pada dasarnya kita adalah mahluk Allah (Keyakinan saya Islam). apa yang diciptakan Allah, apabila Allah berkehendak untuk mengambilnya kembali. Kita tidak bisa menolaknya. Insya Allah saya sebagai manusia yang beragama, akan Ridho bila Allah mengambil saya terlebih dahulu dan saya akan bahagia karena saya bisa bertemu duluan dengan Tuhan saya yaitu Allah. On 10/9/06, MANG UCUP <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tidak lama lagi saya akan mendapatkan kunjungan dari Malaikat Maut, > kunjungan yang tidak diinginkan, tetapi kebalikannya juga tidak dapat > ditolak. Mau atau tidak; ia akan tetap datang. Hanya waktunya saja tidak > ketahui kapan? > > Masalahnya beberapa hari yang lampau Dr telah memberikan vonis terakhir, > bahwa usia saya tidak lama lagi, tetapi entah ini sebulan lagi, entah > seminggu lagi, entah sehari lagi, ia tidak bisa memastikannya 100%, tetapi > yang sudah pasti ajal saya sudah dekat. Apakah Anda tahu bahwa penderitaan > yang paling berat bagi orang yang dihukum mati ialah menunggu hari X atau > hari kematiannya. Tanpa dinyana hal yang serupa harus terjadi di dalam > kehidupan saya sendiri. > > Ketika saya mendengar vonis tsb rasanya ingin saya menjerit dan bertanya > kepada Tuhan: "Why me, Tuhan?" > > Bagaimana dengan istri maupun anak-anak saya, apalagi anak-anak saya masih > kecil? Mereka masih membutuhkan kasih sayang maupun bimbingan dari seorang > ayah. Satu beban yang tidak ringan bagi mereka yang akan ditinggal. Apakah > kalau saya memohon kepada-Nya, Tuhan masih akan berkenan untuk memperpanjang > resident permit saya di dunia ini? > > Detik-detik terakhir ini rasanya sangat berat dan sangat menyedihkan sekali, > apakah esok hari saya masih bisa melihat matahari terbit, ataupun mendengar > burung berkicau? Berapa banyak waktu lagi saya miliki? Sekarang baru saya > sadar bahwa kehidupan itu benar-benar satu karunia yang paling indah yang > telah diberikan oleh Allah kepada kita umat manusia. > > Pada saat-saat terakhir ini ingin rasanya saya menatap wajah istri maupun > anak-anak saya selama mungkin. Saya ingin mendengarkan suaranya sebanyak > mungkin, bahkan saya ingin membelai maupun memeluk mereka selama mungkin, > saya benar-benar merasa takut kehilangan mereka. Masalahnya hari esok > mungkin sudah terlambat?? > > Sayapun merasa bingung apakah perlu saya menceritakan sedini mungkin kepada > istri maupun anak-anak saya, bahwa suami/ayahnya tidak lama lagi akan > meninggal dunia? Saya khawatir, karena apabila mereka mengetahui bahwa ajal > saya sudah berada di ambang pintu, pasti mereka akan bersedih hati, mereka > tidak akan bisa hidup ceria lagi, sedangkan saya tidak ingin membuat mereka > berduka hati di hari-hari terakhir ini. Saya sangat mengasihi istri maupun > anak-anak saya. > > Di hari-hari terakhir ini rasanya jam dinding berputar jauh lebih cepat. Di > malam hari pada saat mereka sudah tertidur, saya menatap wajah mereka satu > per satu berjam-jam lamanya. Kesempatan untuk dapat menatap wajah istri > maupun anak-anak saya ini tidak lama lagi. Berlinang air mata saya keluar, > karena saya menyadari bahwa waktunya sudah dekat. > > Selain dari itu entah kenapa rasa takutpun mulai timbul, apakah saya akan > masuk neraka? Mengingat kehidupan saya ini penuh dengan dosa. Memang saya > telah berdoa untuk memohon pengampunan daripada-Nya, tetapi apakah melalui > doa tsb, dosa saya sudah benar-benar di ampuni? Apakah saya seorang pengecut > atau seorang yang cengeng apabila saya mengakui bahwa saya sebenarnya merasa > takut untuk dipanggil pulang? > > Dalam keadaan ketakutan inilah saya berdoa dan tanpa bisa dibendung lagi > terlinang air mata saya keluar! Rasa sedih dan kecewa berkecamuk di dalam > hati dan pikiran saya, kenapa Tuhan sudah mau memanggil saya dalam usia yang > masih relativ muda ini? Kenapa Tuhan tidak memberikan kesempatan sejenak > lagi, agar saya bisa menyelesaikan tugas maupun tanggung jawab saya sambil > menunggu anak-anak menjadi besar dan mandiri? > > Tiap hari kita mendengar bahkan mungkin melihat orang mati, tetapi kalau > kita jujur, kita tidak akan pernah bisa menghayatinya, paling banyak hanya > keluar perkataan kesian maupun rasa sedih hati. Jangankan menghayatinya > terpikirpun tidak pernah, masalahnya kita merasa diri kita ini masih kuat, > masih sehat apalagi usia kita masih muda, buat apa memikirkan tentang > kematian? > > Banyak orang memberikan komentar bahwa kita datang kedunia ini seorang diri, > tetapi kenyataannya pada saat kita mau mati, rasanya berat sekali untuk > pulang sendirian, apalagi harus meninggalkan orang-orang yang sangat kita > kasihi? > > Tiap Romo dengan mudah akan mengucapkan kita harus mau dan harus bisa > mengikhlaskan meninggalkan semuanya ini? Mereka gampang mengucapkan > perkataan demikian, karena mereka tidak memiliki apapun juga entah harta, > maupun anak/istri yang mereka kasihi? Jadi istilahnya untuk mereka pulang > kampuang, bawa kantong plastik aza udah cukup, berbeda dengan kita, semakin > berat dan semakin banyak yang kita miliki, rasanya semakin berat pulalah > untuk bisa ditinggalkan begitu saja. > > Melepaskan nyawa tidaklah susah, tetapi melepaskan apa yang kita miliki dan > meninggalkan orang yang sangat kita kasihi, inilah yang susah! > > Saya benar-benar merasa sangat bingung sekali apa yang bisa dan harus saya > lakukan untuk menghadapi detik-detik terakhir ini, mengingat waktunya sudah > tidak lama lagi. Apakah ada rekan-rekan, Romo/Pdt atau para pembimbinga > agama lainnya yang bisa memberikan semacam checklist persiapan apa saja yang > harus dan bisa dilakukan sebelum kita berangkat ke alam baka? > - tugas apa saja yang masih bisa dan harus diselesaikan oleh seorang suami > maupun ayah > - hal apa saja yang bisa saya persiapkan sebelumnya menghadap kepada Sang > Pencipta > - apakah masih belum terlambat bagi saya untuk bertobat? > - cara kehidupan yang bagaimana yang harus saya lakukan di hari-hari > terakhir ini, sambil menunggu ajal tiba > > Renungkanlah! > "Siapapun diri Anda dan dimanapun Anda berada, pada suatu saat Andapun akan > menghadapi situasi yang sama seperti yang dihadapi oleh saya pada saat > sekarang ini, terkecuali kalau Anda mati secara mendadak." > > Life is a "one-way" street and we are not coming back. > > Mang Ucup > Email: [EMAIL PROTECTED] > Homepage: www.mangucup.org > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > >
-- Prof. Adrian Nurisman, Ph.D *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

