presiden dan wapres
> mereka,
> > > > > persaingan sengitpun dimulai. Sejak saat itu, berbagai
sayap
> > dalam
> > > > > partai mulai menggalang aliansi temporer agar dalam
beberapa
> > bulan
> > > > > menjelang bulan November mereka dapat menggalang suara
> > sebanyak-
> > > > > banyaknya bagi kandidat presiden mereka. Dalam tahap ini,
> uang,
> > > > > dukungan lobi Zionis, dan propaganda memainkan peran yang
> > > menentukan.
> > > > > Kenyataan menunjukkan bahwa orang yang berhasil lolos
dalam
> > > pemilihan
> > > > > internal partai dan dalam pemilihan umum sampai akhirnya
> masuk
> > ke
> > > > > Gedung Putih adalah orang yang memiliki dana terbesar
untuk
> > > kepentingan
> > > > > propaganda. Bulan-bulan menjelang pemilu akan dipenuhi
oleh
> > > perjalanan
> > > > > si kandidat ke berbagai negara bagian untuk berkampanye,
> > > penampilan dan
> > > > > debat di televisi, serta perang pernyataan yang
> kontroversial.
> > > > >
> > > > > Tahap ketiga adalah hari pemilu. Pada hari pemilihan,
rakyat
> > AS
> > > datang
> > > > > ke kotak-kotak pemilu untuk memilih anggota Badan Pemilih
> > > > > atau `electoral college' . Orang-orang yang dicalonkan
> sebagai
> > > anggota
> > > > > Badan Pemilih itu dinominasikan oleh partai, dan berjanji
> akan
> > > memilih
> > > > > kandidat Presiden dan Wakil Presiden yang sama dengan
partai
> > yang
> > > > > menominasikan mereka tersebut. Jumlah anggota badan
pemilih
> > yang
> > > > > dinominasikan oleh suatu partai di suatu negara bagian
> adalah
> > sama
> > > > > dengan jumlah wakil dari negara bagian tersebut di Kongres
> > (DPR
> > > dan
> > > > > Senat). Jumlah keseluruhan anggota Badan Pemilih adalah
538,
> > yaitu
> > > > > dari sesuai jumlah anggota Senat dan DPR, yaitu 100+ 435,
> dan
> > > ditambah
> > > > > dengan 3 anggota dari Washington DC.
> > > > >
> > > > > Dengan demikian, sistem pemilihan Presiden Amerika Serikat
> itu
> > > > > sebenarnya tidaklah bersifat langsung, tetapi tetap
bersifat
> > tidak
> > > > > langsung. Akan tetapi, dalam prakteknya, para wakil rakyat
> > yang
> > > dipilih
> > > > > untuk duduk menjadi anggota Badan Pemilih itu secara
> langsung
> > > menjadi
> > > > > instrumen kampanye untuk pemilihan calon Presiden dan
Wapres
> > yang
> > > sejak
> > > > > awal dipromosikan oleh partai politiknya. Dengan cara itu,
> > para
> > > anggota
> > > > > Badan Pemilih atau `electoral college' berfungsi menjadi
=== message truncated ===
The great job makes a great man
pustaka tani
nuraulia
---------------------------------
Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/